NABIRE – Keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan nyata bagi masyarakat di wilayah pesisir terpencil Papua. Menyadari celah tersebut, Polres Nabire hadir membawa angin segar lewat aksi pelayanan kesehatan gratis di Kampung Bawei dan Kampung Yeretuar, Distrik Teluk Umar, pada Selasa 23 Juni. Langkah nyata ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 mendatang.

Bagi warga Kampung Bawei dan Yeretuar, perjalanan menuju fasilitas medis yang memadai di pusat kota Nabire bukanlah perkara mudah. Kadang warga harus bertaruh dengan waktu dan ombak laut yang kerap tidak bersahabat.
Melihat kondisi tersebut, rombongan Polres Nabire yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Samuel Tatiratu, datang membawa tim medis khusus. Kehadiran rombongan langsung diserbu warga yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, mendeteksi penyakit, hingga mendapatkan obat-obatan secara gratis.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan kehadiran Polri di wilayah ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tidak merasa terisolasi dari layanan dasar.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran negara, melalui Polri, benar-benar dirasakan oleh masyarakat di garis terluar. Pelayanan kesehatan gratis ini adalah bentuk ketulusan kami untuk membantu menjaga kesehatan bapak, ibu, dan anak-anak di Distrik Teluk Umar,” ujar AKBP Samuel Tatiratu saat bertatap muka dengan warga.

Aksi kemanusiaan yang harus menempuh jalur laut berjam-jam ini berjalan sukses. Selain pengobatan, Polres Nabire juga membagikan ratusan paket sembako untuk menunjang pemenuhan gizi masyarakat setempat. Kegiatan ini pun akan dilaporkan kepada Kapolda Papua Tengah sebagai wujud pertanggungjawaban program kerja Polri dalam menjangkau wilayah pesisir jauh.(red Gala Mandiri)


Leave A Comment