







module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 44;


“Seribu takjil ini kami bagikan kepada masyarakat yang melintas dan membutuhkan. Tujuannya sederhana, yakni berbagi berkah dan menjadikan kegiatan ini sebagai penguat silaturahmi serta toleransi di tengah masyarakat Nabire yang majemuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan hasil musyawarah dan kebersamaan jajaran GP Ansor dari empat distrik di Kabupaten Nabire, yakni Distrik Makimi, Nabire Kota, Wanggar, dan Nabire Barat. Seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) terlibat langsung sesuai instruksi Pimpinan Cabang GP Ansor Nabire.
“Kami awali dari pengurus cabang, kemudian berkoordinasi dengan PAC di empat distrik. Alhamdulillah, dengan kebersamaan ini kegiatan bisa terlaksana dengan baik,” jelas Lugos.
Selain berbagi takjil, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan keberadaan Kantor Sekretariat PWNU Papua Tengah, MUI Papua Tengah, serta Muslimat NU Papua Tengah kepada masyarakat luas. Menurutnya, kantor tersebut merupakan pusat aktivitas keorganisasian NU di tingkat provinsi.
Terkait pembiayaan, Lugos menegaskan bahwa seluruh dana kegiatan berasal dari swadaya dan donasi internal anggota GP Ansor dari masing-masing distrik, tanpa adanya pungutan atau permintaan bantuan dari pihak luar.
“Kami murni menggunakan donasi anggota. Semua digabungkan dari distrik-distrik, sebagai bentuk keikhlasan dan kebersamaan kader Ansor,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Banser Nabire, Eko Purwanto, menuturkan bahwa pembagian takjil tersebut merupakan bagian dari pendidikan sosial bagi kader Ansor dan Banser dalam menghormati perbedaan.
“Kami membagikan takjil kepada siapa pun yang melintas di jalan ini. Bukan hanya untuk yang berpuasa, tetapi untuk semua. Puasa mengajarkan kita untuk mengoreksi diri, menghargai, dan menghormati sesama tanpa melihat latar belakang apa pun,” katanya.
Menurut Eko, keberagaman suku dan agama di Kabupaten Nabire justru menjadi kekuatan utama untuk menumbuhkan sikap saling menghargai dan menjaga harmoni sosial.
“Di sinilah letak toleransi kita, saling berbagi dan saling menghormati dalam kondisi apa pun,” tambahnya.

“Kami dari Indonesia Kijang Club berkolaborasi dengan GP Ansor untuk menggelar kegiatan sosial berbagi takjil. Harapannya, tumbuh rasa solidaritas, toleransi, dan kepekaan sosial antarwarga, khususnya di Kabupaten Nabire,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kolaborasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan IKC Nabire bersama GP Ansor dan keluarga besar NU. Ke depan, pihaknya berharap komunikasi dan kerja sama lintas komunitas dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial lainnya.
Aksi sosial ini pun mendapat respons positif dari masyarakat, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan lintas organisasi dan komunitas mampu memperkuat persaudaraan serta toleransi di tengah keberagaman Papua Tengah. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment