IMG_20260125_000413

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Napan dan Sekitarnya

Nabire, Papua Tengah-GALA MANDIRI – Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John N.R. Gobai, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Napan dan sekitarnya, khususnya terkait penerangan, akses transportasi laut, jalan penghubung, serta jembatan antarwilayah yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
Hal itu dikatakan John Gobai, Sabtu (24/01/2026).


John Gobai mengenang kembali kunjungannya ke wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Menurutnya, sejak awal kedatangan, ia sudah membayangkan bahwa daerah ini memiliki potensi besar untuk berkembang, asalkan didukung dengan infrastruktur yang memadai.
“Saya ingat betul waktu datang ke sana. Ini daerah sebenarnya sangat bagus, bisa berkembang, tapi memang perlu kerja serius. Kita ini kan adik-adik yang melanjutkan perjuangan, jadi kita harus pastikan kapal bisa masuk, ada lampu, supaya Napan ini terbuka dan tidak terisolasi,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa pembukaan akses tidak hanya berhenti di Napan, tetapi harus dilanjutkan dengan membuka jalur darat dari Napan menuju Modan, Masbawa, hingga Kutan. Selain itu, pembangunan jembatan di beberapa titik juga dinilai sangat penting agar konektivitas antarwilayah bisa berjalan lancar.
“Kalau jalan dan jembatan ini terbuka, saya yakin wilayah ini akan kembali bersinar. Ini kan daerah tua, daerah bersejarah, dari zaman Belanda. Napan, Wanami, dan Yaur itu semua punya nilai sejarah dan potensi besar,” katanya.
John Gobai juga menyinggung bahwa Kota YAU merupakan salah satu wilayah yang sejak dulu sudah dirancang sebagai pusat aktivitas masyarakat. Bahkan, menurutnya, kawasan tersebut pernah direncanakan sebagai kawasan pemukiman bertingkat (wadik lantai) yang dibangun secara teratur dan dilengkapi dengan unit-unit rumah untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Dulu itu kami berjuang supaya kapal bisa masuk ke Napan. Sekarang kapal sudah masuk, tapi waktu kami datang, kondisinya masih gelap, belum ada lampu, semua masih terbatas. Ini kan jadi tanggung jawab kita bersama, terutama kami yang dulu ikut mengusulkan,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa masuknya kapal ke Napan merupakan sebuah kemajuan besar, namun belum cukup jika tidak dibarengi dengan pembangunan fasilitas pendukung lainnya, seperti penerangan, dermaga yang layak, serta infrastruktur jalan dan jembatan.
Karena itu, John Gobai berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten setempat dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap wilayah tersebut. Ia secara khusus mendorong agar pemerintah dapat menambah alokasi anggaran pembangunan, minimal satu hingga dua paket proyek tambahan untuk sekitar 30 titik strategis yang dinilai sangat membutuhkan sentuhan pembangunan.
“Kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten bisa menambah satu atau dua paket kegiatan untuk sekitar 30 titik. Ini penting supaya daerah ini benar-benar terbuka, masyarakat bisa bergerak, ekonomi bisa jalan, dan pelayanan pemerintahan juga bisa lebih baik,” ujarnya.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta memperkuat kehadiran negara di wilayah-wilayah yang selama ini masih tertinggal.
Ia menegaskan bahwa DPR Papua Tengah akan terus mendorong dan mengawal aspirasi masyarakat ini agar bisa masuk dalam perencanaan dan penganggaran pemerintah ke depan.
“Kalau kita mau Papua Tengah maju, ya kita harus mulai dari membuka daerah-daerah seperti ini. Kalau akses sudah terbuka, semua akan ikut bergerak,” tutupnya. (RED-GALA,MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *