
Nabire, Papua Tengah- GALA MANDIRI – Sebagai upaya pengawasan dan perlindungan kesehatan prajurit, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 804/DBAY melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan bahaya penyakit HIV/AIDS. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Yonif TP 804/DBAY, Letnan Kolonel Inf Okto Hutabri Tanimba, dengan menghadirkan tim kesehatan dari Puskesmas Kimi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire.

Pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan tersebut dilaksanakan terpusat di Garasi Kendaraan Markas Yonif TP 804/DBAY, Senin (26/1/2026), dan diikuti oleh seluruh prajurit Yonif TP 804/DBAY.
Sebelum pemeriksaan kesehatan dilaksanakan, kegiatan diawali dengan penyuluhan dari tim Dinas Kesehatan Nabire yang diawali sambutan singkat dari Danyonif TP 804/DBAY. Dalam sambutannya, Danyonif menekankan pentingnya pemahaman prajurit terhadap bahaya penyakit menular seksual, khususnya HIV/AIDS.

“Penyuluhan ini sangat penting agar seluruh prajurit Yonif TP 804/DBAY memahami bahaya penyakit menular seksual, khususnya HIV/AIDS, sehingga dapat menjaga diri dan keluarga,” ujar Danyonif, Abituren Akademi Militer Tahun 2007.
Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa HIV/AIDS dapat menular melalui darah, sperma, serta penggunaan jarum suntik secara bergantian, termasuk melalui hubungan seksual yang tidak semestinya. Sementara itu, HIV/AIDS tidak menular melalui air liur, air mata, maupun keringat.

Tim Dinas Kesehatan Nabire juga menghimbau agar para prajurit Yonif TP 804/DBAY dapat mencegah penularan HIV/AIDS dengan tidak melakukan hubungan seksual bebas serta menghindari hubungan seksual di luar ikatan pernikahan.
Disampaikan pula bahwa hingga saat ini HIV/AIDS belum memiliki obat penyembuh dan telah banyak menelan korban jiwa. Oleh karena itu, pemahaman mengenai bahaya penyakit ini sangat penting untuk disampaikan agar prajurit dan Persit dapat lebih waspada.

Usai penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi penimbangan berat badan, pemeriksaan postur tubuh, pengukuran tekanan darah, pengambilan sampel air liur, serta pengambilan sampel darah. Seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan berjalan dengan aman dan lancar.

Kegiatan ini sangat dianjurkan bagi satuan TNI sebagai bentuk pengawasan dan kepedulian terhadap kesehatan prajurit untuk masa dinas jangka panjang. Mengingat prajurit yang berdinas di satuan tempur memiliki tugas berat di medan operasi, maka kondisi kesehatan dan fisik yang prima menjadi faktor utama dalam mendukung pelaksanaan tugas. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment