
NABIRE, Papua Tengah-GALA MANDIRI – Ketua Umum Gereja Pentakosta di Papua (GPDP), Pdt. Dr. Robert Rulan Marini, M.Th, menekankan pentingnya membangun fondasi pelayanan yang kokoh dalam momentum Sidang Daerah (SIDA) GPDP di Papua Tengah.

Dalam sambutannya, ia mengibaratkan pelayanan gereja seperti bangunan yang harus berdiri di atas dasar yang kuat. Menurutnya, tanpa fondasi yang kokoh, organisasi akan mudah goyah menghadapi tantangan, layaknya bangunan yang roboh diterpa ombak. Sebaliknya, dasar yang kuat akan membuat pelayanan tetap berdiri teguh meski menghadapi berbagai dinamika.
“Jika dasar tidak kuat, ombak datang akan merobohkan. Namun jika dasar kuat, ombak datang dan pergi, tetapi bangunan tetap berdiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran GPDP di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Tengah harus mampu meletakkan dasar pelayanan yang kokoh, sekaligus memancarkan nilai-nilai iman melalui tiang-tiang pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, GPDP juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam pembinaan mental spiritual dan moralitas masyarakat. Melalui mimbar gereja, GPDP berkomitmen terus menyuarakan pesan damai, kerukunan, dan persatuan antarumat beragama di Papua Tengah.
“Dukungan terhadap pembangunan daerah tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga dari kematangan spiritual dan karakter masyarakatnya,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan tersebut, GPDP akan membentuk struktur pelayanan daerah guna memperkuat koordinasi dengan pemerintah, demi mewujudkan Papua Tengah yang mandiri, sejahtera, aman, dan damai.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum juga memberikan pesan kepada para pengurus Badan Pekerja Daerah (BPD) dan Badan Pengurus Badan Gereja (BPBG) periode 2025–2030 yang akan segera dilantik. Ia menegaskan bahwa tugas kepengurusan bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan pelayanan.
“Tugas ini adalah panggilan Tuhan, bukan sekadar kepentingan organisasi atau keinginan pribadi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang melayani, integritas, serta kehidupan yang kudus sebagai teladan bagi jemaat. Para pengurus diharapkan memiliki wawasan luas, loyalitas tinggi, serta mampu menjalankan tanggung jawab operasional organisasi dengan penuh dedikasi.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta sidang untuk mengedepankan semangat musyawarah dalam setiap pembahasan, serta menghindari kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih besar bagi pelayanan dan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, ia memohon kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang diwakili oleh Asisten III untuk memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi Sidang Daerah GPDP tersebut.

Sidang Daerah ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam merumuskan program kerja, memperkuat koordinasi antarjemaat, serta menentukan arah pelayanan GPDP di Papua Tengah ke depan. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment