IMG-20260727-WA0006(1)

Turlap ke Pasar Samabusa, Komisi B DPRK Nabire Temukan Banyak Los Kosong dan Bangunan Tak Terawat


‎NABIRE, PAPUA TENGAH – GALA MANDIRI – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire melakukan kunjungan lapangan (Turlap) ke Pasar Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Sabtu (25/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan para mama-mama pedagang kepada DPRK sehari sebelumnya.
‎
‎

Sebelum turun ke lapangan, Komisi B telah menerima langsung keluhan para pedagang dalam agenda penyampaian aspirasi yang kemudian dilanjutkan dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat (24/7/2026). Melalui peninjauan ini, DPRK ingin melihat secara langsung kondisi pasar sekaligus memastikan berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan para pedagang.
‎
‎Terkejut Melihat Kondisi Pasar
‎
‎

Saat meninjau Pasar Samabusa, Ketua Komisi B DPRK Nabire, Poppy Amir Sawaka, mengaku terkejut sekaligus prihatin melihat kondisi pasar yang dinilai kurang terawat.
‎
‎Di lapangan, rombongan menemukan banyak los pasar yang kosong dan tidak dimanfaatkan. Selain itu, sejumlah bangunan mulai mengalami kerusakan, sementara rumput liar tumbuh di sela-sela bangunan hingga menimbulkan kesan kumuh.
‎
‎Tidak hanya itu, beberapa sudut pasar bahkan dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah sehingga semakin mengurangi kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja.
‎ “Kemarin kami menerima aspirasi langsung dari mama-mama penjual di Pasar Samabusa dan langsung menindaklanjutinya melalui Rapat Dengar Pendapat. Hari ini kami turun langsung melihat kondisi pasar,” ujar Poppy Amir Sawaka.
‎Menurutnya, kondisi yang ditemukan di lapangan menunjukkan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap pengelolaan pasar tradisional.

‎”Terus terang kami sangat kaget dan prihatin melihat kondisi di depan mata. Banyak los yang kosong, bangunan tidak terawat, sebagian sudah rusak, rumput liar tumbuh di sela-sela bangunan, bahkan ada yang dijadikan tempat membuang sampah. Kondisi seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
‎
‎Dengarkan Langsung Keluhan Pedagang

‎Selain melihat kondisi fisik pasar, Komisi B DPRK Nabire juga berdialog langsung dengan para pedagang yang berjualan di Pasar Samabusa.
‎
‎Dalam dialog tersebut, para mama-mama pedagang menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami, mulai dari minimnya penataan pasar, kondisi fasilitas yang kurang memadai, hingga harapan agar pemerintah lebih serius memperhatikan keberlangsungan aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
‎
‎Bagi Komisi B, masukan dari para pedagang menjadi bahan penting dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah, khususnya di bidang perdagangan dan pengelolaan pasar rakyat.
‎
‎Minta Dinas Perdagangan Segera Bertindak

Usai melakukan peninjauan, Komisi B DPRK Nabire meminta Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Perdagangan agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Pasar Samabusa.

‎Menurut Poppy, pemerintah harus segera mengambil langkah nyata agar pasar yang telah dibangun dengan anggaran pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
‎ “Kami meminta Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Perdagangan untuk segera melakukan langkah konkret dalam mengelola pasar dengan baik. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun justru terbengkalai dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

‎Ia juga meminta agar dilakukan penataan kembali terhadap aktivitas perdagangan sehingga seluruh los pasar dapat dimanfaatkan secara optimal.

‎”Kami juga meminta agar pasar diatur kembali sehingga aktivitas jual beli menjadi lebih maksimal, pedagang merasa nyaman, dan masyarakat semakin tertarik berbelanja di Pasar Samabusa,” tambahnya.
‎
‎Pengelolaan Pasar Harus Menjadi Prioritas

‎Komisi B DPRK Nabire menilai pasar tradisional memiliki peran penting sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan pasar harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
‎Menurut Poppy, apabila Pasar Samabusa dikelola dengan baik, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para pedagang, tetapi juga masyarakat luas melalui meningkatnya aktivitas ekonomi.
‎Selain itu, pasar yang tertata juga akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pasar, pajak daerah, dan sumber penerimaan lainnya.
‎
Komisi B Berkomitmen Mengawal Aspirasi Pedagang

‎Komisi B DPRK Nabire menegaskan akan terus mengawal aspirasi para pedagang hingga ada langkah nyata dari pemerintah daerah.
‎
‎Melalui fungsi pengawasan yang dimiliki DPRK, Komisi B berharap hasil kunjungan lapangan ini dapat menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Nabire untuk segera melakukan pembenahan, baik dari sisi kebersihan, perawatan fasilitas, penataan pedagang, maupun sistem pengelolaan pasar.
‎
‎Dengan pengelolaan yang baik, Pasar Samabusa diharapkan dapat kembali menjadi pusat perdagangan yang bersih, tertata, nyaman, serta mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Kabupaten Nabire. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *