IMG-20260309-WA0025

John N. R. Gobai Dorong Perum DAMRI Buka Trayek Hingga Kali Putih untuk Layani Masyarakat Pedalaman Mimika

Nabire, Papua Tengah— GALA MANDIRI – Wakil Ketua IV DPR Provinsi Papua Tengah, John N. R. Gobai, mendorong perluasan layanan transportasi darat oleh Perum DAMRI agar dapat menjangkau masyarakat di kampung-kampung terpencil, khususnya di wilayah pedalaman Kabupaten Mimika.
Gobai menyampaikan bahwa masyarakat Papua yang tinggal di kampung-kampung membutuhkan dukungan transportasi yang memadai untuk mengakses pelayanan pemerintah, pendidikan, dan kesehatan. Menurutnya, penyediaan sarana transportasi harus disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.


“Bagi wilayah yang sudah memiliki akses jalan darat, tentu dibutuhkan transportasi darat. Sementara masyarakat di wilayah pesisir dan hilir sungai memerlukan transportasi laut atau air, dan daerah yang belum memiliki akses jalan membutuhkan transportasi udara,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Senin (9/3/2026).
Dalam upaya mengawal aspirasi masyarakat, Gobai mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta Balai Pengelola Transportasi Darat Papua terkait kebutuhan transportasi darat bagi masyarakat di wilayah Kiura yang berada di ruas jalan Timika.
Wilayah tersebut dihuni oleh sejumlah komunitas adat, di antaranya suku Kamoro, Mee, dan Moni. Gobai mengusulkan agar layanan DAMRI dapat diperluas hingga Kali Putih yang berada di kawasan kepala air Kokonao, Mimika, untuk melayani masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pada kilometer 120 hingga 142 ruas jalan Timika–Kiura–Deiyai.


Menurutnya, saat melakukan kunjungan langsung ke wilayah tersebut, ia melihat potensi pertanian dan perkebunan yang cukup besar. Namun hingga kini masyarakat belum memiliki akses transportasi umum yang memadai.
“Transportasi yang ada saat ini hanya kendaraan pribadi dan kendaraan pejabat. Padahal masyarakat sangat membutuhkan transportasi umum untuk mengangkut hasil pertanian mereka dari kampung ke kota agar dapat dijual di pasar,” katanya.
Gobai mengusulkan trayek angkutan perintis dari Kali Putih hingga Kota Timika dengan titik kilometer 142. Ia berharap rute tersebut dapat dimasukkan dalam Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Jalan Perintis pada 2027.
Sementara itu, saat melakukan kunjungan ke kantor DAMRI di Timika, Gobai menerima informasi dari General Manager DAMRI Mimika, Markus Randanan, bahwa pada 2026 rute layanan telah diperpanjang dari kilometer 210 menjadi kilometer 240. Ke depan, rute tersebut direncanakan akan diperluas hingga Kali Putih setelah melalui proses survei dan pengusulan kepada BPTD.
Gobai menilai trayek Timika–Kali Putih memiliki prospek strategis karena ke depan akses jalan darat dari Timika menuju Deiyai dan Nabire diperkirakan segera terhubung.
“Jika akses ini terbuka, maka akan menjadi peluang trayek perintis baru yang menghubungkan Timika dengan Deiyai hingga Nabire,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang ruas jalan dari Iwaka hingga Kiura dan menuju Deiyai agar tidak menjual tanah mereka kepada pihak luar. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lumbung pangan lokal.
“Masyarakat dapat memanfaatkan lahan untuk memproduksi ubi, sagu, keladi, cabai, tomat, sayur-sayuran, dan buah-buahan untuk memasok kebutuhan pangan di Timika maupun Deiyai,” kata Gobai. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *