c7bef5b8-2f60-4c16-9e52-4679dcedc46e_large_WhatsApp-Image-2026-09-08-at-12.59.30

Gubernur Papua Tengah Dorong Penyelesaian Batas Deiyai-Mimika Sebelum Natal

DEIYAI, PAPUA TENGAH | GALA MANDIRI –Persoalan tapal batas wilayah Kapiraya antara Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Gubernur Papua Tengah, Meki Fret Nawipa, menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan sebelum perayaan Natal 2026.
Komitmen itu disampaikan Meki saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deiyai, Selasa (8/9/2026). Dalam pertemuan bersama masyarakat yang berlangsung di Aula Tuyana, Waghete, sejumlah aspirasi disampaikan, salah satunya terkait kepastian batas wilayah Kapiraya.
Meki mengatakan, persoalan tapal batas tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah serta masyarakat adat yang berkepentingan.
“Pemerintah akan berupaya mencari langkah-langkah dengan melibatkan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tapal batas wilayah,” ujar Meki di hadapan masyarakat.
Menurutnya, persoalan Kapiraya perlu segera dituntaskan karena berkaitan dengan kepastian wilayah pemerintahan sekaligus kepentingan masyarakat adat yang memiliki hak ulayat di kawasan tersebut.
Proses penyelesaian nantinya akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Deiyai, Mimika, Dogiyai dan Paniai serta masyarakat adat, khususnya pemilik hak ulayat dari suku Mee dan Kamoro.
Meki menekankan bahwa komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat adat menjadi kunci agar penyelesaian batas wilayah dapat dilakukan secara damai serta tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Apa pun yang menjadi komitmen bersama melalui kesempatan ini, kita melangkah bersama untuk mencari langkah konkret menuntaskan persoalan tersebut,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kedamaian selama proses penyelesaian berlangsung. Kondisi yang aman dan kondusif dinilai penting agar proses dialog antarpihak dapat berjalan secara terbuka dan menghasilkan solusi yang dapat diterima bersama.
Gubernur menegaskan, pemerintah provinsi akan berupaya agar persoalan tapal batas Kapiraya dapat dituntaskan sebelum Natal 2026.
Selain membahas persoalan tapal batas, kunjungan kerja Meki ke Deiyai juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan di daerah. Sebelum berdialog dengan masyarakat, Gubernur mengunjungi sejumlah lokasi, termasuk SMPTK Gakokebo dan salah satu sekolah di Bomou.
Meki juga meninjau pembangunan Pasar Mama-Mama Papua serta gedung Art Gallery di Waghete.
Berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kunjungan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah kabupaten dalam menentukan langkah pembangunan selanjutnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah memastikan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan, ekonomi, kebudayaan, pelayanan publik, serta kepastian wilayah pemerintahan dan wilayah adat. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *