IMG-20260818-WA0119

Antisipasi Kasus 3C di Nabire Barat, Kapolsek Perkuat Pendekatan Personal dengan Tokoh Masyarakat

NABIRE, PAPUA TENGAH – GALA MANDIRI – Dalam rangka mengantisipasi sekaligus meminimalisir tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Kepolisian Sektor (Polsek) Nabire Barat terus memperkuat langkah-langkah preventif di tengah masyarakat.

Kapolsek Nabire Barat, IPTU Adam Mahardika Siagian, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan pihaknya adalah membangun komunikasi dan pendekatan secara personal dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala kampung, perangkat RT dan RW hingga perangkat desa.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Untuk kasus-kasus 3C yang kerap terjadi di wilayah Nabire Barat, kami sebagai Polsek Nabire Barat melakukan beberapa upaya. Kami bersilaturahmi dengan masyarakat, kepala kampung, perangkat RT, perangkat RW dan perangkat desa,” ujar IPTU Adam.
Dalam setiap pertemuan, personel Polsek Nabire Barat juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya tindak pidana 3C serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah masyarakat menjadi korban.
Salah satu perhatian utama kepolisian adalah keberadaan sejumlah jalur yang dinilai rawan terjadi aksi kejahatan, khususnya pada waktu-waktu tertentu. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kembali aktivitas maupun perjalanan melalui jalur-jalur tersebut.
“Kami juga menyampaikan kepada masyarakat di mana letak jalur-jalur yang kami nilai cukup rawan. Jadi masyarakat diharapkan dapat menghindari ataupun tidak melewati jalur-jalur tersebut,” jelasnya.
Selain melakukan sosialisasi secara langsung, Polsek Nabire Barat juga memasang banner peringatan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan, sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Menurut Kapolsek, keberadaan banner tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat ketika melintas di kawasan yang dianggap rawan. Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih berhati-hati atau memilih jalur alternatif yang dinilai lebih aman.
“Di samping sosialisasi, kami juga memasang banner yang menuliskan jalur ataupun wilayah rawan Curas maupun rawan begal. Kami harapkan ini dapat mengingatkan masyarakat. Mungkin ada masyarakat yang lupa atau sedang tidak fokus memperhatikan kondisi sekitar. Ketika melihat banner tersebut, mereka kembali ingat bahwa jalur ini cukup rawan sehingga bisa mengambil jalur lain atau alternatif lain,” katanya.
Kasus 3C Mulai Berkurang
IPTU Adam menyebutkan bahwa berdasarkan perkembangan terakhir, kasus 3C di wilayah Nabire Barat menunjukkan kecenderungan menurun.
Penurunan tersebut, kata dia, tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan secara bersama-sama oleh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek. Selain langkah preventif, kepolisian juga melakukan upaya penindakan dengan membentuk tim khusus untuk mendeteksi dan menangkap para pelaku tindak pidana 3C.
“Belakangan ini kasus 3C sudah mulai berkurang. Dari Polda, Polres dan juga Polsek melakukan upaya-upaya, termasuk membuat tim khusus untuk menangkap dan mendeteksi pelaku-pelaku tersebut. Dalam beberapa bulan ini, kasus 3C sudah sangat banyak berkurang,” ungkapnya.
Meski demikian, kepolisian tidak ingin masyarakat lengah. Upaya pencegahan tetap menjadi perhatian utama, terutama melalui sosialisasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat serta para tokoh yang memiliki pengaruh di lingkungan masing-masing.
Pendekatan preventif tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem keamanan berbasis masyarakat, sehingga informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
Polisi Ingatkan Soal Pembelaan Diri
Terkait kemungkinan masyarakat melakukan perlawanan ketika menjadi korban Curas, Curanmor maupun aksi kejahatan lainnya, Kapolsek Nabire Barat menjelaskan bahwa persoalan pembelaan diri tetap harus dilihat berdasarkan situasi dan fakta yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, aparat penegak hukum tidak serta-merta mengambil kesimpulan hanya berdasarkan adanya tindakan melukai pelaku. Setiap kejadian harus dinilai secara menyeluruh, termasuk kondisi, ancaman yang dihadapi korban serta fakta-fakta lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Kalau bentuk pembelaan diri, tentu ada penilaian-penilaian tersendiri dari penegak hukum. Tidak semata-mata karena seseorang melukai pelaku kemudian langsung diambil keputusan. Kami pasti mempertimbangkan dan menilai secara matang terlebih dahulu berdasarkan kondisi dan fakta yang ada,” jelas IPTU Adam.
Karena itu, masyarakat tetap diimbau untuk mengutamakan keselamatan diri ketika menghadapi tindak kejahatan serta segera melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Masyarakat Diminta Hindari Jalur Rawan
Menutup keterangannya, Kapolsek Nabire Barat kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Masyarakat diminta memperhatikan kembali jalur-jalur yang telah dipetakan sebagai kawasan rawan dan menghindari perjalanan pada waktu-waktu yang berpotensi meningkatkan risiko menjadi korban kejahatan.
“Untuk masyarakat, saya imbau agar seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, perhatikan kembali jalur-jalur yang kami nilai cukup rawan. Apabila tidak terlalu urgent atau tidak ada kegiatan yang sangat mendesak, jangan keluar pada waktu-waktu yang rawan, misalnya tengah malam, ataupun melalui jalur-jalur yang sepi,” imbaunya.


Jika memang terdapat keperluan mendesak dan masyarakat harus melewati jalur yang dianggap rawan, Kapolsek menyarankan agar tidak bepergian seorang diri.
“Mungkin apabila memang harus melalui jalur yang rawan, bisa mengajak teman, saudara atau keluarga. Jadi tidak hanya sendiri,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara kepolisian, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan seluruh warga, Polsek Nabire Barat berharap upaya pencegahan tindak pidana 3C dapat terus diperkuat sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Nabire Barat tetap terjaga. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *