IMG_20260225_111317

Kasdam XVII/Cenderawasih Gelar Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat di Makorem 173/PVB Nabire

Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A. Zebua, S.E., M.M., melaksanakan kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama jajaran Korem 173/PVB serta unsur Forkopimda Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire, tokoh agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan (Toga, Tomas, Todat, Towan), dan para kepala suku di wilayah Nabire, Selasa (24/2/2026), bertempat di Makorem 173/PVB.

Dalam keterangannya kepada media, Brigjen TNI Thevi A. Zebua menyampaikan bahwa kehadirannya di Nabire merupakan perwakilan Pangdam XVII/Cenderawasih yang saat ini berada di Jayapura. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjadi forum berbagi pandangan dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan keamanan yang belakangan terjadi di wilayah Papua Tengah, khususnya di Nabire dan Mimika.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah silaturahmi, sekaligus sharing dan bertukar pendapat. Kita ingin berkolaborasi untuk memecahkan permasalahan yang ada di Nabire,” ujar Kasdam.
Kasdam mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi sejumlah insiden keamanan yang telah menjadi perhatian publik dan media. Menyikapi hal tersebut, TNI, menurutnya, akan terus melakukan evaluasi, koreksi, dan kajian ulang terhadap sistem pengamanan di wilayah.
“Kami dari TNI akan selalu mengevaluasi dan mengkaji ulang bagaimana sistem pengamanan yang kita lakukan. Saat ini proses investigasi sedang berjalan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kasdam juga hadir bersama unsur POMDAM dan staf intelijen Kodam XVII/Cenderawasih. Ia menegaskan bahwa insiden terakhir merupakan bentuk provokasi yang dilakukan oleh kelompok OPM terhadap TNI, namun penanganannya tidak bisa dibebankan hanya kepada satu institusi.
“Ini bukan hanya tanggung jawab TNI atau Polri semata, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai stakeholder, termasuk masyarakat,” katanya.
Kasdam juga mengapresiasi sikap tokoh adat yang mewakili berbagai suku, termasuk suku Dani, yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan kesiapan bertanggung jawab serta bekerja sama menjaga keamanan daerah.

Lebih lanjut, Brigjen TNI Thevi A. Zebua menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi yang valid kepada aparat keamanan, terutama terkait keberadaan kelompok bersenjata yang dilaporkan masih beraktivitas di sekitar kota dan kampung-kampung.

“TNI sangat membutuhkan dukungan dan informasi yang valid dari masyarakat. Kita tidak bisa bertindak tanpa dasar. Nabire pada dasarnya adalah daerah yang aman dan majemuk, ini harus kita jaga bersama agar tidak terpecah belah,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan media terkait pengamanan objek vital nasional, Kasdam menegaskan bahwa seluruh pengamanan dilakukan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku, baik oleh TNI maupun Polri. Ia juga memastikan bahwa perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut telah mengantongi izin resmi, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Daerah setempat.
Kegiatan silaturahmi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di wilayah Nabire dan sekitarnya. (RED- GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *