IMG-20260717-WA0052

Proyek Kasuari Utan Diluncurkan Secara Resmi, Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Nabire

Nabire, Papua Tengah-GALA MANDIRI – Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Parenwari, secara resmi meluncurkan Proyek Kasuari Utan (Komoditas Ubi Jalar Nabire Unggulan Berkelanjutan) sebagai inovasi pengembangan sektor pertanian yang berorientasi pada ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Nabire.


Peluncuran proyek yang berlangsung di Kantin Dinas Pertanian Kabupaten Nabire tersebut dihadiri oleh Kepala Distrik Nabire, Kepala Distrik Nabire Barat, jajaran Dinas Pertanian, serta perwakilan kelompok tani. Program ini merupakan gagasan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Sumardi, S.IP., M.Si., sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi komoditas pangan lokal, khususnya ubi jalar.
Pertanian Menjadi Pilar Ketahanan Pangan Daerah


Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Burhanuddin Parenwari menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing Kabupaten Nabire sebagai salah satu daerah otonom di Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, Kabupaten Nabire memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah serta lahan pertanian yang luas sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal melalui berbagai inovasi yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


“Komoditas pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan adalah ubi jalar. Komoditas ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Papua. Selain itu, ubi jalar merupakan sumber karbohidrat yang sehat dan memiliki peluang pasar yang sangat menjanjikan,” ujar Wakil Bupati.
Dukungan Penuh terhadap Inovasi Kasuari Utan


Sebagai mentor dalam proyek perubahan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap lahirnya inovasi Kasuari Utan.
Ia menilai program tersebut hadir pada waktu yang tepat, terutama di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Menurutnya, pengembangan ubi jalar tidak hanya akan meningkatkan produksi pangan lokal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani melalui tersedianya pasar yang jelas dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Nabire akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai inovasi di sektor pertanian agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah,” katanya.
Dinas Pertanian Gandeng SPPG untuk Program MBG


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Sumardi, S.IP., M.Si., melaporkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui kerja sama tersebut, hasil panen petani lokal, khususnya ubi jalar, akan menjadi salah satu komoditas yang mendukung kebutuhan bahan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan petani dalam program tersebut diharapkan mampu menciptakan kepastian pasar sekaligus meningkatkan semangat masyarakat untuk terus mengembangkan usaha pertanian.
“Kerja sama ini akan melibatkan petani-petani kita, khususnya petani ubi jalar, sehingga hasil produksi mereka dapat mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” jelas Sumardi.
Program Disusun Bertahap hingga Jangka Panjang


Lebih lanjut, Sumardi menjelaskan bahwa Proyek Kasuari Utan telah disusun dalam tahapan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Pada tahap awal, program difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian melalui pengembangan budidaya ubi jalar di wilayah Distrik Nabire Barat dan Distrik Nabire.
Menurutnya, penanaman tahap pertama dan kedua telah berhasil dilaksanakan bersama para petani sebagai bentuk implementasi awal proyek tersebut.
Selain meningkatkan produksi ubi jalar, proyek ini juga diarahkan untuk mendukung hilirisasi produk pertanian, memperkuat kapasitas petani, serta menciptakan sistem pemasaran yang lebih nyata sehingga hasil panen memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.


Pengembangan Sayuran Ramah Lingkungan
Tidak hanya berhenti pada pengembangan ubi jalar, Dinas Pertanian juga berencana memperluas program kepada komoditas hortikultura, khususnya sayuran yang dibudidayakan secara lebih ramah lingkungan dengan mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia.
Program tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan jangka menengah dan jangka panjang yang bertujuan menciptakan pertanian berkelanjutan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Nabire.


Dengan adanya Proyek Kasuari Utan, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap komoditas ubi jalar dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah yang mampu mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi salah satu penopang utama dalam penyediaan bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Nabire. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *