
Nabire, Papua Tengah– GALA MANDIRI-Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan terus memperkuat sektor peternakan rakyat dengan menyalurkan bantuan khusus bagi peternak skala kecil dan mikro. Program ini ditujukan sebagai stimulus awal untuk meningkatkan produksi, memperbaiki kesejahteraan peternak, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita, mengatakan bahwa bantuan pemerintah tidak dirancang untuk kegiatan usaha berskala besar atau komersial, melainkan sebagai pemicu agar masyarakat bisa membangun usaha peternakan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Bantuan ini kami arahkan untuk pemenuhan gizi keluarga, penanganan stunting, serta mendorong usaha peternakan rakyat agar bisa berkembang dan produktif,” ujar Dwita, Rabu (21/1).

Ia menjelaskan, penerima bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang tergolong miskin dan ekstrem miskin, tergabung dalam kelompok tani atau kelompok ternak, serta terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Selain itu, calon penerima juga harus memiliki KTP elektronik, kesiapan kandang, ketersediaan pakan, dan komitmen memelihara ternak secara berkelanjutan.
Adapun jenis usaha peternakan yang menjadi sasaran program ini antara lain ayam petelur, ayam pedaging, sapi potong, kambing, domba, dan itik, terutama yang berada di wilayah pedesaan dan memiliki potensi berkembang secara ekonomi.
Bantuan yang diberikan umumnya berupa paket lengkap, mulai dari bibit ternak, pakan, vitamin, obat-obatan, hingga dukungan sarana dan prasarana seperti perbaikan kandang.
Dwita menegaskan bahwa peternak besar atau pengusaha yang murni berorientasi bisnis tidak termasuk dalam kategori penerima bantuan.
“Kami ingin peternak lokal tumbuh bertahap. Dari yang awalnya hanya puluhan ekor, bisa meningkat menjadi ratusan bahkan ribuan, dengan manajemen usaha yang lebih baik,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah kendala yang dihadapi peternak kecil, seperti keterbatasan modal lanjutan, naik-turunnya harga pakan, kurangnya pendampingan teknis berkelanjutan, serta akses pasar yang belum stabil.
Beberapa peternak juga menilai bahwa bantuan awal belum cukup untuk mendongkrak skala usaha secara signifikan tanpa dukungan lanjutan berupa pelatihan manajemen, penguatan kelompok, dan kepastian pemasaran hasil ternak.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap kebutuhan telur dan daging di daerah dapat dipenuhi dari produksi lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment