Nabire, Papua Tengah– GALA MANDIRI – Pemerintah Kabupaten Nabire mulai melaksanakan tahapan penting dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026 melalui pelaksanaan Assessment Center yang digelar selama tiga hari, sejak 5 hingga 7 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Nabire.
Pembukaan seleksi tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, pada Senin (5/1/2026), dan diikuti oleh para peserta seleksi serta tim panitia dan assessor independen.
Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai menegaskan bahwa seleksi terbuka ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire dalam membangun sistem birokrasi yang kuat, profesional, dan taat hukum, khususnya pada jabatan strategis setingkat eselon II.
Menurutnya, sebagai kabupaten induk dan pusat aktivitas pemerintahan di Provinsi Papua Tengah, Nabire dituntut memiliki tata kelola pemerintahan yang tertib, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, seluruh proses pengisian jabatan harus berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Seleksi ini adalah mekanisme resmi untuk memastikan bahwa pejabat yang menduduki jabatan strategis benar-benar memiliki kapasitas dan kompetensi yang dibutuhkan,” tegas Mesak Magai.
Bupati juga mengingatkan para peserta bahwa dinamika karier ASN, baik berupa promosi, mutasi maupun rotasi jabatan, merupakan hal yang wajar. Setiap ASN, kata dia, telah terikat sumpah jabatan untuk siap ditempatkan di mana pun demi kepentingan pelayanan publik.
Ia turut membandingkan dinamika birokrasi dengan dunia politik. Jika dalam politik terdapat kompetisi menang dan kalah, maka dalam birokrasi, penempatan jabatan harus dipahami sebagai penugasan profesional, bukan sebagai ajang kepentingan politik.
Lebih lanjut, Mesak Magai menekankan tiga nilai utama yang wajib dimiliki oleh seorang pejabat, yakni kualitas, integritas, dan moralitas. Ketiga pilar tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Pemkab Nabire, lanjutnya, berkomitmen menjadikan pelaksanaan seleksi terbuka JPT Pratama ini sebagai contoh bagi daerah lain, khususnya kabupaten-kabupaten di wilayah pedalaman, dalam menerapkan manajemen ASN yang profesional dan berdisiplin.
Terkait kondisi pasca-Pilkada, Bupati menegaskan bahwa kebijakan pengisian jabatan tidak boleh dipengaruhi oleh sentimen politik. Seluruh keputusan harus didasarkan pada aturan, sistem merit, serta hasil seleksi yang objektif.
Pada kesempatan itu, Bupati Mesak Magai juga menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi dan tim assessor, termasuk para penilai dari luar daerah, yang diharapkan mampu memberikan penilaian secara independen dan kredibel.
Menutup sambutannya, Bupati secara resmi membuka rangkaian seleksi terbuka JPT Pratama dan berharap proses ini dapat melahirkan pemimpin perangkat daerah yang amanah, berintegritas, serta mampu mendorong perubahan positif bagi kemajuan Kabupaten Nabire.(RED-GALA MANDIRI)
Pemkab Nabire Uji Kompetensi Calon Pejabat Eselon II, Bupati Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Berita DaerahBerita NabireBerita Papua TengahBerita PendidikanBerita PolitikBerita Sosial dan Budaya


Leave A Comment