IMG-20261005-WA0104

PPAD, PSHT dan Laskar Merah Putih Ikut Semarakkan Upacara HUT ke-81 TNI di Nabire


NABIRE, PAPUA TENGAH | GALA MANDIRI — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Upacara peringatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Sapta Marga Makodim 1705/Nabire, Senin (5/10/2026).


Upacara dipimpin Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alvianto selaku Inspektur Upacara (Irup). Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire, para pimpinan satuan TNI-Polri, pimpinan DPR Papua Tengah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi dan kabupaten, serta sejumlah tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Suasana upacara semakin semarak dengan kehadiran berbagai organisasi kemasyarakatan yang ikut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Salah satunya Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Kabupaten Nabire yang hadir dan menempati tribun kehormatan.
PPAD Hadir Bersama Organisasi Kemasyarakatan


Sekitar 20 anggota PPAD tampak hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka dipimpin Ketua PPAD Kabupaten Nabire, Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Joko Santoso.
Menariknya, kehadiran Joko Santoso tidak hanya membawa jajaran PPAD. Ia juga mengikutsertakan sekitar 25 anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Laskar Merah Putih, Putri Sejati Srikandi dan Putri Sejati Srikandi Anggrek Hitam untuk turut bergabung dalam peserta upacara HUT ke-81 TNI.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi gambaran bahwa semangat memperingati HUT TNI bukan hanya menjadi milik prajurit aktif, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga persatuan, kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Usai pelaksanaan upacara, KRAT Joko Santoso menyampaikan bahwa meskipun dirinya telah menyelesaikan masa dinas sebagai prajurit TNI, semangat pengabdian kepada bangsa dan negara tidak pernah berakhir.
Menurutnya, status purnawirawan bukan berarti berhenti memberikan kontribusi. Sebaliknya, masa purna tugas harus menjadi ruang untuk terus mengabdi melalui berbagai bidang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya sudah purna, tetapi bukan berarti purna dalam tugas dan tanggung jawab. Purna dalam memberikan kontribusi buat daerah dan bangsa secara umum. Dengan kemampuan yang dimiliki, saya juga berkeinginan dan terus berupaya turut serta dalam memajukan daerah ini, baik Nabire maupun Provinsi Papua Tengah,” ujar Joko Santoso.
HUT TNI Momentum Menguatkan Semangat Pengabdian


Joko Santoso menilai peringatan HUT ke-81 TNI tahun 2026 menjadi momentum penting untuk kembali mengobarkan semangat bekerja, berusaha dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah maupun bangsa.
Baginya, semangat seorang prajurit tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa purna tugas. Nilai-nilai kedisiplinan, loyalitas, pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat tetap dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengingatkan salah satu nilai yang terkandung dalam Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI, khususnya semangat untuk menjadi contoh serta memelopori usaha-usaha dalam mengatasi kesulitan masyarakat di sekelilingnya.
“Dalam poin delapan Wajib TNI ada disebutkan, menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya,” katanya.
Menurutnya, nilai tersebut tetap relevan diterapkan oleh setiap individu yang pernah menjadi bagian dari TNI, termasuk ketika telah memasuki masa purna tugas.
Putri Sejati, Bentuk Penghormatan terhadap Perjuangan Perempuan
Sementara itu, terkait keterlibatan organisasi Putri Sejati dan Putri Sejati Srikandi Anggrek Hitam, Joko Santoso menjelaskan bahwa keberadaan organisasi tersebut tidak terlepas dari upaya mengenang serta meneladani perjuangan kaum perempuan dalam sejarah bangsa Indonesia.
Ia menyebut sosok Raden Ajeng Kartini sebagai salah satu figur yang menjadi inspirasi perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan harkat, martabat dan kemajuan perempuan.
Menurutnya, semangat tersebut juga sejalan dengan nilai pengabdian dan perlindungan terhadap masyarakat, termasuk menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum perempuan.
“Kami ingin nilai-nilai perjuangan perempuan terus dikenang dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan dan kemajuan daerah,” jelasnya.
PSHT Pegang Teguh Lima Pedoman
Keterlibatan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam kegiatan tersebut juga memiliki makna tersendiri. Joko Santoso yang dikenal sebagai salah satu pendiri PSHT Kabupaten Nabire menegaskan bahwa setiap anggota PSHT seyogianya memahami dan menjalankan pedoman organisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, PSHT tidak semata-mata berbicara mengenai kemampuan bela diri, tetapi memiliki nilai-nilai yang lebih luas untuk membentuk karakter, membangun persaudaraan dan meningkatkan kualitas kepribadian anggotanya.
Ia menjelaskan lima pedoman utama PSHT yang meliputi:
Persaudaraan, yaitu memupuk rasa kebersamaan antarsesama anggota tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Olah Raga, sebagai upaya membentuk fisik yang sehat, kuat dan memiliki ketahanan.
Bela Diri, untuk membekali anggota dengan kemampuan menjaga diri serta melindungi diri dari berbagai ancaman kejahatan.
Kesenian, sebagai bagian dari upaya melestarikan unsur seni dan budaya yang terdapat dalam bela diri tradisional.
Sementara Kerohanian atau Kebatinan, menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki budi pekerti luhur.
Joko Santoso menekankan bahwa nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam kehidupan bermasyarakat. Anggota PSHT diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga mempunyai sikap, moral dan kepedulian sosial yang baik.


Semangat Kebersamaan untuk Papua Tengah
Kehadiran PPAD, PSHT, Laskar Merah Putih serta organisasi Putri Sejati dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Nabire menjadi bagian dari semangat kebersamaan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Joko Santoso berharap momentum HUT ke-81 TNI dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan semua pihak, tanpa memandang latar belakang organisasi maupun profesi.
Ia juga berharap semangat pengabdian, persatuan dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat Nabire dan Papua Tengah.
“Semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama memberikan yang terbaik untuk Nabire, Papua Tengah dan secara umum untuk bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-81 TNI di Nabire pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, purnawirawan dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan serta bersama-sama mendorong kemajuan Papua Tengah. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *