

Peresmian SPBU 1 BBM Satu Harga ini bukan sekadar pembukaan fasilitas distribusi energi, tetapi juga menjadi simbol dimulainya era baru bagi masyarakat Distrik Yaur dan sekitarnya. Selama bertahun-tahun, warga harus menghadapi harga BBM yang sangat mahal, bahkan bisa mencapai puluhan ribu rupiah per liter akibat sulitnya jalur distribusi. Dengan hadirnya SPBU ini, masyarakat kini dapat menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di wilayah lain di Indonesia.
Peresmian, pendistribusian, dan penyaluran perdana BBM 1 Harga SPBU Yaur diawali dengan pengisian truck BBM PT.Lintas Pegunungan Papua di Depot Pertamina Nabarua Nabire Papua Tengah untuk selanjutnya dibawa ke lokasi SPBU BBM 1 Harga Yaur.


Sementara dilokasi peresmian, prosesi diawali dengan ibadah Hindu yang dipimpin oleh Mangku Suatam. Prosesi ini berlangsung khidmat dan sarat makna, sebagai ungkapan syukur sekaligus doa permohonan agar operasional SPBU Yaur dapat berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar.

Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Fuel Terminal Manager Nabire, Subekan Eko Nugroho, Sales Branch Manager Rayon 1 Papua Tengah, Muhammad Rinaldi Suryanto; Ketua DPC Hiswana Migas, Yeheskhiel Imbiri, Kapolsek Yaur, Danramil Distrik Kwantisore yang diwakili oleh Babinsa Sertu Jarwo, Kepala Distrik Yaur, Ibu Marthina Hamberi. Pemilik APMS BBM Satu Harga PT Sakti Adhi Pertiwi, I Dewa Gede Sukewati, Ibu Tanti Dewa Gede Sukewati, serta para tokoh masyarakat dan warga setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme dari masyarakat.



Dalam sambutannya, Pemilik APMS BBM Satu Harga Yaur, I Dewa Gede Sukewati, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penyaluran perdana BBM di Distrik Yaur.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan SPBU ini bukanlah hal yang mudah, mengingat tantangan geografis, biaya operasional yang tinggi, serta risiko yang besar.
“SPBU kompak seperti ini tidak banyak yang berminat membangun karena alokasinya sedikit, biayanya besar, dan risikonya tinggi. Tapi saya punya alasan tersendiri. Selama pembangunan jalan dan proyek di wilayah ini, kami sangat merasakan sambutan dan dukungan luar biasa dari masyarakat. Tidak pernah dipersulit, tidak ada palang atau pungutan. Komunikasi dengan masyarakat sangat baik,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan kedekatan emosional timnya dengan masyarakat setempat, termasuk bagaimana anak-anak yang bekerja di proyek sering memancing ikan dan merasakan hasil laut yang melimpah. Hal inilah yang kemudian menumbuhkan niat untuk menghadirkan SPBU BBM Satu Harga di Yaur, agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses BBM dan mengembangkan potensi ekonomi, khususnya di sektor perikanan dan jasa transportasi laut.

“Dengan adanya BBM Satu Harga ini, masyarakat bisa siapkan perahu, bisa melaut, bisa mancing, bisa sewa perahu, jual pinang, dan usaha-usaha kecil lainnya. Ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga berharap agar ke depan, masyarakat lokal dapat mengambil peran besar dalam membuka usaha-usaha turunan seperti kios, bengkel kecil, hingga penginapan sederhana, sehingga dampak ekonomi dari kehadiran SPBU ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.

Kadistrik Sampaikan Apresisi Tinggi : SPBU Jawaban atas Keluhan Masyarakat
Sementara itu, Kepala Distrik Yaur, Ibu Marthina Hamberi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam serta apresiasi yg tinggi kepada Pemilik SPBU Satu Harga Yaur I Dewa Gede Sukewati dan Ibu Tanti Dewa Sukewati yang telah menghadirkan SPBU BBM Satu Harga di wilayah yang dipimpinnya. Menurutnya, SPBU ini merupakan jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan BBM dengan harga terjangkau.
“Kehadiran SPBU ini adalah momen yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat dan para pengguna jalan. Selama ini akses BBM sangat sulit. Dengan diresmikannya SPBU ini, kami berharap kesulitan tersebut dapat teratasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan SPBU ini merupakan wujud nyata kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat. Dampak yang diharapkan tidak hanya sebatas kemudahan mendapatkan BBM, tetapi juga peningkatan ekonomi masyarakat, berkembangnya sektor perdagangan, serta terbukanya peluang di sektor pariwisata.
“Atas nama pemerintah distrik dan seluruh masyarakat Distrik Yaur, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Sakti Adhi Pertiwi dan Pertamina. Mari kita jaga dan rawat fasilitas ini bersama-sama demi kemajuan distrik kita,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Ibu Marthina juga menyampaikan rasa haru dan bahagianya atas terwujudnya pembangunan SPBU ini, khususnya bagi masyarakat Kampung Akudimi dan Kampung Yaur yang berada di wilayah pesisir.
“Saya jujur, ketika menerima undangan ini, hati saya sangat senang dan bahagia. Karena saya yakin kehadiran SPBU ini akan sangat menolong masyarakat kami dalam meningkatkan perekonomian mereka dari hari ke hari,” tuturnya.
Peresmian SPBU BBM Satu Harga di Distrik Yaur ini diharapkan menjadi awal dari perubahan besar bagi wilayah tersebut. Tidak hanya memperlancar distribusi BBM, tetapi juga membuka akses ekonomi, mempercepat perputaran barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan wilayah Nabire dan sekitarnya, bahkan hingga wilayah lain di Papua Tengah.
Dengan hadirnya SPBU ini, harapan baru pun tumbuh: bahwa keterisolasian bukan lagi penghalang utama bagi kemajuan, dan bahwa pembangunan yang merata benar-benar dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri. (RED- GALA MANDIRI)


Leave A Comment