Nabire, Papua Tengah–GALA MANDIRI – Para juara lomba menulis karya jurnalistik kategori straight news tingkat SMA/SMK pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Papua Tengah berbagi pengalaman, tantangan, dan harapan mereka kepada media, usai menerima penghargaan.

Roihan Fadhil Pamungkas (SMAN 2 Nabire), peraih juara 1, mengaku lomba tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi jurnalistik. Ia menilai ajang ini menjadi wadah awal untuk mengembangkan diri dan menapaki cita-citanya menjadi seorang jurnalis setelah lulus sekolah.
“Ini lomba pertama yang saya ikuti. Saya merasa ini menjadi awal untuk saya berkembang dan mungkin ke depan menjadi seorang jurnalis,” ujarnya.
Roihan juga menceritakan sejumlah kendala yang dihadapinya, mulai dari keterbatasan waktu karena padatnya aktivitas sekolah dan organisasi, hingga tantangan di lapangan saat mencari lokasi narasumber. Ia bahkan sempat tersesat sebelum akhirnya menemukan lokasi dan melakukan wawancara.
Tak hanya itu, kendala jaringan internet juga menjadi hambatan saat pengiriman naskah. “Saya sempat berulang kali gagal mengirim karena jaringan. Akhirnya saya kirim larut malam agar bisa terkirim,” katanya.
Ia berharap ke depan PWI Papua Tengah terus menghadirkan wadah serupa bagi generasi muda agar semakin banyak pelajar yang tertarik dan berkembang di dunia jurnalistik.

Hal senada disampaikan Kania Masambe (SMK Kristen Anak Panah) yang menjadi juara 2.
Ia mengaku baru pertama kali mengikuti lomba jurnalistik dan tertarik karena mendapat kesempatan untuk menggali informasi, mengolah berita, hingga menyusunnya menjadi karya yang layak dibaca publik.
“Melalui lomba ini saya bisa belajar mencari berita, mengelolanya, lalu menyampaikan kepada masyarakat luas,” tuturnya.
Kania berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan lebih dikembangkan agar semakin banyak pelajar yang terlibat dan mendapatkan pengalaman berharga di bidang jurnalistik.

Sementara itu, juara 3, Tadius Degei (SMKN 2 Nabire) yang meraih juara tiga mengaku bangga dan termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan menulisnya. Ia menyebut kemenangan ini menjadi penyemangat untuk mengikuti ajang-ajang berikutnya.
“Senang sekali bisa juara. Ini menjadi motivasi agar ke depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya singkat.

Sedangkan juara 4, Novia Ismawati (SMAN 2 Nabire) mengaku awalnya hanya mencoba-coba mengikuti lomba tersebut tanpa ekspektasi tinggi. Namun tak disangka, ia berhasil meraih juara.
“Awalnya hanya iseng ikut, ternyata bisa juara. Ini pengalaman pertama saya,” katanya.
Ia juga mengakui sempat mengalami kendala teknis saat pengiriman naskah karena pernah salah mengirim email kosong. Meski begitu, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga baginya.
Novia berharap ajang jurnalistik seperti ini semakin dikenal luas dan dapat membantu generasi muda dalam mengembangkan bakat menulis serta keberanian menyampaikan informasi kepada publik.
Melalui lomba karya jurnalistik dalam rangka HPN 2026 ini, PWI Provinsi Papua Tengah dinilai berhasil membuka ruang belajar sekaligus memupuk minat generasi muda terhadap dunia pers, sekaligus menyiapkan calon-calon jurnalis masa depan dari Papua Tengah.
HPN 2026, PWI Papua Tengah Libatkan 80 Siswa SMA/SMK di Nabire dalam Lomba Jurnalistik

Sementara itu Ketua Panitia HPN 2026 PWI Papua Tengah Jodevri Panjaitan, dalam laporannya menerangkan, bahwa rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional 2026 tingkat Papua Tengah dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Kegiatan tersebut diselenggarakan bertepatan dengan 14 Februari 2026, sementara puncak peringatan HPN secara nasional jatuh pada 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja PWI Papua Tengah, sekaligus upaya melihat dan menggali potensi siswa-siswi di Kabupaten Nabire agar lebih mengenal dunia jurnalistik sejak dini.
“Jurnalistik ini sangat penting, apalagi di tengah maraknya isu hoaks dan berita bohong. Kami berharap pers bisa hadir di sekolah-sekolah untuk meningkatkan literasi dan kualitas informasi di kalangan pelajar,” ujarnya.

Lomba karya jurnalistik straight news yang digelar dalam rangka HPN 2026 diikuti oleh 80 siswa-siswi dari berbagai SMA dan SMK se-Kabupaten Nabire. Panitia mendistribusikan informasi dan undangan lomba ke 20 SMA dan SMK, bahkan hingga wilayah Napan.
Dalam mekanisme lomba, peserta diberikan tiga tema utama. Tema pertama mengacu pada tema nasional HPN 2026, yakni “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Sementara dua tema tambahan yang ditetapkan panitia adalah “Sekolah Sepanjang Hari” dan “Makan Bergizi Gratis”, yang dinilai relevan dengan kehidupan para pelajar.
Untuk aspek penilaian, panitia menyerahkan proses tersebut kepada Ketua PWI dan jajaran, yang kemudian dinilai oleh tiga juri terdiri dari wartawan senior yang kompeten, tidak hanya dari Nabire tetapi juga melibatkan unsur PWI di Papua.

Penerimaan karya peserta ditutup pada 5 Februari 2026, sesuai dengan jadwal yang telah diumumkan melalui flyer resmi panitia. Meski masih ada karya yang masuk setelah batas waktu, panitia tetap berkomitmen menutup pendaftaran sesuai jadwal yang ditentukan.
“Kami tetap konsisten dengan komitmen yang sudah disampaikan. Setelah tanggal 5 Februari, tidak ada lagi penambahan karya yang diterima,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jodevri berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda PWI semata, tetapi juga mendorong sekolah-sekolah untuk lebih mengedepankan kegiatan jurnalistik sebagai sarana edukasi dan pembentukan karakter siswa.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah memberikan dukungan, di antaranya Wakil Ketua II DPRP Papua Tengah Dr. Dr. Andus Petrus Isaksuri, anggota DPR Papua Tengah Nensi Natalia Raweyai, serta anggota DPR Papua Tengah Catherine Marwanaya.
Rencananya, ketiga tokoh tersebut dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, meski hingga laporan disampaikan, kehadiran mereka masih menunggu konfirmasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PWI Papua Tengah berharap semangat Hari Pers Nasional 2026 dapat semakin menumbuhkan kesadaran literasi, memperkuat peran pers, serta membangun generasi muda yang kritis dan berintegritas di Papua Tengah. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment