NABIRE – Ketua Dewan Adat Papua Tengah Wilayah Nabire, Herman Sayori, melihat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat membawa dampak positif ganda, yang pertama dampak positif bagi kesehatan anak, dan dampak positif bagi publik, karena MBG memicu terjadinya perputaran ekonomi masyarakat lokal. Pernyataan tersebut disampaikannya saat ditemui diNabire, Senin 14 September 2026.

Menurut Herman Sayori, program MBG menciptakan rantai ekonomi yang saling menguntungkan. Bahan pangan seperti ikan, telur, dan sayuran dapat diserap langsung dari hasil kerja nelayan, peternak, dan petani setempat. Hal ini membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat non-formal sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua.
Terkait kendala teknis seperti dugaan keracunan, Herman meminta semua pihak melihatnya secara bijak dan berbasis fakta.
Herman Sayori juga secara tegas meminta pihak MBG benar benar memperhatikan pentingnya disiplin Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi penyelenggara, dan meminta aparat berwenang mengusut tuntas setiap masalah jika ada, tanpa harus menghentikan program utamanya. “Kalau satu lumbung ada tikus, bukan lumbungnya yang dibakar, tetapi dibenahi bagaimana supaya tikus tidak masuk,” tegas Ketua Dewan Adat Herman Sayori.

Sementara menyikapi aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 15 September 2026, Herman mengimbau seluruh masyarakat dan peserta aksi untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai, mengikuti aturan, serta menghindari tindakan anarkis atau provokasi yang dapat merugikan fasilitas umum dan kenyamanan warga Nabire.(Red Gala mandiri)


Leave A Comment