Herman Sayori : “Program MBG Bukan Sekadar Memberi Makan, Tetapi Membangun SDM, Menggerakkan Ekonomi Lokal, dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.”
NABIRE, PAPUA TENGAH – GALA MANDIRI -Dewan Adat Nyatakan Dukungan Penuh Terhadap SPPG Baru dan Program MBG
Ketua Dewan Adat Kabupaten Nabire yang juga merupakan representasi Dewan Adat Meepago, Herman Sayori, menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire.

Pernyataan tersebut disampaikan Herman Sayori saat ditemui di Manase Beach, Senin (27/7/2026). Menurutnya, Program Strategis Nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah besar negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang berkelanjutan.
“Program MBG bukan hanya membuat anak kenyang hari ini, tetapi menjadi investasi untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, kuat secara fisik maupun mental pada lima hingga dua puluh tahun mendatang,” ujarnya.
MBG Dinilai Membangun SDM Sejak Dini

Herman menegaskan bahwa manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil, balita, hingga masyarakat yang menjadi sasaran penerima manfaat.
Menurutnya, asupan gizi yang baik sejak usia dini akan sangat menentukan perkembangan otak, pertumbuhan fisik, mental, serta karakter anak sebagai generasi penerus bangsa.
Ia berharap seluruh pelaksanaan program dilakukan secara profesional dan sesuai aturan agar tujuan besar pemerintah benar-benar dapat tercapai.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Herman menilai Program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat lokal.
Kebutuhan bahan pangan setiap dapur SPPG akan membuka peluang usaha bagi petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM hingga pengusaha lokal sebagai pemasok kebutuhan dapur.
“Kalau berbicara makanan bergizi, berarti berbicara mulai dari kebun, laut, peternakan hingga makanan itu diterima masyarakat. Seluruh rantai ekonomi bergerak,” katanya.
Menurut Herman, perputaran ekonomi akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat karena seluruh kebutuhan sayuran, buah-buahan, ikan, daging, telur hingga bahan pangan lainnya harus dipenuhi secara rutin.
Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Herman menjelaskan, keberadaan dapur SPPG juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Ia menyebut satu dapur kategori 3T mampu menyerap sekitar 25 tenaga kerja, sedangkan dapur mandiri dapat mempekerjakan sekitar 60 hingga 70 orang.
Kesempatan kerja tersebut terbuka bagi laki-laki maupun perempuan sehingga dinilai mampu membantu mengurangi angka pengangguran di daerah.
“Ini bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi juga memberikan pekerjaan yang layak bagi masyarakat,” ujarnya.
Petani dan Nelayan Harus Siap Berkontrak
Herman mengingatkan para petani, nelayan dan peternak agar mulai mempersiapkan diri menghadapi meningkatnya kebutuhan bahan pangan.
Menurutnya, apabila seluruh dapur SPPG telah beroperasi, kebutuhan sayuran, ikan, telur, daging dan hasil pertanian lainnya akan berlangsung setiap hari sehingga dibutuhkan pasokan yang stabil dan berkelanjutan.
Ia menilai pola usaha masyarakat juga harus berubah menjadi lebih profesional dengan sistem kontrak dan kesinambungan produksi.
“Kalau sudah masuk dunia bisnis, pasokan tidak boleh putus. Semua harus dipersiapkan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Harapkan Pengelolaan Bersih dan Bebas Korupsi
Di sisi lain, Herman mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG, mulai dari Badan Gizi Nasional, Koordinator Wilayah, Satgas hingga pengelola dapur agar bekerja secara jujur dan profesional.
Ia menilai kasus penyimpangan yang pernah terjadi harus menjadi pelajaran agar pengawasan semakin diperketat sehingga tidak mengganggu jalannya program nasional.
“Kami berharap semua yang bekerja dalam program MBG menjalankan tugas dengan jujur, mengikuti SOP, menjaga integritas, serta benar-benar melayani masyarakat,” tegasnya
Menggerakkan Pertanian, Perikanan, Peternakan dan UMKM
Herman menilai dampak MBG tidak berhenti pada penerima manfaat saja. Program ini turut membuka peluang ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat lokal.
Kebutuhan bahan pangan setiap dapur mendorong meningkatnya permintaan terhadap hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga produk UMKM.
Menurutnya, seluruh kebutuhan dapur harus dipenuhi secara berkelanjutan melalui sistem kontrak sehingga memberikan kepastian pasar bagi petani dan nelayan.
“Kalau bicara makanan bergizi, berarti bicara mulai dari kebun sampai ke meja makan. Di situlah terjadi perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani, nelayan, peternak dan pelaku usaha lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan ribuan porsi makanan setiap hari membuat pasokan sayur, ikan, telur, daging, buah-buahan maupun komoditas lainnya harus tersedia secara rutin.
Dengan demikian, masyarakat tidak lagi bekerja secara musiman, tetapi mulai membangun usaha yang berkelanjutan.
SPPG Buka Lapangan Kerja Baru
Selain menciptakan pasar bagi hasil pertanian dan perikanan, Herman mengatakan keberadaan dapur SPPG juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Menurutnya, satu dapur di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) dapat menyerap sekitar 25 tenaga kerja, sedangkan dapur mandiri mampu mempekerjakan sekitar 60 hingga 70 orang.
Kesempatan kerja tersebut terbuka bagi laki-laki maupun perempuan sehingga membantu mengurangi angka pengangguran di daerah.
“Ini sangat membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan yang layak sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di daerah,” katanya.
Dukung Penyelesaian Seluruh Dapur SPPG di Nabire
Herman menjelaskan bahwa di Provinsi Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire, pemerintah telah merencanakan pembangunan puluhan dapur MBG.
Ia menyebut terdapat sekitar 50 titik dapur SPPG untuk wilayah 3T dan 22 dapur mandiri. Namun, hingga saat ini sebagian masih dalam proses penyelesaian.
Karena itu, ia berharap seluruh proses pembangunan dapat segera dilanjutkan agar seluruh masyarakat penerima manfaat dapat merasakan program tersebut.
Tekankan Pentingnya Kebersihan dan Disiplin Dapur

Herman juga mengimbau seluruh pengelola dapur SPPG agar mengutamakan kebersihan, kualitas bahan pangan serta disiplin dalam menjalankan seluruh prosedur operasional.
Menurutnya, standar pengelolaan dapur harus dijaga dengan ketat karena menyangkut kesehatan ribuan penerima manfaat setiap hari.
Ia berharap seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja sama sehingga Program MBG benar-benar menjadi program yang memberi manfaat besar bagi masyarakat Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment