IMG-20260113-WA0022

Kisruh Dapur MBG Kalisusu dan SMPN 4 Nabire Berakhir Damai, Pelayanan Kembali Normal

Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Kisruh antara pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalisusu dan pihak SMP Negeri 4 Nabire akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi Polsek Nabarua. Kedua belah pihak sepakat berdamai dan kembali melanjutkan program strategis Badan Gizi Nasional (BGN) demi kepentingan para siswa.
Kronologis kejadian disampaikan oleh Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Nabire, Marcel Aseren, saat bertandang ke Redaksi Gala Mandiri, Selasa (13/01/2026).
Marcel menjelaskan, persoalan bermula dari keterlambatan distribusi MBG yang sudah sering terjadi sejak lama. Puncaknya terjadi pada 12 Januari 2026, di mana hampir 90 siswa SMPN 4 Nabire tidak mendapatkan jatah MBG karena makanan datang terlambat dan jumlahnya tidak mencukupi.


Kondisi tersebut memicu keluhan orang tua siswa, karena anak-anak pulang sekolah dalam keadaan lapar. Pihak sekolah pun menerima protes dan menjelaskan bahwa masalah bukan pada sekolah, melainkan pada keterlambatan distribusi dari dapur penyedia.
Keluhan itu kemudian disampaikan ke pihak pengelola Dapur Kalisusu. Namun, pengelola dapur yang diketahui bernama Masri tidak menerima teguran tersebut. Ia kemudian mendatangi SMPN 4 Nabire dalam keadaan emosi dan mencari Kepala Sekolah, Suwandi.
Saat bertemu di halaman sekolah, terjadi cekcok mulut yang berujung pada tindakan cekikan terhadap kepala sekolah. Para guru segera melerai keduanya. Masri kemudian keluar dari area sekolah, namun di luar halaman terjadi keributan dengan para siswa yang menyebabkan dirinya mengalami luka dan memar.


Masri lalu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan melakukan visum, sehingga sempat muncul narasi seolah-olah dirinya adalah korban, sementara kepala sekolah dianggap sebagai pelaku.
Untuk meredam situasi, pihak Polsek Nabarua bersama Koordinator Wilayah MBG Nabire melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak. Hasilnya, masalah berhasil diselesaikan secara kekeluargaan dan kedua pihak sepakat berdamai.
Marcel Aseren menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, para siswa, dan orang tua atas kejadian tersebut, serta menegaskan bahwa pelayanan MBG ke SMPN 4 Nabire tetap harus berjalan dan tidak boleh dihentikan.
“Anak-anak tidak boleh jadi korban. Pelayanan harus tetap berjalan karena ini program negara,” tegas Marcel.
Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan melakukan pembenahan sistem distribusi, dan berjanji akan datang langsung ke sekolah untuk menyampaikan permintaan maaf kepada siswa dan pihak sekolah.
Dapur MBG Kalisusu sendiri melayani sekitar 2.800 siswa penerima manfaat. Marcel menegaskan bahwa pihaknya akan terus mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak mengganggu pelayanan MBG di sekolah lain.
Dengan tercapainya perdamaian ini, kedua belah pihak sepakat melanjutkan kembali program Makan Bergizi Gratis secara normal dan menjaga situasi tetap kondusif.

Korwil BGN Nabire Siap Klasifikasi Depan Siswa SMPB 4
Sementara itu, Korwil BGN Kabupaten Nabire Marcel Eseremn akan datang ke SMPN 4 Nabire untuk mengklasifikasi dan memberikan pernyataan terkait kasus tersebut.
Dijadwalkan Marcel akan tiba SMPN 4 pada pukul 07.15 WIT guna menjelaskan permasalahan dan perkembangannya.
Bahwa masalah antara Pengelola Dapur Kalisusu dan SMPN 4 Nabire sudah diselesaikan secara damai di Polsek Nabarua (Nabire Kota) dan kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan program MBG tersebut dengan pelayanan yang lebih baik. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *