
Nabire, Papua Tengah —GALA MANDIRI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., memaparkan secara langsung Refleksi Akhir Tahun 2025 Polda Papua Tengah dalam kegiatan resmi yang digelar di Mapolda Papua Tengah, Nabire, Senin (30/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan tugas kepolisian sepanjang tahun, sekaligus bentuk pertanggungjawaban Polri kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Papua Tengah didampingi Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., serta Irwasda Polda Papua Tengah Kombes Pol. Gatot Suprasetya, S.I.K., M.H. Paparan Refleksi Akhir Tahun juga dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Tengah, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., serta diikuti oleh awak media.

Mengusung tema “Komunikasi untuk Kenyamanan”, Kapolda Alfred Papare menegaskan bahwa komunikasi yang baik, terbuka, dan humanis merupakan kunci utama dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat Papua Tengah yang memiliki karakter sosial dan geografis yang kompleks.
“Refleksi akhir tahun ini bukan sekadar laporan angka dan statistik, tetapi wujud keterbukaan Polri kepada masyarakat. Komunikasi yang baik akan membangun kepercayaan, dan kepercayaan itulah fondasi keamanan,” tegas Kapolda.
Dalam paparannya, Kapolda menjelaskan bahwa Polda Papua Tengah membawahi delapan kabupaten dengan luas wilayah lebih dari 61 ribu kilometer persegi, meliputi Kabupaten Nabire, Mimika, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Puncak Jaya, Puncak, dan Intan Jaya. Kondisi geografis yang berat, dari wilayah pesisir hingga pegunungan, menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Selain faktor geografis, Papua Tengah juga dihadapkan pada dinamika sosial dan budaya yang beragam. Oleh karena itu, Kapolda menekankan bahwa pendekatan kepolisian tidak dapat semata-mata mengandalkan penegakan hukum, tetapi harus dibarengi dengan dialog, komunikasi sosial, serta pemahaman terhadap kearifan lokal.
Sepanjang tahun 2025, Polda Papua Tengah mencatat peningkatan signifikan dalam kegiatan operasional kepolisian. Patroli, penjagaan, pengawalan, hingga penguatan strong point di lokasi-lokasi rawan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolda juga menyoroti peran strategis Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tingkat kampung. Sebanyak 215 personel Bhabinkamtibmas aktif melaksanakan sambang warga, penyuluhan kamtibmas, serta pembinaan masyarakat secara langsung.
“Kami ingin Polri benar-benar hadir di tengah masyarakat. Polisi tidak boleh berjarak, harus menjadi mitra dan bagian dari solusi,” ujar Alfred Papare.
Refleksi Akhir Tahun, lanjut Kapolda, menjadi sarana evaluasi internal untuk memperbaiki berbagai kekurangan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia juga menegaskan keterbukaan institusinya terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya pembenahan berkelanjutan.
Menutup paparannya, Kapolda Alfred Papare menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Papua Tengah atas dedikasi dan pengabdian sepanjang tahun 2025. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergi dan kebersamaan demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, dan kondusif. (RED)



Leave A Comment