IMG-20260812-WA0026

Bupati Nabire Bersama Forkopimda Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kampung Nelayan Siriwini

NABIRE, PAPUA TENGAH — GALA MANDIRI -Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nabire meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Siriwini, Kabupaten Nabire, Selasa (11/8/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir sekaligus mendorong Nabire sebagai salah satu pusat produksi pangan dan perikanan di Papua Tengah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRK Nabire Nanci K. Worabay, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, Dandim 1705/Nabire Letkol Dwi Palwanto Tirtamentari, Kajari Nabire, Kepala Suku Besar Wate Otis Monei, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire Anton Pekei, Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alvianto, Wakil Ketua II DPRP Papua Tengah Izack Suripatty, jajaran Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Tengah serta Danlanal Nabire.
Nabire dan Timika Jadi Penyangga Papua Tengah


Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai mengatakan Kabupaten Nabire dan Mimika memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga bagi enam kabupaten lainnya di Papua Tengah, yakni Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.
Menurutnya, Nabire dan Mimika harus mampu menjadi pusat produksi sekaligus pemasok kebutuhan masyarakat di wilayah Papua Tengah.
“Kabupaten Nabire dan Timika itu menjadi dapur daripada enam kabupaten lain di Papua Tengah,” ujar Mesak.
Karena itu, kata dia, dibutuhkan kebijakan yang mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya serap terhadap hasil produksi masyarakat, baik dari sektor pertanian maupun perikanan.
Nabire dinilai memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil komoditas dari darat dan laut. Potensi tersebut perlu dikelola melalui kebijakan yang tepat agar memberikan manfaat langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keamanan Menjadi Fondasi Pembangunan


Bupati Mesak juga menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama dalam menjalankan pembangunan.
Ia mengatakan, ketika pertama kali maju sebagai Bupati Nabire, visi yang menjadi perhatian utama bukan semata-mata ekonomi maupun pemerintahan, melainkan bagaimana menciptakan keamanan dan memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat.
Menurutnya, kondisi keamanan yang kondusif akan menjadi dasar bagi berkembangnya pendidikan, perekonomian, dunia usaha, pelayanan pemerintahan hingga aktivitas masyarakat.
“Kalau keamanan itu baik, maka pendidikan mutlak akan berjalan, pemberdayaan ekonomi dan aktivitas apa pun akan berjalan. Semua aktivitas pemerintahan juga akan berjalan dengan baik,” tuturnya.
Mesak mengapresiasi keberadaan Korem 173/PVB, Polda serta jajaran TNI-Polri di Nabire yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Kampung Nelayan Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir


Menurut Mesak, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Siriwini merupakan langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat pesisir.
Ia berharap pembangunan tersebut dapat mendorong pertumbuhan jumlah nelayan sekaligus meningkatkan produksi perikanan di Nabire.
Bupati juga menyoroti pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah dengan meningkatkan produksi lokal.
“Bila kita mampu produksi, tentu perlu untuk menghentikan pasokan ayam dari luar, Jawa dan Sulawesi,” tegasnya.
Mesak menilai peningkatan produksi lokal akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat, termasuk petani, nelayan, pedagang dan pelaku usaha lainnya.
Ia menjelaskan, sejak terpilih sebagai Bupati Nabire pada 2022, pembangunan daerah dibagi berdasarkan karakteristik wilayah.
Kawasan pesisir dan kepulauan diarahkan pada pengembangan sektor perikanan dan pariwisata, wilayah perkotaan dikembangkan melalui sektor perdagangan dan perikanan, sedangkan wilayah pegunungan memiliki potensi kakao, peternakan dan komoditas lainnya.
“Ini merupakan satu potensi bagi kita semua. Nabire ini tidak pernah mendatangkan ikan dari kabupaten-kabupaten lain. Hasil produksi teluk ini kita pasarkan bukan hanya di Nabire, tetapi juga ke Deiyai, Dogiyai dan Paniai,” jelasnya.
Koperasi Merah Putih Jadi Penguat Ekonomi


Selain pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Bupati Mesak menyebut Koperasi Merah Putih sebagai salah satu program prioritas pemerintah.
Ia berharap sinergi antara Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Merah Putih dapat memperkuat rantai produksi, distribusi dan pemasaran hasil masyarakat.
Dengan potensi yang dimiliki, Mesak menargetkan Nabire dapat berkembang sebagai tempat produksi sekaligus gudang pangan bagi Papua Tengah.
“Nabire ini menjadi tempat produksi atau gudang pangan di Papua Tengah. Sehingga Nabire menjadi jawaban bagi semua yang hidup di Papua Tengah,” katanya.
Kepala Suku Besar Wate Dukung Penuh Program Pemerintah


Sementara itu, Kepala Suku Besar Wate Otis Monei menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan berbagai program strategis pemerintah.
Ia menegaskan masyarakat adat akan terus memberikan dukungan dan membantu pemerintah sesuai kapasitas yang dimiliki.
“Sebagai Kepala Suku, kami selalu mensupport dan membantu pemerintah dalam semua program-program strategis untuk mempercepat ekonomi kerakyatan, mempercepat taraf hidup masyarakat, dan juga untuk kebaikan masyarakat itu sendiri,” ujar Otis.
Menurutnya, seluruh program pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Otis yang juga dipercaya sebagai Ketua Badan Koordinasi Enam Suku Pesisir dan Kepulauan mengatakan sebagian besar masyarakat pesisir masih menggantungkan kehidupan pada aktivitas nelayan tradisional.
Karena itu, kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih dinilai sebagai peluang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menangkap dan mengelola hasil laut secara lebih baik.
“Kami dari adat mendukung sepenuhnya, mengingat banyak masyarakat adat pesisir dapat menangkap ikan dengan metode yang lebih baik sehingga ikan yang dihasilkan akan lebih banyak,” tegasnya.
Enam Kampung Nelayan Dibangun di Nabire


Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire Anton Pekei menjelaskan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih akan dilaksanakan di enam kampung.
Peletakan batu pertama di Kampung Nelayan Siriwini menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan program tersebut.
Anton mengatakan program tersebut melalui proses yang cukup panjang. Pemerintah Kabupaten Nabire sebelumnya mengusulkan pembangunan di 12 kampung nelayan, namun enam kampung telah mendapatkan persetujuan dan akan direalisasikan.
“Sebenarnya kami usulkan 12 kampung nelayan dan baru enam yang dapat jawaban sekaligus diwujudkan,” jelas Anton.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Nabire juga telah mengajukan 12 Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Teluk Cenderawasih.
Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Pusat Pertumbuhan Baru
Anton menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu upaya pemerintah membangun perekonomian dari tingkat kampung dan masyarakat paling bawah.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, menciptakan lapangan kerja serta membantu pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai bagian dari implementasi ekonomi biru.
Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai lingkungan permukiman masyarakat pesisir yang mayoritas penduduknya memiliki potensi sebagai nelayan penangkap ikan.
Umumnya, kampung nelayan tumbuh dan berkembang di sekitar pelabuhan perikanan maupun sentra aktivitas nelayan. Karena itu, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas produksi sekaligus mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat pesisir.


Dengan pembangunan tersebut, pemerintah berharap potensi laut Nabire dapat dikelola secara lebih optimal sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Nabire sebagai salah satu pusat ekonomi dan pangan di Papua Tengah. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *