IMG-20260908-WA0057

Pantai Nabire Ditata, Pemkab Siapkan Taman Gizi untuk Pedagang

NABIRE, PAPUA TENGAH | GALA MANDIRI –Pemerintah Kabupaten Nabire mulai menata kawasan Pantai Nabire sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih tertib, aman dan nyaman bagi masyarakat. Penataan tersebut turut diikuti dengan rencana pengalihan aktivitas pedagang dari kawasan pantai menuju Taman Gizi.


Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawannari, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah justru menyiapkan lokasi baru agar para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya.
Menurutnya, kawasan Pantai Nabire memiliki posisi strategis karena berada di jalur yang ramai dilalui kendaraan, terutama setelah dibukanya akses jalan dari Kalibobo menuju Wonorejo.
“Pantai Nabire ini merupakan salah satu ikon daerah yang harus kita tata dan jaga. Apalagi lokasinya berada dekat jalan poros yang sekarang semakin ramai,” ujar Burhanuddin saat ditemui media di Pantai Nabire, Senin (7/9/2026).
Ia mengatakan kepadatan kendaraan cukup terlihat pada malam akhir pekan maupun hari libur. Apabila aktivitas perdagangan dan kerumunan masyarakat terus bertambah di kawasan tersebut, kondisi itu dikhawatirkan dapat memicu kemacetan, pelanggaran lalu lintas, kecelakaan hingga gangguan keamanan lainnya.
Karena itu, pemerintah memilih melakukan penataan dengan mengarahkan pedagang ke Taman Gizi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menata fungsi Pantai Nabire sebagai ruang publik dan kawasan wisata.
“Kita ingin masyarakat tetap bisa cepat menjual dan beraktivitas supaya dapur bisa menyala. Pemerintah tidak sedikit pun berniat menyengsarakan masyarakat. Kita ingin masyarakat hidup lebih sejahtera,” tegasnya.
Burhanuddin menambahkan, pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten Nabire dalam mewujudkan masyarakat yang aman, mandiri dan sejahtera secara berkelanjutan.
Untuk menunjang pemindahan pedagang, ia meminta Dinas Pariwisata segera menata kawasan Taman Gizi dan menentukan titik-titik yang dapat digunakan masyarakat untuk berdagang.
Selain fasilitas bagi pedagang, pemerintah juga berencana membuka kembali akses pandangan menuju laut dari kawasan Taman Gizi. Dinas Lingkungan Hidup diminta menindaklanjuti rencana pembongkaran tembok yang selama ini menghalangi pemandangan masyarakat ke arah laut.
Dengan demikian, masyarakat maupun pengunjung tetap dapat menikmati panorama laut meski aktivitas perdagangan tidak lagi terpusat di kawasan Pantai Nabire.
Pemerintah berharap penataan tersebut dapat meningkatkan daya tarik wisata perkotaan sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih terbuka, bersih dan nyaman.
Di sisi lain, salah satu pedagang Pantai Nabire, Safitri, mengaku menerima kebijakan pemerintah terkait pemindahan pedagang ke Taman Gizi. Namun, ia meminta aspek kebersihan di lokasi baru menjadi perhatian pemerintah.
Safitri mengatakan selama berjualan di Pantai Nabire, dirinya rutin membayar biaya kebersihan setiap bulan. Karena itu, ia berharap sistem pengelolaan sampah di Taman Gizi juga dapat berjalan secara rutin.
“Kami berharap sampah bisa diangkut secara rutin, termasuk saat musim hujan, supaya tempat berjualan tetap bersih dan nyaman,” harapnya.
Penataan kawasan Pantai Nabire dan pemanfaatan Taman Gizi sebagai lokasi aktivitas pedagang diharapkan dapat berjalan dengan baik. Pemerintah ingin menciptakan kawasan yang lebih tertib tanpa menghilangkan kesempatan masyarakat untuk tetap menjalankan usaha dan memperoleh penghasilan. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *