filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 37;

Kapolda Alfred: Baru 1 Tahun Berdiri, Polda Papua Tengah Mampu Laksanakan 7 Operasi Kewilayahan

“Polda Papua Tengah Masih Jauh dari Ideal dengan Keterbatasan Personel dan Fasilitas”

Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI–
Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah yang baru berusia sekitar satu tahun sejak terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah, masih menghadapi keterbatasan serius baik dari sisi personel maupun sarana prasarana. Meski demikian, Polda Papua Tengah menunjukkan kinerja yang patut diapresiasi dengan mampu melaksanakan berbagai operasi kepolisian sepanjang tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K, dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar bersama awak media di Nabire beberapa hari di Mapolda Papua Tengah.

Kapolda mengungkapkan, meskipun sebagai Polda baru dengan sumber daya terbatas, Polda Papua Tengah berhasil menggelar 7 operasi kewilayahan di luar operasi terpusat. “Kita Polda baru, baru berumur satu tahun, tetapi mampu melaksanakan tujuh operasi kewilayahan. Ini merupakan sebuah Dihadapiyang patut disyukuri,” ujar Kapolda.

Ditegaskan Kapolda Papua Tengah, meski baru berusia satu tahun, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat melalui berbagai operasi kepolisian sepanjang tahun 2025.
Salah satu operasi terpusat yang masih berlangsung adalah Operasi Lili Noken, yang digelar selama 14 hari, mulai 20 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025. Operasi ini menjadi bagian dari upaya pengamanan Natal dan Tahun Baru di wilayah Papua Tengah.
Selain operasi terpusat, Polda Papua Tengah juga berhasil melaksanakan 7 operasi kewilayahan sepanjang tahun 2025. Operasi tersebut meliputi:
Operasi Keselamatan 2025, dilaksanakan pada 10–23 Februari 2025
Operasi Patuh Noken, berlangsung selama 14 hari pada 14–27 Juli 2025
Operasi Jaran, digelar 17 September–16 Oktober 2025
Operasi Cinta Damai, dilaksanakan 23 Oktober–11 November 2025
Operasi Zebra Noken, berlangsung 17–30 November 2025
Operasi Bina Wibawa, digelar 3–16 Desember 2025
Operasi Amole Noken I 2025, merupakan operasi kewilayahan jangka panjang selama 183 hari, mulai 15 November 2025 hingga 14 Mei 2026
Operasi Amole Noken I 2025 dilaksanakan di wilayah Papua Tengah dengan cakupan area sekitar 61.072,91 kilometer persegi, melibatkan 3.913 personel Polda Papua Tengah dan jajaran, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Polri.
Dalam rangka pengembangan profesionalisme personel, sepanjang tahun 2025 Polda Papua Tengah juga mengikutsertakan 98 personel dalam berbagai pendidikan dan pelatihan, terdiri dari 2 perwira pertama (PAMA) dan 96 bintara, melalui pendidikan pengembangan spesialisasi dan pelatihan fungsi teknis kepolisian.
Sebagai bentuk apresiasi, Polda Papua Tengah juga memberikan penghargaan (reward) kepada 7 personel yang dinilai memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi melebihi tugas dan tanggung jawabnya.
Pengawasan dan Penegakan Disiplin Personel
Di bidang pengawasan, Itwasda Polda Papua Tengah menerima 8 pengaduan masyarakat (Dumas) sepanjang tahun 2025, seluruhnya telah diverifikasi dan ditindaklanjuti. Dari jumlah tersebut, 1 pengaduan masuk dalam pengawasan, sementara 7 lainnya tidak termasuk dalam kategori pengawasan khusus.
Melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), Polda Papua Tengah juga menindak tegas pelanggaran yang dilakukan personel. Sepanjang 2025 tercatat:
59 kasus pelanggaran kode etik, dengan 37 kasus telah disidangkan dan 22 kasus masih dalam proses
66 kasus pelanggaran disiplin, dengan 52 kasus telah diselesaikan dan 14 kasus masih dalam proses
Sanksi yang dijatuhkan bervariasi, mulai dari hukuman disiplin, kode etik, pidana, hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), dan berlaku bagi personel di Polda maupun di delapan Polres jajaran.Penanganan Kasus KKB dan Gangguan Keamanan

Polda Papua Tengah juga menangani sejumlah kasus menonjol terkait kelompok kriminal bersenjata (KKB), di antaranya pembakaran bangunan warga di Kampung Kelemame, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, yang dilakukan oleh kelompok KKB pimpinan Tenius Kulua dan Halenak Murib.Selain itu, terjadi penembakan terhadap personel Polres Puncak Jaya Bripol Ronald Enoch yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dengan pelaku dari kelompok KKB pimpinan Bumiwalo Enumbi. Kasus lainnya adalah penembakan terhadap seorang purnawirawan Polri di Puncak Jaya, serta penyerangan terhadap dua personel Brimob yang juga menyebabkan korban jiwa.

Pengamanan Natal dan Tahun BaruDalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polda Papua Tengah melaksanakan operasi kepolisian terpusat yang bersifat terbuka, dengan fokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Operasi ini mengedepankan kegiatan pencegahan, didukung deteksi dini dan penegakan hukum, serta pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Tujuan utama operasi tersebut adalah menciptakan rasa aman bagi masyarakat sebelum, saat, dan sesudah perayaan Natal dan Tahun Baru, sehingga seluruh rangkaian ibadah dan perayaan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

Gambaran Umum Polda Papua Tengah: Wilayah Luas, Personel Terbatas, Tantangan Keamanan Terus DihadapiKapolda memaparkan gambaran umum kondisi organisasi, personel, anggaran, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025. Meski baru berusia sekitar satu tahun, Polda Papua Tengah terus berupaya menjalankan tugas secara optimal di tengah berbagai keterbatasan.Secara kewilayahan, Polda Papua Tengah membawahi delapan kabupaten, yakni Kabupaten Nabire sebagai ibu kota provinsi, Kabupaten Mimika, Deiyai, Dogiyai, Paniai, Puncak Jaya, Puncak, dan Intan Jaya. Wilayah hukum yang luas dengan karakter geografis yang berat menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam struktur kewilayahan, Polda Papua Tengah memiliki 8 Polres, yang didukung oleh 2 Polsek perkotaan, 9 Polsek rural, 19 Polsek pra-rural, dan 11 Polsek sektor yang tersebar di seluruh wilayah.

Keterbatasan Personel

Pada tahun 2025, jumlah personel Polda Papua Tengah dan jajaran tercatat sebanyak 3.913 personel, sementara Daftar Susunan Personel (DSP) ideal mencapai 9.907 personel. Dengan demikian, Polda Papua Tengah masih mengalami kekurangan personel sebanyak 5.989 anggota.
Adapun komposisi personel terdiri dari 1 Pejabat Tinggi (Kapolda), 43 Perwira Menengah (Pamen), 372 Perwira Pertama (Pama), 3.361 Bintara, dan 136 Tamtama. Kesenjangan antara kebutuhan ideal dan kondisi riil ini menjadi salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian di Papua Tengah.

Dukungan Anggaran
Di bidang anggaran, pada tahun 2025 Polda Papua Tengah mengelola anggaran belanja barang dan belanja modal sebesar Rp.66,17 miliar. Hingga 23 Desember 2025, realisasi anggaran mencapai sekitar Rp.64 miliar, atau 97,49 persen, menunjukkan tingkat serapan anggaran yang tinggi.
Sementara itu, pada tahun anggaran 2026, Polda Papua Tengah dan jajaran akan menerima dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar lebih dari Rp.599 miliar, yang akan digunakan untuk belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal.

Pelaksanaan Fungsi Operasional
Dalam aspek pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Direktorat Samapta menjadi unsur pelaksana tugas di bawah Kapolda Papua Tengah. Direktorat ini bertugas menyelenggarakan kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli (turjawali), Dalmas, serta fungsi SAR.
Sementara itu, pada fungsi pembinaan masyarakat (Binmas), sesuai DIPA 2025, jumlah personel Binmas tercatat 215 personel, dengan rincian 185 personel definitif dan 30 personel yang tergelar di delapan Polres jajaran. Jumlah tersebut dinilai masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan luas wilayah dan kebutuhan pelayanan masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, kegiatan Binmas yang dilaksanakan meliputi sambang kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat, penyuluhan dan pembinaan kamtibmas, revitalisasi pos keamanan lingkungan (poskamling), pembinaan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling), penyerahan bantuan sarana kontak dan alat olahraga bagi warga Muslim, janda, remaja, dan pemuda, serta kegiatan Jumat Curhat, Minggu Kasih, dan cooling system di lingkungan pendidikan.

Data Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas
Di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sepanjang tahun 2025 tercatat 340 kasus kecelakaan lalu lintas, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 269 kasus, atau naik 71 kasus.
Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan. Pada tahun 2025 tercatat 63 korban meninggal dunia, sedangkan pada tahun 2024 sebanyak 71 orang, atau turun 8 korban.
Korban luka berat pada tahun 2025 tercatat 277 orang, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebanyak 205 orang. Sementara korban luka ringan berjumlah 183 orang, naik dari 164 orang pada tahun sebelumnya.
Kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp1 miliar, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai sekitar Rp1,2 miliar, atau turun sekitar Rp116 juta.
Untuk pelanggaran lalu lintas, sepanjang 2025 tercatat 3.110 kasus, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.376 kasus, atau berkurang 266 kasus. Dari jumlah tersebut, pelanggaran berupa tilang pada tahun 2025 tercatat 1.298 kasus, turun dari 1.500 kasus pada tahun 2024.

Komitmen Pelayanan dan Keamanan
Polda Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, meski dihadapkan pada keterbatasan personel dan tantangan geografis. Upaya peningkatan profesionalisme, optimalisasi anggaran, serta pendekatan humanis kepada masyarakat akan terus menjadi prioritas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Humanis.

Refleksi Akhir Tahun 2025, Polda Papua Tengah Tegaskan Komitmen Presisi dan Pelayanan Humanis

Ditegaskan Kapolda Alfred, bahwa refleksi akhir tahun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja institusi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Tengah.
“Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan dan dinamika kamtibmas, mulai dari persoalan keamanan, ketertiban masyarakat, penegakan hukum, hingga pengawalan agenda nasional dan daerah,” disampaikan dalam sambutan tersebut.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Polda Papua Tengah menilai situasi kamtibmas sepanjang tahun 2025 secara umum dapat terjaga dengan kondusif. Hal ini tidak terlepas dari kuatnya sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, Polda Papua Tengah telah melaksanakan berbagai upaya preventif, pre-emtif, dan represif secara profesional dan humanis dengan tetap mengedepankan prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Pendekatan komunikasi yang mengutamakan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasa.
Kegiatan yang dilaksanakan akhir tahun 2025 di Mapolda Papua Tengah diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *