IMG-20260219-WA0004(1)

Remaja 16 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Gantung Diri di Siriwini Nabire

 

Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Warga Jalan DS. Yan Mamoribo, Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire, digegerkan dengan penemuan seorang remaja laki-laki dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) dini hari sekitar pukul 05.20 WIT.
Korban diketahui bernama Rafael Warfumulena Sawaka (16), seorang pelajar kelas VIII SMA Negeri 3 Nabire. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumahnya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh kakak kandung korban, Risky Warfumulena Sawaka (32). Sekitar pukul 04.00 WIT, saksi terbangun dan saat membuka pintu kamar, ia mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung pada seutas tali tambang berwarna hijau.
Sebelumnya, pada pukul 21.00 WIT, korban diketahui baru pulang ke rumah setelah bekerja membantu pembangunan garasi di daerah Karang Tumaritis. Korban sempat berbincang dengan kakaknya sebelum beristirahat. Pada pukul 02.00 WIT dini hari, korban juga sempat membangunkan saksi untuk mencari pengisi daya telepon genggam miliknya.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi bersama anggota keluarga lainnya berupaya memberikan pertolongan pertama berupa pompa jantung dan segera membawa korban ke RSUD Nabire. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.


Ketua RT 009 Kelurahan Siriwini, Marsel Sawaka, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nabire Kota sekitar pukul 05.10 WIT bersama pihak keluarga.
Personel Polsek Nabire Kota yang dipimpin Kanit Samapta IPTU F.H. Ainusi bersama anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 05.20 WIT. Petugas melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa seutas tali tambang hijau dan satu buah ember yang diduga digunakan sebagai pijakan, serta membuat Visum et Repertum (VER).
Jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka di Jalan DS. Yan Mamoribo, Kelurahan Siriwini, untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kondisi psikologis anggota keluarga, terutama remaja, serta segera mencari bantuan jika menemukan tanda-tanda gangguan emosional atau tekanan mental.
Jika Anda atau orang di sekitar Anda membutuhkan dukungan, jangan ragu untuk menghubungi layanan kesehatan terdekat atau tenaga profesional guna mendapatkan pendampingan. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *