76a391a5-b33d-4686-a5bb-5c4fc1b83426_additional_11-8-26-Pemprov-Papua-Tengah-SCOPI-Perkuat-Petani-Kopi3

Pemprov Papua Tengah dan SCOPI Bersinergi Kembangkan Kopi Berkelanjutan

NABIRE, PAPUA TENGAH- GALA MANDIRI – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu sektor perkebunan yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) dalam pemberdayaan petani dan peningkatan kapasitas pelatih utama kopi.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Nabire, Senin (10/8/2026). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan budidaya kopi yang baik dan berkelanjutan atau Good Agricultural Practices (GAP), sekaligus memperbaiki kualitas hasil panen dan pengolahan pascapanen.
Pemprov Papua Tengah menilai pengembangan kopi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Faktor kualitas, kemampuan sumber daya manusia, kelembagaan petani, hingga akses pasar menjadi bagian penting yang harus dibangun secara bersamaan.
Melalui kerja sama dengan SCOPI, petani akan mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan hingga pengolahan pascapanen. Pelatih utama kopi juga akan diperkuat agar mampu menjadi tenaga pendamping yang kompeten di tingkat petani.
Perkuat Rantai Nilai Kopi
Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong agar pengembangan kopi dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Artinya, perhatian tidak hanya diberikan kepada proses produksi, tetapi juga pengolahan, peningkatan mutu, pemasaran dan pembentukan jejaring kemitraan.
Dengan pola tersebut, petani diharapkan mampu menghasilkan biji kopi dengan kualitas yang lebih baik sehingga memiliki nilai jual dan daya saing yang lebih tinggi.
Penguatan kelompok dan kelembagaan petani juga menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok kopi yang berkelanjutan. Kelembagaan yang kuat diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar petani sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pelaku usaha dan pasar.
Petani Menjadi Penggerak Utama
Pemprov Papua Tengah menempatkan petani sebagai pelaku utama dalam pengembangan perkebunan kopi. Karena itu, pemberdayaan diarahkan bukan sekadar pemberian bantuan, tetapi pada peningkatan kemampuan agar petani mampu mengelola usaha perkebunannya secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan produktivitas, penerapan praktik pertanian yang baik diharapkan dapat menjaga kualitas lingkungan serta memastikan proses produksi kopi tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
Papua Tengah memiliki peluang untuk mengembangkan kopi dengan karakter dan cita rasa yang khas. Potensi tersebut menjadi modal untuk memperkenalkan produk kopi daerah ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat sinergi bersama pemerintah kabupaten, kelompok tani, pelaku usaha, akademisi, lembaga pendamping dan berbagai mitra pembangunan.
Kerja sama dengan SCOPI diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan program pemberdayaan petani yang lebih terarah dan berkelanjutan. Dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kualitas produksi hingga akses pasar, seluruh mata rantai pengembangan kopi akan terus diperkuat.
Dengan demikian, kopi Papua Tengah diharapkan tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi para petani. (RED-GALA MANDIRI/***)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *