NABIRE, PAPUA TENGAH—GALA MANDIRI – Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Nabire, H. Muhammad Iskandar, menegaskan komitmennya untuk kembali membangkitkan dan mengembangkan olahraga catur di Kabupaten Nabire. Hal tersebut disampaikan Iskandar saat menghadiri dan menyaksikan langsung Kejuaraan Catur Sehari yang berlangsung di Caffee Girimulyo, Minggu malam (6/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad Iskandar yang juga merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire dari Fraksi PDI Perjuangan itu menjelaskan berbagai langkah dan program yang akan dilakukan untuk menghidupkan kembali aktivitas PERCASI Nabire.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir aktivitas organisasi PERCASI di Kabupaten Nabire memang sempat mengalami kevakuman. Namun, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pengurus, sehingga ke depan PERCASI akan mulai melakukan pembenahan secara menyeluruh.
“Memang beberapa waktu belakangan ini PERCASI agak vakum. Tetapi hari ini kita mulai membangkitkan kembali semangat olahraga catur di Kabupaten Nabire,” ujar H. Muhammad Iskandar saat diwawancarai media.
Ia mengatakan, salah satu fokus utama PERCASI Nabire adalah mencari dan membina bibit-bibit pecatur potensial. Pembinaan tersebut dinilai sangat penting sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai agenda dan kejuaraan, baik di tingkat daerah, provinsi maupun nasional.

Ke depan, kata Iskandar, Nabire harus memiliki atlet-atlet catur yang mampu bersaing dan membawa nama daerah dalam berbagai kompetisi. Untuk itu, kegiatan pertandingan seperti kejuaraan sehari menjadi salah satu langkah awal untuk melihat kemampuan para pecatur yang ada.
“Dari Nabire kita akan mencari bibit-bibit yang baik. Nanti, siapa yang bagus permainannya akan kita pilih dan lakukan pembinaan untuk bisa mewakili Nabire pada event-event yang lebih tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, PERCASI Kabupaten Nabire juga akan berupaya menyelenggarakan kompetisi secara rutin. Tidak hanya pertandingan untuk kalangan umum, tetapi juga akan membuka kesempatan bagi pecatur dari berbagai kelompok usia.
Rencana tersebut mencakup pelaksanaan turnamen dan kejuaraan catur mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga kategori umum.
Menurut Iskandar, pembinaan harus dilakukan sejak usia dini agar potensi anak-anak yang memiliki bakat bermain catur dapat ditemukan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kalau kali ini masih kategori umum dan belum menyeluruh, tetapi ke depan kita ingin mencari bibit-bibit mulai dari anak-anak. Dari tingkat SD, SMP, SMA sampai tingkat umum,” jelasnya.
Ia menilai, Nabire memiliki cukup banyak pecatur berbakat yang selama ini belum mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara maksimal. Salah satu penyebabnya adalah masih terbatasnya jumlah kompetisi dan kegiatan pembinaan.
Karena itu, PERCASI Nabire akan mendorong agar kompetisi dapat dilaksanakan secara lebih rutin dan berkesinambungan.
Menurutnya, semakin sering seorang pecatur mengikuti pertandingan, maka kemampuan dan mental bertandingnya akan semakin terasah. Kompetisi juga dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih.
“Kalau sering diadakan kompetisi dan pertandingan, kemampuan mereka pasti terus terasah. Sama seperti pisau, kalau terus diasah akan semakin tajam. Begitu juga dengan catur. Kalau sering bertanding, teman-teman akan semakin semangat untuk berlatih dan akhirnya bisa meningkatkan prestasi,” ungkapnya.
Selain membangkitkan semangat para pecatur, H. Muhammad Iskandar menegaskan bahwa PERCASI Nabire juga akan melakukan pembenahan internal organisasi. Pembenahan struktur kepengurusan menjadi salah satu agenda penting agar roda organisasi dapat berjalan secara baik dan profesional.
“Kita akan perbaiki dulu. Yang jelas, kita bangkitkan dulu semangat mereka. Setelah itu kita perbaiki struktur kepengurusan, kemudian kita susun program-program yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam menjalankan program dan pembinaan olahraga catur, PERCASI Nabire tetap akan mengikuti regulasi yang berlaku, baik regulasi organisasi di tingkat nasional maupun ketentuan pertandingan catur secara internasional.
Dengan struktur organisasi yang kuat dan program pembinaan yang jelas, Iskandar optimistis PERCASI Kabupaten Nabire dapat berkembang lebih baik dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Selain itu, ia juga menaruh perhatian terhadap banyaknya potensi pecatur dari kalangan putra-putri asli Papua yang berada di Kabupaten Nabire. Menurutnya, banyak anak-anak Papua memiliki bakat dan minat yang besar terhadap olahraga catur.
Namun, potensi tersebut selama ini belum sepenuhnya terlihat karena kurangnya kesempatan mengikuti kompetisi.
“Saya melihat banyak bakat-bakat terpendam, termasuk putra-putri Papua. Karena mungkin selama ini kompetisinya kurang, maka bakat-bakat itu belum muncul. Kalau nanti kompetisi sering dilakukan, tentu akan semakin banyak pecatur yang muncul,” katanya.
Menurut Iskandar, olahraga catur dapat menjadi salah satu sarana positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir, konsentrasi, kesabaran, strategi dan mental bertanding.
Karena itu, pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada pencarian juara dalam waktu singkat, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tingkat usia dini.
Kejuaraan Catur Sehari yang digelar di Caffee

Girimulyo tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu bentuk awal untuk kembali menghidupkan atmosfer kompetisi di Kabupaten Nabire.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nabire.
Menurutnya, dukungan pemerintah dan seluruh pihak sangat dibutuhkan agar pembinaan olahraga catur dapat berjalan dengan baik dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Ke depan, PERCASI Nabire berharap dapat menyelenggarakan turnamen yang lebih besar dan terbuka bagi seluruh kelompok usia. Kompetisi tingkat kabupaten nantinya diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi para pecatur untuk melangkah ke tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
“Harapan kami, mudah-mudahan ke depan ada bibit-bibit dari Nabire yang bisa menjadi juara nasional, bahkan juara internasional. Siapa tahu suatu saat nanti ada Grandmaster yang lahir dari Kabupaten Nabire,” harapnya.
Ia optimistis target tersebut dapat diwujudkan apabila pembinaan dilakukan secara serius, kompetisi dilaksanakan secara rutin dan para pecatur diberikan kesempatan untuk terus berkembang.
Menurutnya, prestasi tidak akan datang secara instan. Dibutuhkan proses panjang, latihan yang disiplin serta pengalaman bertanding yang cukup.
“Kalau kita sering mengadakan kompetisi mulai dari tingkat kabupaten, kemudian provinsi, nasional, lama-kelamaan para atlet kita akan semakin berkembang dan bisa memiliki pengalaman yang lebih baik,” katanya.
H. Muhammad Iskandar menegaskan bahwa kebangkitan olahraga catur di Nabire harus menjadi gerakan bersama. PERCASI, pemerintah, komunitas catur, sekolah dan masyarakat diharapkan dapat mengambil bagian dalam mendukung perkembangan olahraga yang mengandalkan kemampuan berpikir dan strategi tersebut.
Dengan adanya pembenahan organisasi, program pembinaan yang terarah serta kompetisi yang rutin, PERCASI Nabire berharap dapat menemukan sebanyak mungkin talenta muda potensial.

Kejuaraan Catur Sehari di Caffee Girimulyo pun diharapkan tidak hanya menjadi sebuah pertandingan, tetapi menjadi awal kebangkitan olahraga catur di Kabupaten Nabire.
Dari papan-papan catur sederhana, para pecatur lokal diharapkan dapat terus mengasah kemampuan dan membangun prestasi. Dengan pembinaan yang konsisten, bukan tidak mungkin suatu saat nama Kabupaten Nabire akan dikenal melalui prestasi para pecaturnya di tingkat Papua, nasional, bahkan dunia. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment