IMG-20260121-WA0020

Penganiayaan Buntut Ribut MBG Tetap Diproses Hukum, Masyarakat Diminta Tidak Bangun Opini di Medsos

Nabire, Papua Tengah– GALA MANDIRI – Kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar SMP yang sempat viral di media sosial kini tengah ditangani serius oleh Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polres Nabire. Kasus ini merupakan buntut dari perselisihan terkait pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) antara pihak Dapur Kalisusu dan pihak sekolah SMP Negri 4 Nabire.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., mengonfirmasi bahwa laporan resmi telah diterima pada 13 Januari 2026 dengan nomor laporan LP/28/I/2026/SPKT. Korban berinisial CRP (14) dilaporkan menjadi korban pengeroyokan di Jalan Surabaya sekitar pukul 19.00 WIT.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa ini dipicu oleh insiden sehari sebelumnya (12 Januari 2026) yang melibatkan pengelola dapur MBG Kalisusu, dan pihak sekolah SMP Negri 4 Nabire.
Meski masalah awal telah diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Nabire Kota, namun anak dari salah satu pihak merasa tidak terima orang tuanya dipukul.
Ia kemudian mengajak rekan-rekannya mencari pelaku pemukulan orang tuanya hingga bertemu dengan korban CRP. Dalam pertemuan tersebut, terjadi aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh dua orang terduga pelaku berusia 17 tahun dan 20 tahun.


Saat ditemui media, Kapolres Nabire menegaskan, sejak laporan diterima, pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan:
Permintaan Visum et Repertum, Pemeriksaan saksi-saksi dan klarifikasi terduga pelaku.
Pihak kepolisian juga meminta Pendampingan korban melalui DP3 serta pendampingan pelaku anak oleh BAPAS.
“Kami tidak bisa langsung menetapkan tersangka atau melakukan penahanan tanpa melalui prosedur penyelidikan dan pembuktian yang benar, apalagi ini melibatkan anak di bawah umur,” ujar penyidik Unit PPA.
Terkait adanya opsi diversi atau penyelesaian kekeluargaan, Kapolres AKBP Samuel mengatakan, hal tersebut hanya bisa terjadi jika dikehendaki oleh pihak korban.
“Sejak awal, keluarga korban meminta penanganan melalui jalur hukum, dan kami sangat menghormati keputusan tersebut. Kami meminta masyarakat untuk tidak membangun opini keliru di media sosial. Ini bukan soal lambat, tapi soal memastikan penegakan hukum dilakukan secara tepat dan benar,” tegas Kapolres Nabire menutup keterangannya. (RED GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *