filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 46;

117 Jurnalis OAP dan 36 Non-OAP Hadiri Festival Media 2026 se-Tanah Papua di Nabire

Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI –Sekitar 117 wartawan Orang Asli Papua (OAP) dan 36 wartawan Non-OA hadir dalam acara Festival Media se-Tanah Papua Pertama yang secara resmi dibuka pada Selasa (13/1/2026) di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Bandara Lama Nabire.

Festival yang untuk pertama kalinya digelar di Tanah Papua ini menjadi momentum bersejarah bagi dunia pers Papua karena mempertemukan ratusan jurnalis dari enam provinsi di Papua dalam satu forum bersama.
Pembukaan Festival Media se-Tanah Papua dilakukan oleh Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, yang diwakili Asisten II Bidang Pemerintahan dan Pembangunan, H. Tumiran, S.Sos., M.Si. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa bersama Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Ketua Panitia Festival Media se-Tanah Papua, Bupati Intan Jaya, serta sejumlah wartawan senior Papua.

 

 


Dalam laporannya, Ketua Panitia Festival Media se-Tanah Papua, Albert You, menyampaikan penghormatan kepada jajaran pimpinan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh pers, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga festival perdana ini dapat terselenggara dengan baik.
Albert You juga menyampaikan penghormatan kepada para pendiri Asosiasi Wartawan Papua (AWP), para wartawan senior Papua, serta tokoh-tokoh pers yang telah meletakkan fondasi dunia jurnalistik Papua sejak puluhan tahun lalu. Ia menegaskan bahwa kehadiran para senior pers Papua menjadi sumber inspirasi bagi generasi jurnalis muda saat ini.
Dalam laporannya, Albert You menyampaikan bahwa peserta Festival Media se-Tanah Papua berasal dari seluruh enam provinsi di Tanah Papua. Jumlah jurnalis Orang Asli Papua (OAP) yang hadir tercatat sebanyak 114 orang, sementara jurnalis non-OAP berjumlah 36 orang. Selain jurnalis, festival ini juga diikuti oleh perwakilan mahasiswa, pelajar, guru, serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap dunia literasi dan jurnalistik.
“Festival media ini bertujuan untuk membekali jurnalis Papua dengan keterampilan liputan investigasi, keamanan digital, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta penguatan jurnalisme damai,” ujar Albert You.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Festival Media se-Tanah Papua meliputi pelatihan jurnalistik dan investigasi, penguatan kapasitas jurnalisme damai, serta talk show yang berfokus pada peran media dalam pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan di Tanah Papua. Selain itu, terdapat pameran foto dan video hasil karya jurnalistik para wartawan Papua yang dipamerkan kepada publik.


“Ini adalah karya kami sendiri, karya jurnalis Papua. Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan Papua mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas,” ungkapnya.
Puncak kegiatan festival akan ditutup dengan Malam Penganugerahan Papua Journalist Association (PJA) 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kontribusi insan pers Papua. Festival Media se-Tanah Papua dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (15/1/2026), dengan pengamanan dari Polda Papua Tengah dan Polres Nabire.
Albert You menegaskan bahwa Papua Tengah menjadi provinsi pertama yang merintis dan melaksanakan Festival Media se-Tanah Papua. Menurutnya, festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan upaya mewariskan nilai-nilai jurnalistik kepada generasi muda Papua di masa depan.
“Papua Tengah menjadi yang pertama. Ini sejarah dan akan kita wariskan kepada anak cucu di seluruh Tanah Papua,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP) Elisa Kenyap dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Media se-Tanah Papua merupakan forum penting yang mempertemukan jurnalis, pemerintah, dan masyarakat dalam semangat kolaborasi untuk membangun Papua yang lebih baik.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah beserta jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival yang berlangsung selama tiga hari di Nabire. Apresiasi juga disampaikan kepada PLN, Polda Papua Tengah, Polres Nabire, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Media Papua pertama ini.
“Festival media ini adalah forum strategis yang mempertemukan seluruh jurnalis Papua, pemerintah, dan masyarakat dalam semangat kolaborasi dan pembangunan Papua yang lebih baik,” ujarnya.
Ketua AWP menegaskan bahwa peran media di Papua memiliki karakter dan tantangan yang tidak ringan. Media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga kepercayaan publik, mengelola keberagaman, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Dalam konteks Papua yang majemuk secara budaya, geografis, dan sosial, insan pers dituntut untuk bekerja secara profesional, beretika, serta sensitif terhadap nilai-nilai lokal,” katanya.
Menurutnya, Festival Media Papua pertama ini dirancang sebagai ruang peningkatan kapasitas dan literasi media, penguatan media lokal dan media komunitas, serta sarana pertukaran gagasan antara media, pemerintah, dan masyarakat. Festival ini juga menjadi sarana untuk meneguhkan komitmen bersama terhadap jurnalisme yang bertanggung jawab.
Ketua AWP menekankan pentingnya sinergi antara media dan Forkopimda dalam mencegah disinformasi, merawat persatuan, serta menghadirkan narasi pembangunan Papua yang objektif, manusiawi, dan berimbang.
“Media yang kuat dan independen akan menjadi aset penting bagi pemerintah daerah dalam menyampaikan kebijakan secara transparan dan akuntabel kepada masyarakat,” tegasnya.
Melalui momentum Festival Media se-Tanah Papua, Ketua AWP mengajak seluruh insan pers Papua untuk terus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan profesionalisme, mengedepankan kepentingan publik dan nilai-nilai kemanusiaan, mengangkat potensi budaya Papua secara bermartabat, serta menjadi bagian dari solusi bagi masa depan Papua yang lebih baik.

Ia berharap Festival Media Papua pertama yang digelar di Papua Tengah, khususnya di Nabire, dapat menjadi tonggak awal penguatan ekosistem pers Papua yang berkualitas, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *