IMG-20260416-WA0019

Polda Papua Tengah Telusuri Simpang Siur Informasi Korban Warga di Kericuhan Dogiyai

Wakapolda : Belum Ada Laporan Resmi


Nabire, Papua Tengah- GALA MANDIRI – Isu adanya korban jiwa dari pihak warga dalam kericuhan di Dogiyai pada 31 Maret lalu tengah jadi perbincangan hangat di media sosial. Menanggapi hal itu, Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Urbinas, angkat bicara.
Gustav menegaskan bahwa hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Menurutnya, belum ada satu pun laporan resmi yang masuk ke meja polisi terkait korban dari kalangan masyarakat.
“Kami masih mendalami informasi yang beredar di medsos. Faktanya, sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait hal itu,” ungkap Gustav saat konferensi pers di Mapolda Papua Tengah, Rabu (15/4).


Wakapolda Kombes Pol Gustav Urbinas juga mengatakan, untuk memudahkan penyidikan, Kepolisian terbuka menerima laporan dari warga jika terdapat korban, atau hal hal lain terkait kejadian kerusuhan di Dogiyai.
Kericuhan ini sendiri pecah setelah regu patroli menemukan seorang anggota polisi tewas mengenaskan akibat senjata tajam. Saat polisi mencoba melakukan penyisiran untuk mencari pelaku, warga bereaksi keras dengan menyerang petugas menggunakan panah dan senapan tabung.
Imbasnya, situasi sempat chaos. Fasilitas umum dirusak dan sejumlah kendaraan ludes dibakar massa.


Sejauh ini, polisi sudah mengantongi 10 Laporan Polisi (LP) terkait kejadian tersebut. Namun, seluruh laporan itu fokus pada perusakan fasilitas, pembakaran kendaraan, dan penyerangan aparat—bukan soal korban warga.
Meski begitu, polisi tidak mau gegabah dan tetap melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan fakta sebenarnya.
Tak tinggal diam, Tim Siber Polda Papua Tengah kini juga sedang memantau akun-akun media sosial yang diduga menyebarkan informasi tidak bertanggung jawab.
Warga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas sumbernya.
(RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *