NABIRE – Memasuki hari ke-14 Operasi Sikat Noken 2026, Polres Nabire bersama Timsus Polda Papua Tengah mengungkapkan 8 kasus kriminal 3C (Pencurian Kendaraan Bermotor/Curanmor, Pencurian dengan Kekerasan/Curas, dan Pencurian dengan Pemberatan/Curat) denga 7 orang pelaku yang telah berstatus tersangka ke sel tahanan.

Dua dari tujuh orang tersangka merupakan anggota “Geng Kapak”. di sebut Geng Kapak, karena dalam aksinya Kelompok ini tidak segan-segan menggunakan kapak untuk melumpuhkan dan merampas motor korban di jalanan atau area yang sepi. Dalam dua minggu terahir, aksi Geng Kapak yang meresahkan ini telah tercatat dalam 3 laporan polisi berbeda.

Sementara itu dalam 14 hari pelaksanaan operasi Sikat Noken, sejak 25 juli hingga 6 agustus, polisi menyita barang bukti sebanyak 62 unit sepeda motor (45 motor matic dan 17 motor besar). Dari puluhan motor tersebut, baru 7 unit yang terdata laporan kehilangannya, sementara 9 unit lainnya terjaring razia namun korbannya belum melapor. Beberapa motor bahkan sengaja dikikis nomor mesinnya oleh pelaku untuk menghilangkan jejak.

Dari hasil evaluasi oprasi Sikat Noken, Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu pada Konfrensi Pers di Mapolres Nabire Kamis 6 Agustus, membeberkan tiga modus utama para pelaku kriminal 3C:
Curanmor: Memanfaatkan kelalaian korban yang memarkir motor sembarangan atau lupa mencabut kunci kontak.
Curas (Begal): Membuntuti korban yang berkendara sendirian di jam rawan, lalu mengancam dengan senjata di tempat sepi.
Curat: Membobol rumah warga atau menggasak motor di halaman menggunakan kunci T.

AKBP Samuel mengingatkan bahwa status Nabire yang kini menjadi Ibu Kota Provinsi membuat kota semakin ramai, sehingga memicu para pelaku kejahatan untuk lebih jeli membaca kelengahan warga, dan memanfaatkanya untuk melakukan aksi aksi kejatan.
Kapolres meminta warga kota Nabire untuklebih waspada saat memarkir atau saat sedang menggunakan kendaraan.
Kapolres berharap kerja sama seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjaga situasi keamanan Nabire agar tetap kondusif.
“Keamanan Nabire tidak bisa hanya bersandar pada polisi. Kota ini sudah menjadi ibu kota provinsi yang ramai. Kami butuh kerja sama seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kamtibmas dan saling waspada,” pungkasnya.

Bagi warga Nabire yang merasa kehilangan sepeda motor, Kapolres mengimbau untuk segera datang mengecek ke kantor polisi terdekat dengan membawa bukti kepemilikan resmi. (Red Gala Mandiri)


Leave A Comment