IMG-20260107-WA0001

801 Guru Lulus PPG, Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Pendidikan Papua Tengah Harus Berubah

Nabire, Papua Tengah — GALA MANDIRI – Pemerintah Provinsi Papua Tengah kembali menegaskan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan manusia dan masa depan daerah. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam agenda Tatap Muka Gubernur dan Wakil Gubernur bersama perwakilan guru dari seluruh kabupaten, yang digelar di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (6/1/2026).
Agenda strategis ini sekaligus menjadi momentum perayaan keberhasilan 801 guru di Papua Tengah yang dinyatakan lulus 100 persen dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Capaian ini dinilai luar biasa dan fenomenal, mengingat sebagian besar guru tersebut bertugas di wilayah terpencil dengan keterbatasan akses internet serta infrastruktur pendidikan yang minim.
Secara rinci, kelulusan tersebut terdiri atas 519 guru melalui jalur PPG Guru Tertentu Tahap III dan 282 guru melalui skema Daerah Khusus. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan tenaga pendidik mampu menembus hambatan geografis yang selama ini menjadi tantangan klasik pembangunan pendidikan di Papua.


Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa paradigma pembangunan pendidikan tidak boleh lagi berhenti pada pemenuhan administrasi semata. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi instrumen pembentukan karakter, kesadaran kritis, tanggung jawab moral, serta kapasitas intelektual generasi muda Papua Tengah secara berkelanjutan.
“Pendidikan bukan hanya soal kelulusan dan laporan administratif. Yang kita bangun adalah manusia Papua yang berpikir kritis, beretika, dan siap menghadapi masa depan,” tegas Gubernur Meki.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong penguatan pendidikan melalui kerja sama lintas sektor dan berbagai program strategis. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar Papua Tengah mampu bersaing dan menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Gubernur Meki juga mengingatkan bahwa gelar profesi yang diraih oleh 801 guru tersebut mengandung tanggung jawab moral yang besar. Sertifikasi guru harus berbanding lurus dengan peningkatan mutu pengajaran di ruang kelas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para siswa di sekolah-sekolah.
Lebih jauh, program PPG ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni peningkatan kesejahteraan guru dan penguatan ekonomi keluarga. Sertifikasi tidak hanya memberikan pengakuan profesional, tetapi juga berdampak pada perbaikan penghasilan serta stabilitas ekonomi rumah tangga guru.
Menepis berbagai spekulasi, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa program PPG bukanlah proyek politik, melainkan kebutuhan objektif untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Papua Tengah. Pemerintah daerah, kata dia, telah melakukan pembersihan dan validasi data pendidikan, pemerataan distribusi guru, serta menyiapkan skema lanjutan bagi guru yang belum tersertifikasi.
Berdasarkan data Pemprov Papua Tengah, saat ini terdapat 11.204 guru, dengan 7.223 guru telah tersertifikasi. Pemerintah berkomitmen mengawal 3.981 guru yang belum bersertifikat agar segera memperoleh kesempatan mengikuti program serupa, demi terwujudnya standarisasi dan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Papua Tengah.(RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *