IMG-20260228-WA0004

DPW PAN Papua Tengah Gelar Musda DPD se-Provinsi, Konsolidasi Organisasi dan Persiapan Politik 2029

Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional Provinsi Papua Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Provinsi Papua Tengah sebagai bagian dari agenda konsolidasi organisasi dan penataan kepengurusan partai di tingkat kabupaten.

Musda yang berlangsung di Nabire pada Sabtu (28/2/2026) tersebut diikuti oleh pengurus DPW PAN Papua Tengah serta seluruh perwakilan DPD PAN dari delapan kabupaten. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat soliditas internal partai sekaligus menyelaraskan arah kebijakan organisasi dengan dinamika politik nasional dan daerah.
Musda secara resmi dibuka oleh Ketua DPW PAN Papua Tengah yang juga Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, didampingi Sekretaris DPW PAN Papua Tengah Aner Maisini serta jajaran pimpinan wilayah dan daerah.

Tekankan Nilai Spiritual dan Etika Politik
Dalam sambutannya, Deinas Geley menekankan pentingnya nilai spiritual, etika politik, dan kerendahan hati dalam menjalankan roda organisasi partai. Ia mengingatkan bahwa jabatan dan kekuasaan bersifat sementara, sementara integritas, iman, dan persatuan merupakan fondasi utama dalam membangun partai politik yang kuat dan berkelanjutan.
“Setiap perencanaan dan langkah politik harus selalu mengedepankan Tuhan. Jabatan tidak abadi, tetapi nilai dan tanggung jawab kepada rakyat itulah yang harus kita jaga,” ujar Deinas.
Ia juga mengapresiasi peran seluruh kader PAN di Papua Tengah yang dinilainya telah bekerja dengan tenang, solid, dan menjunjung tinggi disiplin organisasi sejak terbentuknya provinsi baru tersebut.
Jaga Persatuan Papua Tengah
Deinas menegaskan pentingnya menjaga persatuan di Papua Tengah dengan menanggalkan politik identitas berbasis suku atau kelompok. Menurutnya, keberhasilan pembangunan dan stabilitas politik di Papua Tengah hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat bersatu sebagai satu kesatuan orang Papua.
“Tidak boleh lagi kita terpecah karena perbedaan latar belakang. Papua Tengah adalah rumah bersama yang harus kita jaga dan bangun secara kolektif,” tegasnya.
Ia menilai, soliditas internal PAN Papua Tengah hingga saat ini menjadi contoh bahwa perbedaan dapat dikelola dengan baik melalui komunikasi dan komitmen bersama.
Mekanisme Penataan Kepengurusan
Terkait penataan kepengurusan DPD PAN kabupaten, Deinas menjelaskan bahwa Musda dilaksanakan sesuai dengan ketentuan organisasi yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, yakni melalui pengusulan tiga nama calon pengurus dari masing-masing DPD untuk kemudian ditetapkan oleh DPP.
Ia menegaskan bahwa seluruh kader wajib menghormati dan menerima keputusan pusat sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang hierarkis dan demokratis.
“Sebagai kader partai, kita terikat pada aturan organisasi. Apapun keputusan DPP PAN harus kita terima dan laksanakan secara bertanggung jawab,” katanya.
Antisipasi Dinamika Politik dan Pemilu 2029
Dalam forum Musda tersebut, Deinas Geley juga menyinggung dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2029, termasuk kemungkinan perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah. Ia meminta seluruh pengurus PAN di Papua Tengah untuk bersiap menghadapi berbagai skenario politik dengan memperkuat struktur partai dan basis dukungan di daerah.
Menurutnya, penguatan perolehan kursi legislatif di tingkat kabupaten menjadi kunci strategis bagi PAN untuk menyiapkan kader-kader potensial yang dapat diusung dalam kontestasi politik ke depan.
“Kita harus siap dengan berbagai opsi. Mesin partai harus bekerja dari sekarang, bukan menjelang pemilu,” ujarnya.
Transparansi dan Penguatan Kelembagaan Partai
Dalam kesempatan tersebut, Deinas juga menyampaikan secara terbuka kondisi keuangan dan pengelolaan organisasi DPW PAN Papua Tengah, termasuk rencana jangka panjang pembangunan kantor partai sebagai bagian dari penguatan kelembagaan.
Ia menegaskan bahwa seluruh dana partai dikelola sesuai aturan dan diarahkan untuk kepentingan organisasi, bukan kepentingan pribadi.
Konsolidasi Menuju Agenda Politik Mendatang
Musda DPD PAN se-Provinsi Papua Tengah ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal partai, meningkatkan disiplin organisasi, serta memantapkan kesiapan PAN Papua Tengah menghadapi agenda politik nasional dan daerah ke depan.
Dengan soliditas internal dan penguatan struktur organisasi, PAN Papua Tengah menargetkan dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam pembangunan daerah serta dalam percaturan politik nasional menuju Pemilu 2029.

DPP PAN Laksamana Konsolidasi Lewat Virtual Zoom

Pasca pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Amanat Nasional (PAN) se-Provinsi Papua Tengah, agenda kegiatan dilanjutkan dengan konsolidasi partai yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom. Konsolidasi tersebut dipandu langsung oleh jajaran DPP PAN dan dipimpin oleh Ketua Umum Zulkifli Hasan.

Dalam arahannya, Zulkifli Hasan menyampaikan sejumlah perkembangan politik nasional yang perlu menjadi perhatian seluruh kader. Ia menyinggung kemungkinan perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah, di mana Pilkada, baik untuk Gubernur maupun Bupati, berpotensi dipilih melalui DPRD. Menurutnya, dinamika tersebut harus disikapi dengan kesiapan dan strategi yang matang oleh seluruh struktur partai.
Karena itu, Ketua Umum DPP PAN meminta seluruh pengurus, baik di tingkat DPW (provinsi) maupun DPD (kabupaten/kota), serta seluruh kader, untuk mempersiapkan diri secara serius. Ia menegaskan pentingnya perjuangan merebut kursi pimpinan DPRD, minimal posisi Wakil Ketua, sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi politik partai di daerah.
Konsolidasi nasional melalui Zoom tersebut diikuti oleh seluruh jajaran DPW dan DPD PAN se-Indonesia, sebagai bagian dari penguatan soliditas dan penyamaan visi menghadapi tantangan politik ke depan. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *