IMG-20260301-WA0004

Pemkab Nabire Intensifkan Monitoring Harga dan Stok Pangan di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M

Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan terus mengintensifkan pengawasan harga dan ketersediaan bahan pangan strategis menjelang bulan suci Ramadhan hingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, mengantisipasi kelangkaan bahan pokok, serta menekan laju inflasi daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Viktor Yasor Sawo, mengatakan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
“Pemantauan ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan selama bulan Ramadhan, sekaligus menjamin harga tetap terjangkau sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita,” ujar Viktor saat ditemui usai kegiatan monitoring di sejumlah pasar.
Monitoring dilakukan di beberapa titik utama, antara lain Pasar Sentral Kalibobo, Pasar SP1 Bumi Raya, serta sejumlah produsen pangan di wilayah Kabupaten Nabire mulai Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nabire, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga dan Mutu Keamanan Pangan, serta BPKP Provinsi Papua Tengah.
Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas terpantau mengalami kecenderungan kenaikan harga selama Ramadhan, di antaranya daging sapi, telur ayam ras, cabai rawit, serta bawang merah. Meski demikian, ketersediaan stok secara umum masih dalam kondisi aman.
“Harga daging sapi saat ini masih bertahan di kisaran Rp200 ribu per kilogram. Kami berharap tidak menembus Rp250 ribu. Oleh karena itu, kami melakukan langkah antisipatif dengan mendorong distribusi pasokan daging sapi dari luar Nabire,” jelas Viktor.
Untuk menjaga stabilitas harga, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan. Pemerintah daerah juga telah mengeluarkan rekomendasi kepada sejumlah pemasok daging beku, salah satunya pelaku usaha Haji Waluyo, guna mendatangkan daging sapi beku dari luar daerah.
Berdasarkan perhitungan kebutuhan, konsumsi daging sapi selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri diperkirakan mencapai 46 ton untuk periode dua bulan, yakni Maret dan April. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan potensi kenaikan harga.
“Daging sapi beku yang akan didatangkan merupakan daging eks-impor dari Australia, yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jadi dari sisi kualitas dan keamanan pangan, kami pastikan terjamin,” tegasnya.
Viktor berharap distribusi daging sapi beku tersebut dapat terealisasi sebelum Hari Raya Idul Fitri, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun harga daging sapi di pasaran.
Sementara itu, berdasarkan hasil rapat koordinasi pengendalian inflasi yang digelar pada Senin, 23 Februari lalu, kondisi inflasi di Kabupaten Nabire secara umum masih tergolong stabil dan terkendali. Namun demikian, daging sapi tercatat masih berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah pusat dan menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi yang perlu mendapat perhatian serius.
“Selain daging sapi, komoditas lain yang menjadi fokus pengawasan kami adalah bawang merah dan telur ayam ras. Bukan berarti komoditas lainnya aman sepenuhnya, tetapi tiga komoditas ini menjadi prioritas pengendalian,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Nabire menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan hingga pasca Idul Fitri. Hal ini juga mempertimbangkan meningkatnya kebutuhan pangan untuk berbagai kegiatan lanjutan setelah Lebaran, termasuk program-program sosial dan kemasyarakatan.
“Kami berharap sampai memasuki dan setelah Idul Fitri, ketersediaan bahan pangan di Nabire tetap stabil, stok tersedia, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” pungkas Viktor. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *