INTAN JAYA – GALA MANDIRI – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Intan Jaya selama tiga hari berturut-turut (24–26 Februari 2026) mengakibatkan bencana longsor.
Ruas jalan poros yang menghubungkan Distrik Sugapa dan Distrik Hitadipa, tepatnya di area Peyasiga, dilaporkan mengalami patahan badan jalan yang cukup parah.
Kondisi ini ditemukan oleh Tim Pastoral Dekenat Moni Puncak bersama Anggota DPRK Intan Jaya, Bartholomeus Mirip, S.Pd., pada Rabu (25/02/2026).

Saat itu, rombongan tengah dalam perjalanan dari untuk menghadiri acara Serah Terima Jabatan Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Titigi.
Patahan badan jalan yang memicu longsor ini sangat menyulitkan mobilitas warga. Pasalnya, ruas jalan di Peyasiga tersebut merupakan satu-satunya akses darat utama bagi masyarakat dari Hitadipa yang ingin menuju pusat pemerintahan di Sugapa, maupun sebaliknya.
“Kondisi jalan yang patah ini sangat membahayakan dan menghambat aktivitas masyarakat. Ini satu-satunya akses tumpuan warga,” ungkap perwakilan tim di lapangan.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Anggota DPRK Intan Jaya, Bapak Bartholomeus Mirip, meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah cepat.

“Kami sangat berharap Pemerintah Daerah segera melakukan perbaikan pada kerusakan badan jalan ini. Perbaikan harus segera dilakukan agar akses transportasi kembali normal dan warga dapat melintas dengan aman sebagaimana mestinya,” tegas Bartholomeus Mirip.

Hingga berita ini diturunkan, warga dihimbau untuk tetap waspada saat melintasi area sekitar lokasi longsor, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.(RED GALA MANDIRI)


Leave A Comment