IMG_20260511_163736_697

Kapolres Nabire Utamakan Pendekatan Humanis, Aksi Demonstrasi IPMADO Berlangsung Aman dan Tertib

Nabire, Papua Tengah-GALA MANDIRI — Aparat gabungan TNI-Polri berhasil mengawal rangkaian aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) serta Forum Peduli Situasi Kamtibmas di Nabire dengan aman, tertib, dan kondusif. Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari, Senin (11/5/2026), dipusatkan di sejumlah titik, mulai dari Pasar Karang Tumaritis hingga berakhir di halaman Gedung DPR Papua Tengah (DPRPT).

 

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang kerjanya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan lancar tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti.

 

Menurut Kapolres, pada hari tersebut terdapat dua agenda aksi penyampaian aspirasi yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat berbeda. Aksi pertama dilakukan oleh Forum Peduli Situasi Kamtibmas di Nabire yang melibatkan sekitar 200 orang massa. Mereka menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak DPR Papua Tengah selama kurang lebih dua setengah jam.

“Puji Tuhan, seluruh proses berjalan aman dan lancar. Setelah aspirasi diterima oleh DPRP, massa kembali dengan tertib dan aman,” ujar Kapolres.

Selanjutnya, aksi kedua dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO). Aksi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 16.15 WIT di Kantor DPR Papua Tengah.

 

Kapolres menjelaskan bahwa massa aksi IPMADO sebelumnya sempat berkumpul di beberapa titik berbeda di wilayah Nabire, dengan titik konsentrasi terbesar berada di kawasan Pasar Karang. Dari lima titik yang direncanakan, sebagian besar massa akhirnya memilih tidak melakukan long march menuju kantor DPRP setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh aparat keamanan.

“Empat titik lainnya mendengarkan imbauan kami dan tidak melakukan long march. Mereka menyampaikan orasi di tempat masing-masing lalu kembali dengan tertib,” jelasnya.

Sementara itu, massa yang berada di Pasar Karang tetap diarahkan secara humanis oleh aparat keamanan. Meski pada awalnya situasi sempat memerlukan penyesuaian di lapangan karena jumlah massa yang cukup besar, komunikasi antara aparat dan koordinator lapangan berjalan terbuka hingga akhirnya situasi dapat dikendalikan dengan baik.

AKBP Samuel menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh unsur pengamanan gabungan, baik dari Polres Nabire, Kodim 1705/Nabire, Lanal Nabire, Brimob, Polda Papua Tengah, Satpol PP Provinsi dan Kabupaten, maupun seluruh personel yang terlibat dalam operasi pengamanan.

“Seluruh rangkaian pengamanan mulai dari pergerakan massa dari Pasar Karang menuju kantor DPRP hingga pembubaran massa setelah penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Situasi sampai saat ini masih aman dan terkendali,” katanya.

Usai seluruh rangkaian aksi selesai, aparat gabungan juga langsung melaksanakan apel konsolidasi guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif. Selain itu, patroli mobile tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan kamtibmas pascaaksi demonstrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Nabire juga membagikan pendekatan humanis yang selama ini diterapkan pihaknya dalam menghadapi aksi demonstrasi di wilayah Nabire. Ia menilai bahwa pola pengamanan aksi saat ini tidak lagi semata-mata berorientasi pada pengamanan represif, melainkan lebih menitikberatkan pada pelayanan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

“Kita kembali kepada tugas pokok Polri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yaitu sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika aparat memandang demonstrasi sebagai bagian dari pelayanan publik, maka setiap personel harus bekerja dengan hati yang tulus, sabar, dan penuh keikhlasan dalam menghadapi dinamika di lapangan.

“Situasi di lapangan sangat dinamis dan bisa berubah dengan cepat. Karena itu kesabaran menjadi kunci utama dalam menghadapi peningkatan eskalasi,” tambahnya.

Selain kesiapan personel, sarana dan prasarana, Kapolres juga menekankan pentingnya perencanaan pengamanan yang matang. Namun lebih dari itu, ia menilai bahwa nilai spiritual dan kepercayaan kepada Tuhan menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas pengamanan.

“Walaupun semua perlengkapan dan personel sudah siap, tetapi kalau kita tidak mengutamakan Tuhan dalam setiap tugas dan tanggung jawab, maka semua yang dipersiapkan akan sia-sia,” tutup AKBP Samuel D. Tatiratu.

Dengan pendekatan humanis dan komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan massa aksi, situasi keamanan di Nabire kembali menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung damai tanpa mengorbankan stabilitas keamanan daerah. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *