
NABIRE, PAPUA TENGAH | GALA MANDIRI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Puncak menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Golkar Kabupaten Puncak, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Home Stay Swis, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dan dihadiri sejumlah tokoh serta jajaran pengurus Partai Golkar, baik dari tingkat Provinsi Papua Tengah maupun dari sejumlah kabupaten di wilayah Papua Tengah.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pertimbangan DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Tengah sekaligus Plt. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Nabire, Amirullah Hasyim, S.Sos., M.Si., Ketua Harian DPD I Partai Golkar Papua Tengah Willem Wandik, S.E., M.Si., serta sejumlah pengurus dan kader Partai Golkar lainnya.

Diawali doa yang dipimpin Merry C.Yoweni, S.H., M.H., Musda IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi internal partai di tingkat kabupaten. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat soliditas organisasi, menyatukan langkah seluruh kader, serta menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi keberlangsungan Partai Golkar di Kabupaten Puncak.

Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Musda IV Kristovel Mara, A.Md.Tek., yang juga menjabat sebagai Plt. Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak, menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan kegiatan telah dilakukan dengan penuh tanggung jawab, meskipun panitia menghadapi sejumlah keterbatasan.
Ia menjelaskan, sebanyak 25 kecamatan di Kabupaten Puncak telah mendapatkan undangan dan perwakilan peserta dapat hadir untuk mengikuti pelaksanaan Musda di Nabire.
Menurut Kristovel, persiapan Musda telah dilakukan kurang lebih selama satu setengah bulan. Namun, proses persiapan sempat menunggu kepastian waktu pelaksanaan karena tanggal Musda belum ditetapkan secara resmi.
“Persiapan kami laksanakan kurang lebih satu setengah bulan untuk menyiapkan Musda Puncak. Saat itu tanggal pelaksanaan masih belum ditetapkan, sehingga kami harus menunggu instruksi dan perintah dari DPD I Papua Tengah,” jelasnya dalam laporan panitia.
Ia mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena DPD I Partai Golkar Papua Tengah tidak hanya melakukan konsolidasi untuk Kabupaten Puncak, tetapi juga harus mengatur agenda Musda di sejumlah kabupaten lainnya. Karena itu, panitia Kabupaten Puncak harus menyesuaikan seluruh tahapan dengan arahan dan keputusan dari tingkat provinsi.
Kristovel menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan Musda akhirnya dapat digelar.

Ia juga mengakui bahwa Kabupaten Puncak masih menghadapi keterbatasan fasilitas untuk menyelenggarakan kegiatan organisasi dalam skala besar. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat panitia untuk menyukseskan Musda IV.
“Memang kami tidak terlalu memiliki fasilitas yang cukup baik, tetapi hal itu tidak mengurangi semangat kami. Kami tetap berupaya menyiapkan kegiatan musyawarah ini dengan menggunakan fasilitas yang ada dan kami anggap representatif,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai keterbatasan yang ada justru menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi panitia maupun jajaran Partai Golkar di Kabupaten Puncak. Ia berharap pelaksanaan Musda tersebut dapat menjadi gambaran dan referensi bagi penyelenggaraan Musda di kabupaten lainnya di Provinsi Papua Tengah.
Selain kesiapan tempat dan teknis kegiatan, panitia juga menegaskan pentingnya tertib administrasi peserta. Kristovel menjelaskan bahwa setiap peserta yang mengikuti Musda diwajibkan melakukan registrasi dan membawa surat mandat sebagai bukti resmi keterwakilan.
“Untuk peserta, pada saat registrasi kami menggunakan daftar hadir. Kalau tidak membawa surat mandat, tidak bisa masuk. Itu sudah sesuai dengan SOP dan petunjuk yang disampaikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga melaporkan kehadiran sejumlah organisasi pendiri dan organisasi yang mendirikan Partai Golkar. Perwakilan Kosgoro 1957 turut hadir dalam kegiatan tersebut, sementara perwakilan MKGR dan Soksi disebut masih dalam proses kehadiran.
Kehadiran organisasi pendiri dan organisasi yang mendirikan Partai Golkar dinilai penting dalam menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat konsolidasi internal partai.
Kristovel berharap seluruh rangkaian Musda IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai.
Ia menegaskan bahwa seluruh panitia telah berupaya menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada, dengan mengedepankan rasa tanggung jawab demi suksesnya pelaksanaan Musda.
“Kami hanya melaksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan berharap proses pelaksanaan musyawarah ini bisa berjalan dengan baik dari awal sampai akhir,” katanya.
Musda Dibuka Wakil Bupati Puncak Secara Resmi

Musda IV DPD II Partai Golkar itu sendiri dibuka Wakil Bupati Kabupaten Puncak Naftali Akawal bersama Ketua Harian DPD I Partai Golkar Papua Tengah Willem Wandik, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Papua Tengah Amirullah Hasyim, Ketua Panitia Kristovel Mara, Bendahara Nasrul.

Musda IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi untuk memilih dan menetapkan kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi serta membangun kebersamaan seluruh kader Partai Golkar di Kabupaten Puncak.

Dengan terlaksananya Musda tersebut, jajaran Partai Golkar Kabupaten Puncak diharapkan semakin solid dan mampu menjalankan roda organisasi secara efektif, sekaligus memperkuat koordinasi dengan DPD I Partai Golkar Papua Tengah serta seluruh elemen partai di tingkat kabupaten.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda Musda sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi Partai Golkar. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment