Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Kepolisian Daerah Papua Tengah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka memastikan kesiapan pelayanan dan pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Papua Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (10/3/2026).
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kapolda Kombes Pol.Jermias Rontini.Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi guna menjamin keamanan serta kelancaran perayaan Idul Fitri di seluruh wilayah provinsi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan BUMN, kementerian, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Kapolda Papua Tengah menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektoral merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh tahapan pengamanan berjalan secara maksimal. Menurutnya, kondisi geografis serta karakteristik sosial masyarakat di Papua Tengah yang beragam memerlukan kerja sama yang kuat dan terkoordinasi dari seluruh pihak.
“Sinergi antarinstansi sangat penting agar pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri,” ujar Kapolda dalam rapat tersebut.

Dalam rangka mendukung pengamanan Lebaran tahun ini, Polda Papua Tengah akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di berbagai titik strategis. Secara keseluruhan akan disiapkan 13 pos pengamanan, 10 pos pelayanan, serta 8 pos terpadu yang tersebar di beberapa wilayah di Papua Tengah.
Selain itu, aparat keamanan juga memberikan perhatian khusus terhadap 179 titik kerawanan yang meliputi tempat ibadah, pusat keramaian, bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan, serta jalur transportasi yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat menjelang dan sesudah Lebaran.
Untuk mendukung pelaksanaan pengamanan tersebut, Polda Papua Tengah akan mengerahkan sekitar 720 personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Dalam paparan yang disampaikan pada rapat tersebut juga disebutkan bahwa angka kriminalitas selama periode Lebaran menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 37 kasus kriminalitas, sementara pada tahun 2025 menurun menjadi 32 kasus.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley mengingatkan adanya potensi gangguan keamanan yang bisa muncul menjelang perayaan Idul Fitri, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas sosial dan ekonomi.
Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik serta situasi keamanan tetap kondusif.
“Setiap tahun menjelang Idulfitri mobilitas masyarakat meningkat. Karena itu koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar keamanan dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” kata Deinas.

Selain aspek keamanan, ia juga menyoroti pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama di Papua Tengah yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan agama.
Menurutnya, perayaan hari besar keagamaan seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Di Papua Tengah ada banyak agama yang merayakan hari besar masing-masing. Karena itu kita harus saling menghargai dan saling menghormati agar situasi tetap aman dan damai,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah daerah bersama aparat keamanan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, pengamanan tempat ibadah, hingga pengaturan arus transportasi selama periode Lebaran.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap sinergi lintas sektor dalam Operasi Ketupat 2026 mampu menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman.
Jika Anda ingin, saya juga bisa membuat versi yang lebih ringkas dan tajam seperti gaya berita media nasional agar lebih kuat untuk portal berita. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment