IMG-20260907-WA0037

Kejuaraan Catur Sehari PERCASI Nabire Ditutup, Dadang Raih Juara Pertama

Ketua PERCASI Nabire : “Kejuaraan Lebih Besar Akan Terus Digelar”

NABIRE, PAPUA TENGAH – Kejuaraan Catur Sehari yang diselenggarakan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Nabire resmi berakhir. Ketua PERCASI Kabupaten Nabire, H. Muhammad Iskandar, menutup kejuaraan tersebut pada Minggu malam, 6 September 2026, di Caffe Girimulyo, Nabire.
Kejuaraan yang diikuti 38 pecatur itu berlangsung selama tujuh babak dengan menggunakan sistem Swiss. Enam peserta dengan peringkat terbaik ditetapkan sebagai juara berdasarkan perolehan poin dan sistem penentuan peringkat yang berlaku.
Dalam kejuaraan tersebut, Dadang berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Alex Saragih, disusul Aris di peringkat ketiga.
Sementara itu, peringkat keempat hingga keenam masing-masing ditempati Sirait, Basir, dan Dahlan.
Sistem Swiss Digunakan dalam Tujuh Babak


Ketua Panitia Kejuaraan, M. Rizka Fahrudin, menjelaskan bahwa pertandingan menggunakan sistem Swiss dan dikelola dengan bantuan aplikasi Swiss Perfect.
Menurut Rizka, sistem Swiss berbeda dengan format pertandingan yang umum digunakan dalam cabang olahraga lain, seperti sistem kompetisi penuh, setengah kompetisi, maupun sistem gugur.
Dalam sistem tersebut, peserta tidak harus bertemu dengan seluruh pemain. Pasangan pertandingan ditentukan berdasarkan hasil yang diperoleh peserta pada babak sebelumnya.
“Peserta yang menang akan dipertemukan dengan pemain yang memiliki perolehan hasil yang sama atau relatif berdekatan. Demikian juga pemain yang mengalami kekalahan akan dipasangkan dengan peserta yang memiliki hasil serupa,” jelas Rizka.
Dengan sistem tersebut, persaingan akan semakin ketat seiring bertambahnya jumlah babak. Pemain dengan perolehan poin tinggi akan menghadapi lawan-lawan dengan kemampuan dan catatan pertandingan yang relatif seimbang.
Kejuaraan ini berlangsung selama tujuh babak, sehingga setiap peserta menjalani tujuh kali pertandingan.
Penentuan Juara Berdasarkan Perolehan Poin
Rizka mengatakan, penentuan juara dalam sistem Swiss didasarkan pada perolehan poin tertinggi.
Apabila terdapat dua atau lebih pemain yang memiliki poin sama, panitia menggunakan sejumlah metode tie-break atau pemecah nilai untuk menentukan peringkat akhir.
Salah satu metode yang digunakan adalah Buchholz, yaitu perhitungan berdasarkan total poin akhir dari seluruh lawan yang pernah dihadapi seorang pemain selama pertandingan.
Selain itu, terdapat pula metode Median Buchholz, yakni sistem perhitungan yang menggunakan nilai lawan, namun tidak memasukkan lawan dengan nilai tertinggi dan terendah.
“Apabila perolehan poin peserta sama, maka digunakan sistem tie-break. Salah satunya adalah Buchholz atau Solkoff, yaitu penjumlahan nilai akhir dari seluruh lawan yang pernah dihadapi pemain,” katanya.
Penggunaan sistem tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan peringkat yang objektif berdasarkan hasil pertandingan dan tingkat kekuatan lawan yang dihadapi setiap peserta.
Dadang Raih Juara Pertama


Setelah menyelesaikan tujuh babak pertandingan, Dadang berhasil mengumpulkan perolehan nilai terbaik dan dinobatkan sebagai Juara I Kejuaraan Catur Sehari PERCASI Kabupaten Nabire.
Alex Saragih menempati posisi kedua, sementara Aris berada di peringkat ketiga.
Adapun daftar lengkap para pemenang adalah:
Juara I: Dadang
Juara II: Alex Saragih
Juara III: Aris
Juara IV: Sirait
Juara V: Basir
Juara VI: Dahlan

Para pemenang menerima hadiah yang diserahkan langsung oleh Ketua PERCASI Kabupaten Nabire, H. Muhammad Iskandar.
Pemberian hadiah tersebut menjadi bagian dari penutupan rangkaian Kejuaraan Catur Sehari yang berlangsung di Caffe Girimulyo.

Apresiasi untuk Panitia dan Peserta
Dalam sambutannya, Muhammad Iskandar menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menyukseskan pelaksanaan kejuaraan.
Ia menilai antusiasme peserta menjadi modal penting dalam upaya membangkitkan kembali aktivitas dan pembinaan olahraga catur di Kabupaten Nabire.
Menurutnya, kejuaraan tersebut merupakan langkah awal untuk mendorong kegiatan catur agar dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Ini merupakan awal yang baik untuk terus menghidupkan dan mengembangkan olahraga catur di Kabupaten Nabire,” ujar Muhammad Iskandar.
PERCASI Nabire Siapkan Kejuaraan Lebih Besar
Muhammad Iskandar mengatakan, PERCASI Kabupaten Nabire berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kejuaraan catur dengan skala yang lebih besar.
Ia berharap kegiatan serupa ke depan dapat melibatkan lebih banyak peserta, termasuk para pecatur muda dan pelajar.
“Kita berharap ke depan dapat terus menyelenggarakan kejuaraan yang lebih besar, sehingga jumlah peserta semakin banyak dan kegiatan catur di Nabire semakin berkembang,” katanya.
Menurut Iskandar, kejuaraan yang dilaksanakan secara berkesinambungan menjadi salah satu sarana penting dalam meningkatkan kemampuan para pecatur.
Melalui kompetisi, para pemain dapat mengukur kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding serta meningkatkan kualitas permainan.
Selain itu, kejuaraan juga menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Targetkan Lahirnya Pecatur Berprestasi


Anggota DPRK Nabire itu berharap kejuaraan-kejuaraan yang digelar secara rutin dapat melahirkan bibit-bibit pecatur berprestasi dari Kabupaten Nabire.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan didukung dengan kompetisi yang berkelanjutan akan membuka peluang bagi munculnya atlet-atlet potensial.
Pecatur-pencatur tersebut diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat daerah, tetapi juga dapat mewakili Nabire dalam kejuaraan tingkat nasional hingga internasional.
“Kita berharap melalui kejuaraan-kejuaraan yang lebih besar akan lahir pecatur-pecatur unggul dari Nabire yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia juga berharap para pecatur Nabire dapat terus meningkatkan kemampuan hingga mampu meraih gelar-gelar prestisius dalam dunia catur, termasuk gelar Master maupun Grandmaster.
Reward bagi Pecatur Asli Papua

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PERCASI Kabupaten Nabire juga memberikan penghargaan atau reward kepada dua pecatur Orang Asli Papua (OAP) yang mengikuti kejuaraan.
Pemberian penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk mendorong partisipasi generasi muda Papua dalam olahraga catur.
Salah satu penerima perhatian dalam kejuaraan tersebut adalah Sofianti Pekei, yang menjadi satu-satunya pecatur perempuan dalam pertandingan.
Sofianti saat ini masih berstatus sebagai siswi SMAN 1 Nabire.
Keikutsertaan Sofianti dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mendorong keterlibatan generasi muda, termasuk perempuan, untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang olahraga catur.
Dorong Pembinaan Generasi Muda
PERCASI Kabupaten Nabire berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk menekuni olahraga catur.
Selain sebagai cabang olahraga prestasi, catur juga dikenal sebagai olahraga yang mengasah kemampuan berpikir, konsentrasi, ketelitian, strategi dan kemampuan mengambil keputusan.
Karena itu, pembinaan terhadap pecatur usia muda dinilai penting untuk menyiapkan atlet-atlet potensial pada masa mendatang.
Keikutsertaan pelajar seperti Sofianti Pekei diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan kemampuan.
Awal Kebangkitan Catur di Kabupaten Nabire
Kejuaraan Catur Sehari PERCASI Kabupaten Nabire diharapkan menjadi momentum untuk kembali menghidupkan kegiatan olahraga catur di daerah tersebut.
Dengan melibatkan 38 peserta, kegiatan ini menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap olahraga catur.
PERCASI Kabupaten Nabire berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dengan jumlah peserta yang semakin besar.
Kompetisi yang berkelanjutan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas para pecatur, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pencarian atlet potensial.
Dengan komitmen untuk terus menggelar kejuaraan, PERCASI Kabupaten Nabire optimistis olahraga catur dapat berkembang dan melahirkan pecatur-pencatur berprestasi yang mampu membawa nama Nabire ke tingkat yang lebih tinggi.
Kejuaraan Catur Sehari tersebut pun menjadi langkah awal bagi PERCASI Kabupaten Nabire dalam membangun kembali ekosistem olahraga catur, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan kompetisi yang lebih besar pada masa mendatang.
Kejuaraan catur itu sendiri merupakan rangkaian Reses,tahap II H.Muhammad Iskandar sebagai Anggota DPRK Nabire. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *