IMG-20260802-WA0211

Menuju Muktamar NU ke-35, PCNU Deiyai Gelar Konfercab I di Nabire

“PWNU Papua Tengah Percepat Konsolidasi Cabang Demi Hak Suara pada Muktamar Tambak Beras”

NABIRE, PAPUA TENGAH–GALA MANDIRI-Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Deiyai menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) I di Pondok Pesantren Daarul Fikri, Nabire, Papua Tengah, Minggu (2/8/2026).
‎Konfercab tersebut merupakan bagian dari agenda konsolidasi organisasi sekaligus pemenuhan persyaratan administratif agar PCNU Deiyai memiliki kepengurusan definitif dan memperoleh hak suara dalam Muktamar NU yang akan memilih Rais Aam Syuriyah dan Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat berikutnya.

Kegiatan dihadiri jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Tengah, di antaranya Ketua Syuriyah KH.Hasyim Asy’ari, Ketua Tanfidziyah Mawardi Maksum, Sekretaris Ibnu Hamid, Mustasyar K.Fadlan, Pengasuh Ponpes Al-Falah Kalisemen Nabire sekaligus sebagai Ketua Jatman Provinsi Papua Tengah KH.Ihsan, Pengurus NU dari Kabupaten Deiyai, PCNU, GP.Anshor, Banser, dan Muslimat Kabupaten Nabire.
Eksistensi NU di Deiyai Terus Diperkuat

Wakil Ketua Syuriyah PCNU Kabupaten Deiyai, Ambar Maulana, menyampaikan bahwa Konfercab I menjadi momentum penting untuk menegaskan eksistensi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Deiyai, khususnya di wilayah Waghete.
‎Menurutnya, dirinya berasal dari keluarga besar NU sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengembangkan organisasi tersebut di tanah Papua.
‎”Konfercab ini merupakan bukti bahwa NU hadir dan terus berkembang di Kabupaten Deiyai. Walaupun tantangan yang kami hadapi cukup besar, kami tetap optimistis NU akan terus tumbuh,” ujarnya.
‎Ambar mengakui, pemahaman masyarakat terhadap Nahdlatul Ulama di Deiyai masih terbatas sehingga proses pembinaan organisasi membutuhkan waktu dan perjuangan yang tidak ringan.
‎Ia mengibaratkan NU di Deiyai seperti bayi yang baru lahir sehingga memerlukan pembinaan secara bertahap, mulai dari pengenalan nilai-nilai ke-NU-an hingga penguatan struktur organisasi.
‎Selain menjadi forum konsolidasi internal, Konfercab juga dimanfaatkan untuk menerima arahan langsung dari PWNU Papua Tengah sebagai bekal memperkuat organisasi di daerah.
‎Dalam kesempatan itu, Ambar juga menyampaikan permohonan maaf karena keterbatasan kondisi membuat hanya tiga orang delegasi dari Deiyai yang dapat menghadiri Konfercab di Nabire.
‎Meski demikian, ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala agar mampu memperkuat semangat kebersamaan dan mempercepat perkembangan NU di Kabupaten Deiyai.
Ketua PCNU Ajak Pengurus Merawat Peradaban


Ketua PCNU Kabupaten Deiyai, Umar, mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menjaga semangat pengabdian dalam membesarkan Nahdlatul Ulama.
‎Ia menegaskan bahwa tema “Merawat, Menjaga, dan Membangun Peradaban” harus menjadi ruh perjuangan seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.
‎Menurutnya, NU tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun peradaban melalui pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
PWNU Papua Tengah Percepat Konsolidasi Menuju Muktama


Ketua Tanfidziyah PWNU Papua Tengah, Mawardi Maksum, menjelaskan bahwa pelaksanaan Konfercab di berbagai kabupaten merupakan agenda yang sangat mendesak karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
‎Ia mengatakan, kepengurusan PWNU Papua Tengah yang terbentuk setelah pemekaran provinsi memiliki masa khidmat terbatas sehingga fokus utama saat ini adalah menyelesaikan konsolidasi organisasi hingga tingkat cabang.
‎Menurut Mawardi, hingga saat ini Surat Keputusan (SK) definitif telah dimiliki PCNU Nabire, Mimika, dan Paniai, sementara Deiyai dan Dogiyai masih dalam proses penyelesaian melalui Konfercab.


‎”Konfercab ini harus segera dilaksanakan agar kepengurusan cabang memperoleh SK definitif. Dengan begitu, cabang memiliki hak suara dalam Muktamar. Jika masih berstatus karateker atau masa khidmat terbatas, mereka hanya dapat hadir tetapi tidak memiliki hak memilih,” jelasnya.
‎Ia menambahkan, sebelumnya sebagian besar SK kepengurusan PCNU di Papua Tengah telah habis masa berlakunya sehingga perlu dilakukan penataan organisasi secara menyeluruh.
‎Terkendala Kondisi Keamanan
‎Mawardi juga mengungkapkan bahwa proses konsolidasi organisasi di sejumlah wilayah pedalaman Papua Tengah tidak selalu berjalan mudah.
‎Ia mengisahkan upaya PWNU yang telah berusaha mendatangi Deiyai dan Dogiyai pada awal tahun 2025, namun perjalanan tersebut terhambat karena kondisi keamanan sehingga rombongan harus kembali ke Paniai.
‎Situasi tersebut telah dilaporkan kepada PBNU, yang kemudian memberikan arahan agar PWNU tetap melaksanakan konsolidasi di wilayah yang memungkinkan sambil menunggu kondisi keamanan lebih kondusif.
‎Karena pertimbangan tersebut, Konfercab PCNU Deiyai akhirnya diselenggarakan di Nabire dengan persetujuan PWNU Papua Tengah.
NU Milik Seluruh Umat


‎Dalam arahannya, Mawardi menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam terbesar yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, bukan hanya berasal dari Pulau Jawa.
‎Ia mencontohkan bahwa banyak tokoh NU berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk kawasan timur Indonesia.
‎Menurutnya, bergabung dalam NU memberikan kesempatan membangun jaringan yang luas, memperkuat ukhuwah, serta membuka ruang pengabdian di berbagai bidang kehidupan.
‎Ia juga mendorong setiap PCNU untuk membentuk badan-badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, dan organisasi lainnya agar pembinaan kader berjalan lebih optimal.
Optimistis NU Papua Tengah Semakin Berkembang


‎Di akhir arahannya, Mawardi mengajak seluruh pengurus tetap bersemangat mengembangkan organisasi dengan niat ikhlas karena Allah SWT.
‎Ia optimistis, apabila NU mampu menunjukkan kinerja organisasi yang baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, maka dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, akan terus mengalir.


‎Sebagai contoh, ia menyampaikan bahwa PCNU Mimika kini telah memiliki kantor sendiri serta lahan sekitar lima hektare yang sebagian berasal dari wakaf dan sebagian dikelola untuk pemberdayaan warga Nahdliyin.
‎Mawardi juga menyatakan komitmennya untuk terus melakukan konsolidasi ke Deiyai, Dogiyai, dan Paniai setelah pelaksanaan Muktamar guna memperkuat kelembagaan NU di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Yang paling penting adalah tetap semangat berjuang, menjaga amaliah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta membesarkan Nahdlatul Ulama dengan keikhlasan dan kebersamaan,” tutupnya. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *