IMG_20260831_003519_167

Jelang Sidang Kelima Kasus Pembunuhan Remaja Waroki, Polres Nabire Kerahkan 300 Personel

NABIRE, PAPUA TENGAH – GALA MANDIRI- Pengamanan ketat disiapkan Polres Nabire menjelang pelaksanaan sidang kelima perkara pembunuhan seorang remaja di Kampung Waroki, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Sidang yang dijadwalkan berlangsung Senin (31/8/2026) tersebut memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama proses persidangan maupun kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat, Polres Nabire menyiagakan lebih dari 300 personel gabungan.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR mengatakan, pengerahan personel merupakan bagian dari langkah pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, aman, dan kondusif.
Menurut Samuel Tatiratu, penyampaian aspirasi yang direncanakan bersamaan dengan agenda persidangan pada prinsipnya merupakan kegiatan damai. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat yang terlibat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Nabire setelah mengikuti rapat koordinasi pada Minggu (30/8/2026) malam. Rapat tersebut melibatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Nabire, koordinator aksi, Ketua DPRK Nabire, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak, serta sejumlah pejabat utama Polres Nabire.
Dalam koordinasi tersebut, seluruh pihak membahas kesiapan pengamanan sekaligus menyamakan persepsi agar pelaksanaan penyampaian aspirasi tidak berkembang menjadi tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Tatiratu menegaskan bahwa aparat kepolisian akan menjalankan pengamanan sesuai prosedur tetap (protap). Namun, pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata mengedepankan tindakan represif. Apabila situasi berlangsung aman dan tertib, personel kepolisian akan berbaur bersama masyarakat untuk menjaga keamanan.
“Pada intinya kita menyepakati bahwa besok itu pelaksanaan penyampaian orasi damai. Orasi ini bersifat damai,” ujarnya.
Ia mengatakan, kepolisian hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum. Karena itu, komunikasi dan kerja sama antara aparat, koordinator aksi, tokoh masyarakat, serta peserta aksi dinilai penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman.
“Kalau semuanya menyepakati rasa aman, damai dalam penyampaian orasi itu, kami semua anggota juga akan berbaur di dalam. Kami polisi ada karena masyarakat,” katanya.
Kapolres juga mengingatkan peserta aksi agar menjadikan pengalaman dari kejadian-kejadian sebelumnya sebagai pembelajaran. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat, namun harus dilakukan dengan tetap memperhatikan ketertiban dan menghormati proses persidangan.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya persidangan.
“Kita semua mau dewasa, maka mari kita bersama-sama berbaur, kita duduk saling menjaga keamanan bersama, menghargai persidangan yang berlangsung,” ungkapnya.
Selain kesiapan personel, Polres Nabire juga menaruh perhatian terhadap potensi adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba memanfaatkan situasi untuk memicu kericuhan. Kapolres mengingatkan agar peserta maupun masyarakat tidak memberikan ruang bagi pihak yang berniat mengacaukan kegiatan.
Samuel meminta seluruh elemen yang hadir ikut mengawasi situasi dan segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
“Tidak mengizinkan jangan sampai terjadi ada penyusupan dari pihak-pihak yang menginginkan chaos,” tegas Kapolres.
Di sisi lain, Kapolres mengimbau masyarakat Kabupaten Nabire agar tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir dengan adanya pelaksanaan sidang maupun penyampaian aspirasi, selama seluruh pihak dapat menjaga ketertiban.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu provokatif, informasi yang belum terverifikasi, maupun kabar yang berpotensi memperkeruh suasana.
Polres Nabire memastikan kesiapan pengamanan akan dilakukan secara maksimal dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, serta penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Dengan pengamanan tersebut, diharapkan sidang kelima kasus pembunuhan remaja di Kampung Waroki dapat berlangsung lancar, sementara penyampaian aspirasi masyarakat tetap berjalan secara damai tanpa mengganggu proses hukum yang sedang berlangsung. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *