IMG-20260803-WA0046

Konferwil I PWNU Papua Tengah Resmi Digelar di Nabire, Momentum Perkuat Konsolidasi dan Pilih Kepengurusan Baru

NABIRE, Papua Tengah – GALA MANDIRI –Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua Tengah menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) I di Pondok Pesantren Daarul Fikri, Kabupaten Nabire, Senin (3/8/2026). Konferwil perdana ini menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama di Papua Tengah dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan untuk masa khidmat berikutnya.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, pengurus Nahdlatul Ulama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta tokoh agama dari berbagai daerah di Papua Tengah. Pemerintah Provinsi Papua Tengah diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran dan Perwakilan Polda Papua Tengah.Dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hadir Wakil Sekretaris Jenderal Paizal Saimima bersama H.M. Silahudin.
Turut hadir jajaran PWNU Papua Tengah, di antaranya Ketua Rois Syuriyah Hasyim Asy’ari, Ketua Tanfidziyah Mawardi Ma’sum, serta Sekretaris Ibnu Hamid. Hadir pula delegasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari lima kabupaten, yakni Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Mimika.
Dari Kabupaten Nabire hadir Ketua PCNU Agus Suprayitno beserta Sekretaris M. Thohir. Kehadiran para pengurus cabang tersebut menjadi bukti komitmen seluruh jajaran NU di Papua Tengah dalam memperkuat sinergi organisasi hingga ke tingkat daerah.
Selain itu, Konferwil I juga dihadiri Ketua MUI Kabupaten Nabire KH. Rohimin Abdul Rahman, Ketua JATMAN KH. Ihsan, jajaran Muslimat NU Papua Tengah yang dipimpin Hj. Qomariyyah, Fatayat NU, GP Ansor Kabupaten Nabire, Banser, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire yang diwakili Husein Rumkel, unsur Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk KH. Mukromin.


Agenda utama Konferwil I adalah memilih kepengurusan PWNU Papua Tengah untuk masa khidmat lima tahun ke depan. Pemilihan tersebut meliputi Ketua Rois Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, Sekretaris, Mustasyar, serta unsur kepengurusan lainnya sesuai mekanisme organisasi Nahdlatul Ulama.
Ketua Panitia Konferwil I, Adam Waluyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, peserta, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.


Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan, baik dari sisi fasilitas, pelayanan maupun hal-hal teknis lainnya.
“Atas nama panitia kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan, pelayanan maupun penyediaan tempat masih terdapat kekurangan. Semoga hal tersebut tidak mengurangi makna kebersamaan dalam Konferwil ini,” ujarnya.
Adam menjelaskan bahwa Konferwil merupakan forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama di tingkat wilayah yang memiliki peran strategis dalam melakukan evaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan organisasi, serta memilih kepengurusan baru yang akan memimpin PWNU Papua Tengah selama lima tahun mendatang.
Ia juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Konferwil dilakukan dengan berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek pendanaan. Meski demikian, berkat kerja sama seluruh panitia serta dukungan berbagai pihak, seluruh rangkaian kegiatan akhirnya dapat terlaksana sesuai rencana.
“Kami bersyukur seluruh kebutuhan kegiatan dapat terpenuhi berkat semangat gotong royong dan kerja sama semua pihak. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama Nahdlatul Ulama dalam membangun organisasi,” katanya.


Lebih lanjut, Adam berharap kepengurusan yang akan terpilih nantinya mampu menjaga kekompakan seluruh warga Nahdlatul Ulama di Papua Tengah serta terus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.
“Kami berharap NU Papua Tengah semakin kompak, semakin solid, dan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun umat serta menjaga persatuan di Tanah Papua.

Semoga Nahdlatul Ulama dapat terus menjadi organisasi yang memberikan manfaat, menghadirkan kesejukan, dan menjadi teladan bagi seluruh elemen masyarakat,” tutupnya.
Konferwil I PWNU Papua Tengah diharapkan menjadi tonggak awal penguatan organisasi Nahdlatul Ulama di provinsi termuda di Pulau Papua tersebut, sekaligus melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin berperan dalam pembangunan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan di Papua Tengah.(RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *