
“Willem Wandik Targetkan Lima hingga Enam Kursi DPRD”
NABIRE, PAPUA TENGAH | GALA MANDIRI – Ketua Harian DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Tengah, Willem Wandik, S.E., M.Si, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak merupakan bagian penting dari konsolidasi internal partai sekaligus langkah awal mempersiapkan kekuatan politik menghadapi agenda pemilu mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Willem Wandik saat menghadiri Musda IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak yang digelar di Home Stay Swis, Nabire, Jumat (11/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Wandik menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader, senior, panitia, serta jajaran pengurus Partai Golkar yang telah bekerja sehingga pelaksanaan Musda dapat terlaksana, meskipun proses persiapannya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
Apresiasi kepada Kader dan Senior Golkar
Wandik mengatakan, keberadaan para senior dan kader lama merupakan bagian penting dari perjalanan panjang Partai Golkar.Menurutnya, Golkar merupakan salah satu partai politik besar dan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik Indonesia.
Ia pun memberikan penghormatan kepada para senior yang hingga kini masih setia berada di dalam keluarga besar Golkar.
“Kalau partai ini adalah partai besar, partai ini sangat luar biasa. Ini partai tua, Partai Golongan Karya. Karena itu, kami sebagai penerus menyampaikan selamat dan penghargaan kepada senior-senior kami,” ujar Wandik.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia pelaksana Musda yang mampu menyelesaikan seluruh tahapan persiapan dalam waktu sekitar satu bulan.

Menurutnya, pelaksanaan Musda bukan pekerjaan sederhana karena DPD I Golkar Papua Tengah memiliki tanggung jawab melakukan konsolidasi di delapan kabupaten.
Konsolidasi Delapan Kabupaten
Wandik menjelaskan bahwa Musda di Kabupaten Puncak merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi Golkar di Provinsi Papua Tengah.
Sejumlah kabupaten, kata dia, telah lebih dahulu melaksanakan Musda, sementara beberapa daerah lainnya masih dalam proses persiapan.
“Puji Tuhan, Puncak Jaya sudah melaksanakan, Intan Jaya sudah melaksanakan, Deiyai sudah melaksanakan, dan hari ini Puncak. Setelah ini Nabire akan dilaksanakan dalam waktu dekat, kemudian Timika tanggal 19. Tinggal beberapa daerah lainnya yang akan menyusul,” katanya.
Ia menilai keberhasilan melaksanakan Musda di sejumlah kabupaten menunjukkan bahwa mesin organisasi Golkar di Papua Tengah mulai bergerak secara terstruktur.
Wandik juga menyampaikan terima kasih kepada para ketua DPD, pimpinan kecamatan, serta kader yang datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti proses konsolidasi tersebut.
Persoalan Organisasi dan Peran Komdis

Dalam pidatonya, Wandik turut mengungkapkan bahwa proses konsolidasi Golkar sempat menghadapi persoalan terkait keberadaan pimpinan distrik (Komdis).
Menurut dia, setelah terjadi proses demisioner dalam struktur sebelumnya, pihak DPD I harus mencari dan membentuk kembali jajaran Komdis sebagai bagian dari persyaratan organisasi untuk melaksanakan Musda.
“Kami sempat berpikir, bagaimana mencari Komdis-Komdis ini? Karena kalau tidak ada Komdis, Musda tidak bisa dilaksanakan. Puji Tuhan, ternyata orang-orang yang menjadi Komdis ini adalah orang-orang hebat yang terpilih dari Golkar,” katanya.
Ia mengapresiasi kesediaan para kader yang dipercaya menjalankan tugas tersebut.
Bagi Wandik, pembentukan dan penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah menjadi sangat penting karena perjuangan politik tidak dapat hanya mengandalkan struktur di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Naftali Akawal Diproyeksikan Pimpin Golkar Puncak

Dalam Musda tersebut, Wandik juga menyampaikan bahwa Wakil Bupati Puncak, Naftali Agawal, menjadi satu-satunya figur yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak.
Karena hanya terdapat satu calon, proses pemilihan selanjutnya diperkirakan berlangsung secara aklamasi sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku.
“Kalau tidak ada yang mendaftar lagi dan hanya satu calon, berarti sudah tunggal. Itu menunjukkan bahwa sudah aklamasi. Mudah-mudahan semuanya sesuai mekanisme, berjalan aman dan tertib sehingga kita memiliki Ketua DPD II Golkar Kabupaten Puncak,” kata Wandik.
Ia berharap kepemimpinan baru tersebut mampu menjadi awal konsolidasi yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Setelah seluruh tahapan Musda di delapan kabupaten selesai, kata Wandik, DPD I dan DPD II Partai Golkar akan dikonsolidasikan kembali di Nabire untuk agenda pelantikan.
Menatap Agenda Politik 2029 dan 2031

Wandik menegaskan bahwa Musda bukanlah tujuan akhir. Justru, Musda menjadi awal bagi Golkar untuk menyusun kekuatan politik menghadapi agenda pemilu dan pemilihan kepala daerah mendatang.
Ia meminta seluruh kader tidak berhenti bekerja setelah Musda selesai. Para kader, mulai dari tingkat kampung, distrik, hingga kabupaten dan provinsi, diminta menjaga basis politik masing-masing.
“Ke depan kita akan kerja besar. Ini awal dari perjuangan kita, awal dari langkah kita untuk menuju langkah ke depan,” ujarnya.
Menurut Wandik, Papua Tengah membutuhkan energi dan kerja politik seluruh kader. Karena itu, kader Golkar harus terus melakukan konsolidasi dan membangun hubungan dengan masyarakat.
Target Lima hingga Enam Kursi DPRD Kabupaten Puncak

Dalam kesempatan tersebut, Wandik bahkan menyampaikan target politik Golkar di Kabupaten Puncak.
Ia menargetkan Partai Golkar mampu memperoleh sedikitnya lima kursi dan maksimal enam kursi dari total 25 kursi DPRD Kabupaten Puncak pada pemilu mendatang.
“Kalau 25 kursi, kita target paling sedikit lima, paling banyak enam di Kabupaten Puncak. Supaya ke depan kita bisa merebut Ketua DPRD Kabupaten Puncak,” tegasnya.
Menurut Wandik, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kerja keras kader.
Ia menekankan bahwa kader yang bekerja keras dan mampu memenangkan hati masyarakat harus diberikan ruang untuk menjadi calon anggota legislatif maupun menduduki posisi strategis di partai.
“Siapa yang kerja, siapa yang kerja keras, dia punya hak untuk menjadi anggota maupun pimpinan DPRD,” katanya.
Kader Diminta Berani Maju ke DPRD Provinsi hingga DPR RI

Selain target di tingkat kabupaten, Wandik juga mendorong kader Golkar dari Kabupaten Puncak untuk berani mempersiapkan diri maju ke tingkat politik yang lebih tinggi.
Ia menyebut kader-kader yang ada memiliki peluang untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, bahkan DPD.
“Bisa jadi Koncam, bisa menjadi calon anggota DPR. Ada yang menjadi anggota DPR kabupaten, ada yang anggota DPR provinsi, bahkan ada yang bisa maju ke DPD. Jangan takut. Persiapkan diri,” katanya.
Ia meminta para kader mulai bekerja sejak sekarang, bukan hanya menjelang pemilu.
Menurutnya, basis dukungan harus dibangun dan dijaga secara konsisten melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
“Mulai hari ini turun, kerja-kerja sampai 2029 nanti. Belajar, bekerja dan jaga basis,” pesannya.
Menghormati Sejarah dan Para Tokoh Golkar di Puncak
Wandik juga mengingatkan kader muda agar tidak melupakan sejarah panjang Partai Golkar, khususnya kontribusi para tokoh yang pernah membesarkan Golkar di Kabupaten Puncak.
Ia menyebut sejumlah nama senior dan tokoh Golkar yang pernah berjuang membangun partai di wilayah tersebut, antara lain Moses Alom, Ruben Tabuni, serta sejumlah tokoh lainnya yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan Golkar.
Menurutnya, keberadaan para senior tersebut harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus.
“Orang-orang ini orang hebat. Mereka orang besar yang pernah memegang dan membesarkan Golkar. Kita yang ada sekarang ini meneruskan perjuangan mereka,” tuturnya.
Ia berharap para senior tetap menjadi bagian dari keluarga besar Golkar dan terus memberikan arahan kepada kader-kader muda.
“Pemimpin Besar Lahir dari Proses yang Tidak Mudah”
Dalam pidatonya, Wandik juga memberikan motivasi kepada para kader agar tidak takut menghadapi dinamika politik dan organisasi.
Ia mengatakan, seorang pemimpin tidak lahir dari proses yang selalu mudah. Menurutnya, pengalaman menghadapi tantangan, tekanan, kegagalan, hingga berbagai dinamika justru akan membentuk karakter seorang pemimpin.
“Melahirkan seorang pemimpin itu harus sakit dulu, harus capek dulu, harus melalui liku-liku. Kalau semuanya lurus-lurus saja, orang tidak akan menjadi hebat,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan Wandik sebagai motivasi agar kader Golkar tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan internal maupun tantangan politik di lapangan.
Ia mengajak seluruh kader untuk tetap solid dan tidak mudah berpindah haluan hanya karena menghadapi persoalan.
Dorong Regenerasi Kepemimpinan di Papua Tengah
Wandik menilai Papua Tengah membutuhkan proses regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan.
Ia menyoroti keberadaan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang berasal dari lingkungan Golkar sebagai modal penting untuk membangun regenerasi politik di masa depan.
Menurutnya, kader yang saat ini berada di posisi wakil kepala daerah harus dipersiapkan agar mampu mengambil peran yang lebih besar dalam pemerintahan maupun politik.
“Kita harus melahirkan wakil bupati, melahirkan bupati, bahkan melahirkan gubernur,” tegasnya.
Bagi Wandik, target tersebut tidak bisa dicapai secara instan. Diperlukan pembinaan kader, penguatan struktur organisasi, serta kerja politik yang konsisten dari tingkat bawah.
Dukungan terhadap Figur untuk DPR RI
Wandik juga menyampaikan dukungan terhadap kader dan tokoh Golkar yang diproyeksikan maju dalam kontestasi politik tingkat nasional.
Ia secara khusus menyebut Dr.Soedeson Tandra, SH., M.Hum, sebagai salah satu figur yang menurutnya memiliki pengalaman serta jaringan yang kuat.
Wandik mengisahkan bahwa dirinya sempat terkejut ketika nama Tandra mulai banyak disebut dalam dinamika politik di Papua Tengah. Namun setelah mengetahui rekam jejak dan jaringan yang dimiliki, ia menilai Tandra merupakan figur yang layak mendapat dukungan.
“Awalnya saya bertanya, Chandra ini siapa? Tetapi setelah saya tahu, ternyata orang-orang KPU dari bawah sampai ke tingkat yang lebih besar mengenal beliau,” ujarnya.
Karena itu, Wandik mengajak kader Golkar untuk memberikan dukungan terhadap figur-figur yang dinilai memiliki kapasitas dan jaringan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua Tengah di tingkat nasional.
Golkar Diminta Tidak Takut Menghadapi Persaingan

Wandik mengingatkan kader agar tidak takut menghadapi persaingan politik dengan partai lain.
Menurutnya, setiap partai memiliki basis dan rumah politik masing-masing. Karena itu, Golkar juga harus membangun dan memperkuat “rumah” politiknya sendiri di Kabupaten Puncak.
“Partai lain juga berjuang, kita juga berjuang. Kita punya rumah sendiri, punya masyarakat sendiri, punya dusun sendiri, punya kampung sendiri,” katanya.
Ia meminta seluruh kader menjalankan politik dengan semangat, konsisten, dan tidak mudah menyerah.
“Kalau takut-takut, mundur saja. Tetapi kalau kita ada di sini, kita harus berani bekerja,” tegasnya.
Doa untuk Masyarakat Kabupaten Puncak
Di tengah pembahasan mengenai agenda politik, Wandik juga memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Puncak yang tengah menghadapi dampak kekeringan akibat fenomena El Niño.
Ia mengajak seluruh peserta Musda untuk mendoakan agar hujan segera turun sehingga masyarakat tidak semakin kesulitan mendapatkan air dan memenuhi kebutuhan pangan.
“Kita berdoa supaya Kabupaten Puncak bisa mendapat hujan secepatnya. Jangan sampai terlalu lama, karena masyarakat akan semakin sulit mencari air dan makanan,” katanya.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat harus menjadi perhatian seluruh kader politik. Partai politik, kata dia, tidak hanya hadir ketika pemilu berlangsung, tetapi harus mampu hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi persoalan.
Musda sebagai Awal Perjuangan Baru

Menutup sambutannya, Willem Wandik kembali mengingatkan bahwa Musda IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak bukanlah akhir dari perjalanan organisasi.
Sebaliknya, Musda menjadi titik awal untuk memperkuat konsolidasi, memperluas basis dukungan, menyiapkan kader, serta menyusun strategi politik menghadapi pemilu dan agenda politik mendatang.
Ia berharap kepemimpinan baru Golkar Kabupaten Puncak mampu menjalankan amanah organisasi dan membawa partai semakin dekat dengan masyarakat.
“Ini awal dari perjuangan kita. Kita tidak boleh berhenti di sini. Setelah Musda selesai, kita harus kerja, kerja dan kerja untuk memenangkan Golkar,” pungkasnya.
Dengan selesainya Musda IV tersebut, Golkar Papua Tengah berharap konsolidasi organisasi di Kabupaten Puncak semakin solid. Target perolehan kursi di DPRD, regenerasi kepemimpinan, serta persiapan menghadapi agenda politik mendatang kini menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab melalui kerja politik nyata di tengah masyarakat. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment