
Nabire, Papua Tengah–GALA MANDIRI – Kepolisian Daerah Papua Tengah kembali melakukan penyegaran organisasi melalui serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama yang berlangsung di Markas Polda Papua Tengah, Jalan Pepera, Nabire, Selasa (6/1/2026).
Upacara sertijab dipimpin langsung Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare dan dihadiri Wakapolda Kombes Pol. Muhajir, para pejabat utama Polda, seluruh Kapolres dari delapan kabupaten, serta personel Polda Papua Tengah.

Rotasi jabatan tersebut meliputi posisi Kepala Biro Operasi (Karo Ops) dan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas). Jabatan Karo Ops kini resmi diemban Kombes Pol. Adnan Ratmoro, menggantikan Kombes Pol. Raymond Marcellino Masengi yang mendapat penugasan baru di lingkungan Mabes Polri.
Sebelum menjabat sebagai Karo Ops Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Adnan Ratmoro bertugas di Polda Aceh sebagai Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III. Sementara itu, Kombes Pol. Raymond Marcellino Masengi dipercaya mengemban jabatan Analis Kebijakan Madya Bidang Dalops Stama Ops Polri.

Pergantian juga terjadi pada jabatan Direktur Lalu Lintas Polda Papua Tengah. Posisi tersebut kini dipegang Kombes Pol. Kunto Hartono, menggantikan Kombes Pol. Paulus Sonny Bhakti Wibowo yang selanjutnya bertugas di Korlantas Polri sebagai Kasubdit Standar Cegah dan Tindak Direktorat Keamanan dan Keselamatan.
Kombes Pol. Kunto Hartono sebelumnya bertugas di Direktorat Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, sehingga dinilai memiliki pengalaman yang relevan dalam mendukung tugas lalu lintas di wilayah Papua Tengah.

Selain rotasi jabatan, Kapolda Papua Tengah juga mengukuhkan Kompol Florensin Yuliet Nari sebagai Pelaksana Sementara (PS) Kabid Propam Polda Papua Tengah. Pengukuhan ini menjadi catatan penting karena Kompol Florensin tercatat sebagai perwira perempuan pertama yang dipercaya menduduki posisi Kabid Propam di Polda Papua Tengah.
Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Alfred Papare menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian mereka, khususnya dalam masa awal pembentukan Polda Papua Tengah.
Kapolda mengakui bahwa hampir satu tahun perjalanan Polda Papua Tengah dihadapkan pada berbagai keterbatasan, baik dari sisi sarana prasarana maupun dukungan anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi bagi pejabat baru, mengingat Papua Tengah memiliki karakteristik geografis, sosial, dan budaya yang berbeda dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
“Dalam situasi apa pun, semangat melayani masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama,” tegas Kapolda.
Terkait pengukuhan PS Kabid Propam, Kapolda menegaskan bahwa seluruh personel, tanpa terkecuali, wajib menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas guna menjaga kehormatan serta kepercayaan publik terhadap institusi Polri.(RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment