brita 1.3

Perkuat Pendekatan Humanis Dengan Para Tokoh, Polda Papua Tengah Berupaya Bangun Stabilitas Berkelanjutan di Intan Jaya

INTAN JAYA — Berupaya memberi rasa rasa aman bagi Masyarakat di Kabupaten Intan Jaya, jajaran kepolisian Polda Papua Tengah melalui pendekatan humanis yang di lakukan secara konsisten,  terus membangun komunikasi dengan warga melalui para tokoh setempat.

Salah satunya yang di lakukan oleh Direktorat Intelkam Polda Papua Tengah, yakni melakukan komunikasi sosial dengan Kepala Suku Besar Moni, Stefanus Belau, di Kampung Bilogai Distrik Sugapa.

Kegiatan yang di laksanakan pada beberapa waktu lalu  tersebut, dipimpin IPDA John F. Saukoly, S.T., M.M. (Panit 2 Subdit I Dit Intelkam) mewakili Dirintelkam Polda Papua Tengah, kegiata komunikatif ini, didampingi Kasat Intelkam Polres Intan Jaya, IPTU Yenius Tabuni.

Melalui IPDA John F. Saukoly, Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi atas kontribusi para tokoh adat dalam mendukung tugas-tugas Polri. Jhon F. Saukoly mengatakan, Kehadiran kepolisian di Intan Jaya berfokus pada pelayanan masyarakat serta perlindungan keamanan dari potensi gangguan kelompok-kelompok tertentu. “Kami hadir di sini bukan sekadar untuk bertugas, tetapi untuk mendengarkan langsung keluh kesah masyarakat melalui orang tua kami, Bapak Stefanus Belau. Menurut IPDA John F. Saukoly, Polri berkomitmen penuh memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, oleh karenanya Dukungan dari para tokoh adat merupakan kunci utama agar roda kehidupan dan pembangunan di Intan Jaya bisa berjalan dengan damai tanpa ada rasa takut,” ujar IPDA John F. Saukoly.

Stefanus Belau selaku Kepala Suku Besar Moni memberikan respons positif atas ruang komunikasi yang dibangun oleh Polda Papua Tengah dan Polres Intan Jaya. Ia memastikan pihak adat siap membantu mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bahu-membahu menjaga kedamaian wilayah. “Kami masyarakat adat menyambut baik kehadiran bapak-bapak dari Polda dan Polres yang mau duduk bersama kami di Kampung Bilogai ini. Kami siap membantu pihak kepolisianmenciptakan suasana yang aman agar pembangunan dapat berjalan. Saya selaku Kepala Suku akan mengimbau seluruh warga agar tidak mudah terprovokasi, tetap tenang, dan bersama-sama kita jaga tanah ini agar selalu aman dan damai,” ungkap Stefanus Belau.

Strategi pre-emptif berbasis diplomasi kearifan lokal ini merupakan wujud komitmen Polda Papua Tengah untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang permanen dan berkelanjutan di Kabupaten Intan Jaya.(SuAm – Gala Mandiri)

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *