NABIRE, PAPUA TENGAH – GALA MANDIRI – Ketua Yayasan Pendidikan Bethel Indonesia (YPBI) Sion Nabire, Daud Monei, berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, dapat segera beroperasi untuk melayani kebutuhan gizi para pelajar di wilayah tersebut.
Harapan itu disampaikan Daud Monei saat ditemui di Manase Beach Nabire, Selasa (28/7/2026), sebelum mengikuti rapat pematangan menuju Musyawarah Besar (Mubes) 6 Suku Pesisir dan Kepulauan.
Menurut Daud, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto memiliki dampak yang sangat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di Papua Tengah. Program tersebut dinilai tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki daya saing di masa depan.
“Program MBG ini sangat baik karena menyentuh kebutuhan dasar anak-anak kita. Dengan asupan gizi yang cukup, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik, tumbuh sehat, dan menjadi generasi penerus yang berkualitas,” ujar Daud.
Selain memberikan manfaat langsung kepada peserta didik, Daud menilai program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Kehadiran dapur-dapur MBG di berbagai daerah mampu membuka lapangan pekerjaan baru, mengurangi angka pengangguran, serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga usaha mikro dan kecil.

“Program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Banyak sektor yang terlibat, mulai dari petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM. Pada akhirnya program ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Namun demikian, Daud mengaku hingga saat ini para siswa yang berada di bawah naungan YPBI Sion Nabire belum merasakan manfaat Program MBG karena belum adanya dapur atau SPPG yang melayani wilayah Samabusa dan sekitarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan pengamatannya, hingga kini belum terlihat aktivitas penyaluran MBG di kawasan Samabusa. Karena itu, pihaknya sangat berharap agar SPPG Samabusa yang direncanakan beroperasi di Distrik Teluk Kimi dapat segera difungsikan sehingga pelayanan MBG dapat menjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah tersebut.
“Kami berharap MBG ini secepatnya direalisasikan di wilayah Samabusa. Kehadiran program ini akan sangat membantu para murid dan juga orang tua yang ada di sekitar Samabusa. Sampai saat ini kami belum melihat adanya pelayanan MBG yang berjalan di wilayah kami,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Daud berharap apabila SPPG Samabusa mulai beroperasi, maka YPBI Sion Nabire dapat menjadi salah satu sekolah yang diprioritaskan dalam pelayanan program tersebut. Menurutnya, lokasi sekolah yang berada di kawasan Samabusa dan jumlah peserta didik yang cukup banyak menjadi pertimbangan penting agar para siswa dapat segera menerima manfaat Program MBG.
“Kami berharap ketika dapur MBG di Samabusa sudah beroperasi, YPBI Sion Nabire bisa menjadi salah satu prioritas penerima manfaat. Kami berada dalam satu wilayah layanan dan aktivitas pendidikan berjalan setiap hari. Tentunya program ini akan sangat membantu siswa-siswi kami,” ujarnya.
Daud juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Ia berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau seluruh anak sekolah tanpa terkecuali, termasuk sekolah-sekolah swasta yang selama ini belum mendapatkan layanan MBG.
“Harapan kami, program ini terus berjalan dan semakin luas menjangkau anak-anak Papua Tengah. Karena melalui pemenuhan gizi yang baik, kita sedang mempersiapkan masa depan generasi Papua yang lebih sehat, cerdas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tutup Daud Monei. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment