

Nabire, Papua Tengah -GALA MANDIRI -Ketua Parisada Hindu Kabupaten Nabire, I Dewa Gede Sukewati, menyampaikan bahwa pelaksanaan Tawur Agung Kesanga yang berlangsung pada Rabu (18/3/2026) di Pura Puja Dewata SP1/SP Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, merupakan bagian penting dari rangkaian Hari Raya Nyepi.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga tahapan utama dalam rangkaian tersebut, yakni Melasti, Tawur Agung Kesanga, dan pawai Ogoh-Ogoh. Namun, pelaksanaan Melasti di Nabire menyesuaikan dengan kondisi setempat. Secara ideal, Melasti dilakukan di laut, tetapi karena keterbatasan waktu dan kesibukan umat Hindu yang mayoritas berprofesi sebagai aparatur sipil negara dan petani, prosesi tersebut dilaksanakan secara sederhana dan digabung dalam satu rangkaian kegiatan.

Lebih lanjut, I Dewa Gede Sukewati menegaskan bahwa kegiatan ritual keagamaan seperti Nyepi tidak memiliki kaitan langsung dengan kondisi perekonomian. Menurutnya, dinamika ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global, akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Namun demikian, sebagai umat beragama dan bagian dari masyarakat Indonesia, pihaknya terus memanjatkan doa agar bangsa ini terhindar dari dampak negatif situasi global.


Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, terutama dengan belajar dari pengalaman masa pandemi COVID-19. Masyarakat diimbau untuk lebih mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan, sehingga mampu menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu tanpa keterkejutan.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut memberikan motivasi kepada generasi muda dan masyarakat luas agar lebih aktif dalam meningkatkan taraf ekonomi. Menurutnya, wilayah Papua memiliki peluang dan potensi ekonomi yang sangat baik, sehingga keberhasilan sangat bergantung pada kemauan dan perubahan pola pikir individu.


Ia menegaskan bahwa kemajuan tidak akan datang tanpa usaha. Oleh karena itu, setiap individu perlu memiliki semangat, ketekunan, dan kerja keras untuk menjadi pelaku ekonomi yang mandiri. Sebagai tokoh masyarakat, dirinya merasa memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan dorongan dan gambaran positif kepada generasi muda agar mampu meningkatkan kesejahteraan, baik secara pribadi maupun keluarga.

“Di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan. Tanpa kemauan, sekuat apa pun dorongan yang diberikan tidak akan menghasilkan perubahan,” tutupnya. RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment