NABIRE, PAPUA TENGAH | GALA MANDIRI – Pemerintah Kabupaten Nabire kembali melakukan penataan aktivitas perdagangan di kawasan Terminal Oyehe. Sejumlah pedagang yang masih berjualan di sepanjang kawasan terminal diarahkan untuk berpindah ke halaman Pasar Sayang Mama-Mama Papua.
Penertiban tersebut dilakukan pada Selasa (8/9/2026) sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi Terminal Oyehe sebagaimana peruntukannya.
Kegiatan itu dilakukan atas perintah Bupati Nabire Mesak Magai dengan melibatkan Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Distrik Nabire dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire, Yermias Anouw, mengatakan penertiban telah diawali dengan sosialisasi kepada para pedagang. Pemerintah sebelumnya telah memberikan pemberitahuan agar aktivitas jual beli di kawasan Terminal Oyehe dihentikan dan dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan.
Menurut Yermias, sosialisasi dilakukan bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP pada Rabu (2/9/2026). Dalam penyampaian tersebut, pedagang diberitahukan bahwa mulai Senin (7/9/2026), kegiatan perdagangan di sepanjang kawasan terminal tidak lagi diperbolehkan.
Namun, ketika pemerintah melakukan pengecekan pada Senin sore, masih ditemukan sejumlah pedagang yang tetap berjualan di kawasan tersebut. Kondisi itu kemudian menjadi dasar dilaksanakannya penertiban pada Selasa.
Yermias menjelaskan, penataan pedagang di Terminal Oyehe sebenarnya bukan kebijakan baru. Pemerintah sebelumnya telah beberapa kali mengarahkan pedagang untuk menempati lokasi yang disediakan.
Akan tetapi, sebagian pedagang kembali berjualan di kawasan terminal karena menilai lokasi sebelumnya lebih ramai dan memiliki lebih banyak pembeli.
Dalam penataan kali ini, pemerintah kembali menawarkan halaman Pasar Sayang Mama-Mama Papua sebagai lokasi alternatif bagi pedagang untuk melanjutkan usaha.
Para pedagang pada prinsipnya menerima kebijakan tersebut, namun mereka menyampaikan sejumlah permintaan kepada pemerintah agar lokasi baru dapat mendukung aktivitas perdagangan.
Pedagang meminta adanya penempatan personel Satpol PP di sekitar kawasan pasar untuk membantu menjaga keamanan dan memberikan rasa nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Selain itu, mereka berharap akses dari arah Terminal Oyehe menuju Pasar Sayang Mama-Mama Papua dapat dibuka lebih luas. Kemudahan akses dinilai penting agar masyarakat tetap dapat menjangkau lokasi pasar dengan mudah.
Persoalan penerangan juga menjadi perhatian pedagang. Mereka meminta pemerintah menambah fasilitas lampu di dalam kawasan pasar sehingga aktivitas jual beli dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.
Pemerintah Kabupaten Nabire menyatakan akan berupaya memenuhi kebutuhan tersebut. Penataan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penertiban pedagang, tetapi juga memastikan tersedianya tempat usaha yang layak dan mampu menunjang perekonomian masyarakat.
Dengan penataan ini, pemerintah berharap Terminal Oyehe dapat kembali menjalankan fungsi utamanya, sementara aktivitas perdagangan dapat berlangsung secara lebih teratur di lokasi yang telah disediakan.
Keberlanjutan kebijakan tersebut selanjutnya bergantung pada kesiapan Pasar Sayang Mama-Mama Papua dalam menjadi pusat aktivitas ekonomi baru. Dukungan fasilitas, keamanan, penerangan serta akses yang mudah menjadi faktor penting agar pedagang dan pembeli dapat beraktivitas dengan nyaman. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment