“Personel Polres Diminta Tetap Disiplin Bertugas dan Utamakan Kepentingan Masyarakat”

Nabire, Papua Tengah – Antusiasme masyarakat dalam menyambut perhelatan Piala Dunia 2026 mendapat perhatian khusus dari Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K. Ia mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjunjung tinggi sportivitas, toleransi, serta menjaga keamanan dan ketertiban meskipun memiliki dukungan yang berbeda terhadap tim nasional peserta Piala Dunia.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolres Nabire di sela-sela kegiatan donor darah yang merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kamis (11/6/2026), di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Nabire.
Kapolres menegaskan bahwa perbedaan dukungan terhadap tim favorit harus menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan justru memicu perselisihan di tengah masyarakat.
“Kita harus mengedepankan toleransi, menjaga keamanan dan ketertiban. Kita boleh mendukung tim favorit dan bergembira, tetapi jangan sampai mengganggu ketertiban umum atau menimbulkan konflik antarpendukung,” ujar AKBP Samuel Tatiratu.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan fasilitas umum secara berlebihan saat menggelar kegiatan nonton bareng maupun perayaan kemenangan tim favorit. Menurutnya, jalan raya merupakan fasilitas milik bersama yang harus digunakan secara tertib dan bertanggung jawab.
“Jalan raya ini milik masyarakat umum. Jangan sampai euforia berlebihan menyebabkan kemacetan atau mengganggu pengguna jalan lainnya. Kami berharap seluruh koordinator fans dan simpatisan dapat mengatur anggotanya masing-masing agar tetap tertib dan tidak terjadi benturan antarpendukung,” katanya.

Kapolres mengungkapkan bahwa Polres Nabire telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis dan persimpangan jalan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas selama berlangsungnya pertandingan Piala Dunia.
Selain itu, ia meminta masyarakat menjaga sportivitas baik di dunia nyata maupun di media sosial. Menurutnya, saling menghina atau mengejek tim yang kalah berpotensi memicu persoalan yang dapat berkembang menjadi konflik di lapangan.
“Jangan sampai karena menang atau kalah kemudian saling menghujat di media sosial yang akhirnya menimbulkan persoalan di masyarakat. Mari kita jaga sportivitas dan persaudaraan,” tegasnya.
Terkait kegiatan yang melibatkan pengumpulan massa dalam jumlah besar, Kapolres meminta panitia maupun komunitas pendukung untuk selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian sehingga pengamanan dapat dilakukan secara optimal.

Personel Polres Tetap Wajib Disiplin dan Profesional
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Samuel Tatiratu juga menegaskan kepada seluruh personel Polres Nabire agar tidak menjadikan Piala Dunia sebagai alasan untuk mengabaikan tugas dan tanggung jawab kedinasan.
Menurutnya, seluruh anggota Polri tetap harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat di atas kepentingan pribadi, termasuk saat berlangsungnya pertandingan yang disiarkan pada jam kerja.
“Pada saat jam kerja, anggota tetap harus bekerja. Tidak ada alasan karena nonton bareng lalu meninggalkan tugas. Anggota yang terlibat dalam pelayanan dan pengamanan tetap menjalankan tugas seperti biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hanya personel yang tidak sedang bertugas atau tidak terlibat langsung dalam pengamanan yang dapat menyesuaikan waktu untuk menyaksikan pertandingan.
Kapolres juga mengingatkan bahwa anggota yang mangkir dari tugas tanpa alasan yang sah akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan disiplin dan kode etik Polri.
“Saya sudah menekankan kepada seluruh jajaran bahwa apabila ada anggota yang tidak melaksanakan tugasnya karena alasan menonton pertandingan, maka akan diproses sesuai aturan disiplin dan kode etik yang berlaku,” tegasnya.
Melalui imbauan tersebut, Kapolres berharap seluruh masyarakat dan personel Polres Nabire dapat menikmati kemeriahan Piala Dunia 2026 dengan tetap menjaga persatuan, keamanan, ketertiban, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas dan aktivitas sehari-hari. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment