NABIRE, PAPUA TENGAH | GALA MANDIRI – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah terus memperkuat komunikasi dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang rencana aksi penyampaian pendapat oleh masyarakat Suku Moni di Kabupaten Nabire.
Pendekatan dialogis tersebut dilakukan jajaran Direktorat Intelkam Polda Papua Tengah dengan menyambangi sejumlah tokoh yang dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman dan menenangkan masyarakat di tengah situasi yang berkembang.
Pada Senin, 20 Juli 2026, PS Panit 2 Subdit 1 Dit Intelkam Polda Papua Tengah, Ipda John F. Saukoly, S.T., M.M., mewakili Direktur Intelkam Polda Papua Tengah, melaksanakan kegiatan silaturahmi sekaligus penggalangan dengan Tokoh Agama Suku Moni Nabire, Pdt. Amos Wigidipa, yang berlangsung di wilayah Kalibobo, Nabire.
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama untuk membahas perkembangan situasi kamtibmas, terutama berkaitan dengan rencana aksi penyampaian pendapat di muka umum oleh masyarakat Moni di Nabire.
Rencana aksi tersebut diketahui berkaitan dengan rasa keprihatinan masyarakat atas kasus meninggalnya seorang ibu hamil di Kabupaten Intan Jaya. Kondisi tersebut mendapat perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan reaksi emosional apabila tidak disikapi secara bijak.
Dalam kesempatan itu, Ipda John menyampaikan pesan dari pimpinan Polda Papua Tengah agar para tokoh agama dapat mengambil peran dalam menjaga suasana tetap sejuk. Tokoh agama dinilai memiliki posisi strategis untuk memberikan pemahaman kepada jemaat dan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan.
“Kami mengimbau dan memohon bantuan Pdt. Amos Wigidipa selaku tokoh agama untuk menyampaikan pesan-pesan sejuk kepada masyarakat Suku Moni di Nabire. Penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara, namun kami berharap aksi tersebut dapat berlangsung secara tertib, damai, dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengganggu stabilitas keamanan Kota Nabire,” ujar Ipda John F. Saukoly.
Menurutnya, kepolisian tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, kebebasan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum, menjaga ketertiban, serta menghormati hak masyarakat lainnya.
Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah munculnya tindakan yang dapat merugikan kepentingan umum. Situasi keamanan yang kondusif, menurut kepolisian, merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan.
Menanggapi hal tersebut, Pdt. Amos Wigidipa menyambut baik kedatangan jajaran Dit Intelkam Polda Papua Tengah. Ia mengapresiasi langkah kepolisian yang secara aktif membangun komunikasi dengan tokoh agama, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Pdt. Amos menyatakan kesiapannya untuk turut membantu menjaga situasi keamanan di Nabire. Sebagai tokoh agama, dirinya akan memberikan edukasi dan pesan-pesan kedamaian kepada jemaat maupun masyarakat Suku Moni agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Ia juga mengajak masyarakat agar menyikapi peristiwa duka di Intan Jaya secara bijaksana serta menyerahkan proses penanganannya kepada pihak yang berwenang sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, aspirasi tersebut hendaknya disampaikan secara damai, tertib, dan tidak disertai tindakan anarkis maupun kekerasan.
Komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesamaan pemahaman di tengah masyarakat. Dengan adanya pesan-pesan kedamaian dari para tokoh yang memiliki pengaruh di lingkungan masing-masing, potensi terjadinya provokasi maupun konflik dapat ditekan.
Polda Papua Tengah juga menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan dialogis akan terus dikedepankan dalam menghadapi setiap dinamika kamtibmas. Kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh komponen masyarakat dinilai penting untuk menciptakan suasana Nabire yang aman, damai, dan kondusif.
Melalui kegiatan silaturahmi dan penggalangan tersebut, kepolisian berharap masyarakat dapat tetap menjaga persaudaraan, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama menciptakan ruang penyampaian aspirasi yang aman dan bermartabat. (RED-GALA MANDIRI)
Tokoh Agama Moni Diajak Bersama Jaga Situasi Nabire Tetap Aman Jelang Rencana Aksi
Berita DaerahBerita HankamBerita Intan JayaBerita NabireBerita Papua TengahBerita PendidikanHeadlinePOLRI


Leave A Comment