Nabire, Papua Tengah– GALA MANDIRI – Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote, menegaskan komitmennya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk siap ditempatkan dan menjalankan tugas di mana pun sesuai perintah pimpinan.
Pernyataan tersebut disampaikannya kepada awak media, Kamis (26/2/2026), di Nabire, menyusul berakhirnya masa jabatannya sebagai Plt Kepala Dinas Perdagangan. Norbertus mengungkapkan bahwa sejak Senin, 23 Februari 2026, dirinya resmi tidak lagi menjabat setelah terbit surat tugas pejabat baru dari Gubernur Papua Tengah.
“Sebagai aparatur negara, kita siap bertugas di mana saja. Penempatan dan pergantian jabatan merupakan hal yang biasa dalam birokrasi,” ujar Norbertus.
Atas nama pribadi dan keluarga, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah atas kepercayaan yang diberikan selama hampir satu tahun masa tugasnya memimpin dinas tersebut. Ia juga menyatakan siap menunggu arahan selanjutnya dari pimpinan.
Menurutnya, rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk penyegaran dan peningkatan kinerja. Ia berharap pejabat yang baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan serta mendorong pertumbuhan ekonomi Papua Tengah menjadi lebih baik.
“Kami berharap tugas-tugas yang telah dirintis dapat diteruskan, bahkan ditingkatkan oleh pejabat yang baru. Sebagai ASN yang telah lama berkarier di birokrasi, kami siap secara mental untuk diturunkan maupun dinaikkan jabatan,” katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan atau hal-hal yang belum maksimal. Di sisi lain, Norbertus berharap perhatian pimpinan daerah terhadap keberlanjutan karier ASN yang telah lama mengabdi, agar tidak terhenti di tengah jalan.
Terkait perannya dalam perjuangan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Tengah, Norbertus yang pernah menjabat sebagai Ketua Tim Realisasi dan Reaktivisasi Pemekaran Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa perjuangan tersebut dilakukan tanpa pamrih.
Ia menyebut pesan Anselmus Petrus Youw yang mengarahkan agar para pejuang pemekaran tidak menuntut jabatan atau kepentingan pribadi ketika Papua Tengah resmi terbentuk.
“Pemekaran ini untuk kepentingan masyarakat luas. Kita berjuang bukan untuk menuntut posisi, tetapi demi kemajuan bersama,” tegasnya.
Sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam proses panjang pembentukan Provinsi Papua Tengah, Norbertus menekankan pentingnya sikap legawa, keterbukaan terhadap kritik, serta kesiapan menerima konsekuensi dalam dinamika pemerintahan, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment